Masyarakat memanfaatkan kayu hutan sebagai bahan utama untuk membuat perahu. Untuk ukuran, tergantung keinginan dan pasokan bahan baku. Selain digunakan sebagai alat transportasi penyeberangan antar pulau, perahu kayu juga digunakan sebagai peralatan untuk menangkap ikan.
Sebagai masyarakat yang berdomisli di daerah pesisir dan kepulauan, wajib bagi mereka untuk memiliki perahu kayu. Karena hanya perahu kayu lah satu-satunya yang bisa membantu mereka untuk menyeberangi satu pulau ke pulau yang lainnya. Dengan catatan tidak lebih dari ratusan mil perjalanan.
Kemudian keunikan perahu kayu sendiri adalah tidak memakai bahan bakar minyak (BBM) seperti kapal motor yang ada saat ini. Perahu kayu digerakan dengan kayu pendayung yang memakai tenaga manusia. Oleh sebab itu tak heran jika postur tubuh masyarakat kepulauan tegap dan kekar, itu karena setiap hari mereka selalu mendayung perahunya.
"Kami lebih suka memakai perahu kayu mini, karena tidak membutuhkan mesin dan minyak. Cukup dengan tenaga kita sendiri saja. Alhasil tubuh kita jadi sehat," ujar Arif salah satu nelayan di Kecamatan Pulau Tiga. (leh)Share
Newer news items:
- Modal Perusda Ditambah Rp10 M
- KPDT Bantu 600 Ekor Sapi
- Pemekaran Desa Tidak Pengaruhi Anggaran
- Nelayan Pulau Laut Dambakan Alat Deteksi Karang
Older news items:
- Nelayan Keluhkan Kapal Asing
- Dewan Tinjau UN di Wilayah Perbatasan
- Berburu Ikan Jadi Penopang Ekonomi
- Hazimah Segera Jadi Anggota Dewan



Oleh-oleh Khas Daerah
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 