Seorang pejabat Imigrasi dan Komisaris Departemen Emigrasi WAC Perera mengatakan jumlah mereka bisa menyentuh 1.700 jika ditambahkan hasil deteksi Maret 2012.
Dia mencatat bahwa pada 2011, sekitar 3.000 orang asing yang visanya telah habis tapi masih berada di negara itu terdeteksi oleh pihak berwenang.
Tiga pekan yang lalu Departemen Imigrasi dan Emigrasi memasang iklan di surat kabar yang menyerukan bantuan publik untuk mengidentifikasi dan mendeportasi orang asing yang memperpanjang visa mereka.
"Kami akan melanjutkan upaya untuk menangkap orang-orang asing yang memperpanjang visa mereka. Ini proses yang berkesinambungan dan telah dibuat lebih mudah dengan kedatangan sistem visa online. Banyak dari orang-orang asing itu adalah perempuan. Dan mereka disembunyikan oleh masyarakat setempat untuk kepentingan mereka sendiri," katanya.
Juru bicara polisi, Ajith Rohana menegaskan klaim yang menekankan bahwa kebanyakan orang asing yang tertangkap dengan cara ini terkait dengan tindakan ilegal seperti pelacuran.
Dia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus menangkap dan mendeportasi orang-orang asing yang tersisa secara ilegal di negara ini. Kedatangan wisatawan Sri Lanka naik 27 persen menjadi 83.549 pada Februari dibanding tahun sebelumnya, melanjutkan momentum pertumbuhan pasca perang.
Pada 2011 industri pariwisata Sri Lanka tumbuh 30,3 persen sehingga negara itu menjadi pasar yang tumbuh tercepat di wilayah tersebut.
(ant)Share
Newer news items:
- Malaysia Tahan Lebih 200 Pendemo
- Batam Fokus Gandeng Malaysia, Terkait Promosi Wisata
- Kapal Feri Bocor, 12 WNI Selamat
- AS Janji Kurangi Senjata Nuklir
Older news items:
- Arab Saudi Dihantam Badai Pasir
- Arroyo dan Suami Digugat Kasus Korupsi
- Anti Amerika Meluas di Afganistan
- Britney Spears Tolak Tawaran Rp91,3 M



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 