Hal itu diungkapkan Bupati Natuna, Ilyas Sabli di Penginaan Ajo Basamo, Selasa (12/6) kemarin.
"Masalah sampah ya. Begini, sampah itu dulu ditangani oleh Kimpraswil Kabupaten Natuna, dan sekarang sudah pindah ke Dinas PU, karena adanya pemindahan pengusahaan maka jadi terlupakan," katanya.
Kendati begitu, bupati berjanji akan mengusulkan anggaran pengelolaan sampah dalam APBD Perubahan. Walau lupa, tapi persoalan sampah masih bisa diaturlah," katanya.
Ilya mengatakan emerintah akan membuat aturan baru perihal angaran dana sampah yang terlupakan. Ia mengaku sudah memanggil Kepala Badan Keuangan dan Aset Daearah (BPKAD) Kabupaten Natuna, untuk membahas pendanaan pengelolaan sampah tersebut.
"Kita akan membentuk aturan baru dalam rangka mengurus sampah ini, saya sudah melakukan pembahsan dengan BPKAD dalam hal ini darmanto selaku kepala Badannya, dan dia menagaku ada ketersediaan dana untuk mengelolanya," katanya.
Sehingga kata Ilyas lagi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna nantinya bisa berkoordinasi dengan pihak BPKAD untuk menentukan besaran dana yang dibutuhkan untuk pengelolaan sampah.
Terpisah, warga Ranai, Arif mengatakan, apa yang disampaikan Bupti Natuna itu benar. Namun semua kekeliruan pemerintah ini menurutnya Dinas Pekerjaan Umum lah yang tidak becus melaksanakan tugasnya. Sebab tidak ada alasan bagi dinas terkait untuk mengatakan tidak ada dana,.
Arif pun mengusulkan agar membentuk dinas kebersihan untuk menangani sampah dan kerapian kota. (cw61)Share
Newer news items:
- Ortal Selenggarakan Bimtek SPM
- BLH Galang Kesadaran Lingkungan
- Pantai Teluk Depih Menawan Dinaungi Dua Gunung
- Bupati Sambut Tim Penilai Lomba Desa
Older news items:
- Bupati Dinilai Lamban Pilih Direktur Perusda
- Ilyas: Kadis Mantan Napi Kualified
- Empat Kandidat Rebutan Ketua KNPI
- Jalan Rusak Mengundang Maut.



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 

