Sabtu05252013

Last update12:00:00 AM

Back News Nasional PKS Dukung Foke, Jokowi Merasa Dikeroyok

PKS Dukung Foke, Jokowi Merasa Dikeroyok

JAKARTA (HK)-Teka-teki siapa yang akan didukung PKS pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua terjawab sudah. Seperti diprediksi sebelumnya, PKS akhirnya resmi mendukung pasangan cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

"PKS resmi bulat mendukung Fauzi-Nachrowi. Kontrak politik sudah ditandatangani," kata Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq dalam deklarasi di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (11/8).

Menurut dia, Fauzi-Nachrowi telah sepakat agar program "Ayo Beresin Jakarta" yang disusun Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini yang diusung PKS pada putaran pertama untuk diteruskan.

Luthfi menambahkan, dukungan kepada Foke-Nara tidak diputuskan secara mendadak, karena sebelumnya PKS telah melakukan survei dan berkomunikasi baik dengan dengan Joko Widodo (Jokowi) maupun Foke. “Ini bukan hasil pembicaraan seminggu atau dua minggu. Sejak selesai Pilkada putaran pertama, dalam tempo dua hari kami sudah mulai bergerak dan berkomunikasi dengan kedua belah pihak,” kata dia.

Ketua DPW PKS Jakarta Selamat Nurdin tidak memungkiri adanya pertimbangan ideologi dalam keputusan itu. "Pasti ada juga, tapi enggak dominan. Pada dasarnya ini aspirasi partai dan adanya chemistry program yang bagus," kata Selamat.

Pertimbangan lain, kata dia, antara lain persatuan umat dan kemaslahatan umat. "Sebagai sesama penganut ahlu sunnah wal jamaah, bukan wahabi, anti maulid dan anti tahlil, kedua pihak telah saling memaafkan dan bersepakat meminta pendukungnya mengutamakan persatuan dan kesatuan umat," katanya.

Anggota Dewan Syuro PKS yang juga calon gubernur DKI Jakarta yang tak lolos ke putaran kedua, Hidayat Nurwahid, menyatakan partainya memilih mendukung Foke-Nara ketimbang Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan semata karena masalah agama. “Pertimbangan dukungan PKS di putaran kedua ini bukan masalah agama, tapi terkait kepastian dan kemampuan mereka (Foke-Nara) untuk mengakomodasi program kerja yang kami perjuangkan pada waktu Pilgub DKI putaran pertama,” kata Hidayat yang juga hadir dalam deklarasi itu.

Hidayat menegaskan hubungannya dengan Jokowi tetap baik meski PKS akhirnya memutuskan untuk mendukung Foke. "Saya dengan Pak Jokowi tetap sahabat. Memang benar dulu saya adalah tim sukses Jokowi dalam Pilkada Solo,” kata Hidayat. Namun karena itu pula, imbuhnya, dia ingin Jokowi tetap di Solo dan tidak hijrah ke Jakarta.

“Saya dulu menjadi juru kampanye Jokowi supaya beliau menjadi Walikota Solo untuk lima tahun, bukan untuk kemudian berpindah ke tempat lain di tengah jalan,” ujar Hidayat. Ia pun menyarankan Jokowi untuk menuntaskan masa jabatannya di Solo.

"Waktu itu warga Solo dengan sadar memilih beliau untuk masa jabatan lima tahun, dan beliau pun bersumpah untuk masa jabatan lima tahun. Saya bersedia mengingatkan beliau bahwa dulu beliau pernah berkampanye untuk bekerja lima tahun di Solo,” kata Hidayat.

Foke yang hadir bersama pasangannya dalam deklarasi itu menyatakan dukungan PKS membuat dirinya semakin yakin bisa meneruskan kepemimpinan Jakarta untuk periode lima tahun ke depan. Ia juga mengaku siap memadukan program yang diusungnya dengan masukan yang diterima dari PKS. "Nama saya Fauzi. Tadi Pak Ustad menjelaskan dan mengingatkan kepada saya, nama saya (Fauzi) artinya kemenangan," kata Fauzi Bowo sambil melirik ke arah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Jokowi sendiri menyatakan menghargai keputusan PKS. Tanpa dukungan PKS, Jokowi mengaku opitmistis maju dalam putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 20 September mendatang. "Ya saya menghargai keputusan yang diambil PKS. Kalau saya nanti koalisinya sama rakyat saja, sama warga," kata Jokowi kepada wartawan di sela-sela acara ramah tamah dan buka puasa bersama pensiunan pegawai Pemda DKI pendukung Jokowi (P3J), di Hotel 678, Jakarta Timur, Sabtu (11/8) malam.

Jokowi menyatakan akan bekerja keras lagi menyambut putaran kedua ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai. "Saya serahkan sama masyarakat. Yang penting kita tetap menyampaikan visi misi. Kalau ditanya khawatir, ya khawatir. Ya artinya kita dikeroyok sama partai-partai besar. Untuk itu, nanti program kita ke lapangan, ke masyarakat, dan ke kampung-kampung langsung. Karena itu harus berkoalisi dengan warga," ujar Jokowi.

Sebelumnya, saat ditemui di Jokowi Centre, Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, tak lama setelah PKS mengumumkan dukungannya, Jokowi merasa dikeroyok parpol pendukung Foke-Nara. "Karena itu saya minta, semua relawan, koalisi rakyat memompa lagi semangatnya. Kalau tidak, kita akan kalah karena melawan gajah, dikeroyok koalisi parpol yang semuanya di sana (mendukung Foke-Nara)," kata Jokowi.

Pria yang masih menjabat Walikota Solo ini, mengajak agar suara tersisa sekitar 33 persen yang diperebutkan bisa diraih. Suara itu adalah di luar raihan Joko-Ahok pada putaran pertama 43 persen, dan raihan Foke-Nara 34 persen. Suara itu adalah pemilih yang mencoblos Hidayat Nurwahid - Didiek, Faisal Basri - Biem Benyamin, Alex Noerdin - Nono, Hendardji - Riza.

Jokowi tidak dapat memastikan apakah koalisi partai politik berpengaruh pada pemilih yang lebih luas atau tidak. Saat ini peta politik, pasangan Jokowi-Ahok harus menghadapi banyak partai yang bergabung dengan kubu Foke-Nara. "Jujur saja, saya agak khawatir, sebab sekarang banyak partai mengeroyok kami. Kami ingin berkoalisi dengan masyarakat di TPS (tempat pemungutan suara) saja," kata Jokowi.

Sebelumnya, Golkar dan PPP yang jagoannya kalah di putaran pertama juga telah memutuskan mengalihkan dukungan ke Foke-Nara. Adapun Partai Demokrat, PAN dan sejumlah partai lainnya adalah pengusung Foke-Nara sejak putaran pertama. Jokowi-Ahok sendiri hanya diusung dua partai yaitu PDIP dan Gerindra.

Sekjen DPP PDIP Tjahjo Purnomo menyatakan pasangan Jokowi-Ahok tak terganggu dengan koalisi besar partai pendukung Foke itu lantaran mendapat dukungan dari warga ibukota. "Jokowi-Basuki yang mendapat kepercayaan pada putaran pertama Pilkada DKI prinsipnya lebih berkeinginan berkoalisi dengan masyarakat Jakarta yang mempunyai hak pilih secara demokratis tanpa terganggu pada bentuk koalisi antarparpol," kata Tjahjo.

"Kami tetap pada komitmen menjaga dukungan dan keinginan masyarakat DKI yang menginginkan perubahan pemerintahan Jakarta baru yang lebih manusiawi," kata Tjahjo.

Ketika ditanya apakah ada kekhawatiran lantaran tidak mendapat tambahan dukungan dari parpol lain, Tjahjo menjawab,"Tambahan dukungan Jokowi-Basuki dari masyarakat DKI." (kom/oke/vv/ti)

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...