Minggu05192013

Last update12:20:01 AM

Back News Natuna Selama Ramadan Kafe dan Rumah Makan Tutup

Selama Ramadan Kafe dan Rumah Makan Tutup

RANAI - Seluruh kafe dan rumah makan di Natuna ditutup selama Ramadan. Penutupan itu berdasarkan masukan dari berbagai pihak di Natuna.

Demikian disampaikan Sekretaris Pemerintah Kabupaten Natuna, Syamsurizon, Selasa (17/7) di ruang rapat kantor Bupati Natuna, Ranai.

Keputusan ini merupakan masukan berbagai pihak," tegasnya.

Dikatakan Syamsurizon, mengingat banyaknya kegiatan Kafe yang sudah diambang toleransi maka Pemkab Natuna memandang perlu untuk melakukan penertiban dan pembersihan lokasi-lokasi yang dianggap tempat maksiat tersebut.

"Laporan yang kita terima, sudah banyak kafe yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Oleh karena itu, kita memanfaatkan moment Ramadan untuk memulai penertiban terhadap warung remang-remang itu," katanya.

Selain itu, seluruh kafe yang ada di Natuna, hingga saat ini belum satupun yang mengantongi izin dari pemerintah. Karenanya, harus diambil tindakan yang tegas tanpa menepikan kebijaksanaan. "Hingga saat ini tak ada kafe-kafe itu yang memiliki izin. Karenannya kita harus mengambil tindakan tegas terhadap mereka, tapi kita juga mesti bijaksana," katanya.

Ditambahkan,  kafe-kafe yang ada itu, letaknya juga tidak jauh dari tempat ibadah dan pemukiman warga. Parahnya, kafe-kafe itu, berdekatan sekali dengan Masjid Agung Natuna. Hal itu tentunya cukup mengganggu kenyamanan orang dalam beribadah. Itu sangat aneh sekali kan," tambahnya.

Pemkab katanya, akan  memfasilitasi pemulangan  para pekerja seks yang terjaring razia nanti, secara gratis, Sebab kebanyakan mereka berasal dari luar.

"Kita juga mesti memperhatikan sisi kemanusiaannya. Kalau kita tutup tempat mereka bekerja, mereka mau kerja apa? Oleh kerena itu, jika terjaring, kita pulangkan secara gratis," katanya.

Camat Bunguran Timur, Marka DJ mengatakan, jumlah kafe yang ada di Kota Ranai terdapat11 kafe. Saat ini, belum satupun yang memperoleh izin dari pemerintah.

Ia pun mengaku, pernah memanggil pemilik kafe dan mengimbauan untuk tidak membuka aktifitas kafe secara terang-terangan seperti saat ini.

"Kami sudah tiga kali mengimbau pemilik kafe agar mereka memperbaiki sistemnya. Mereka sebaiknya tidak lagi beroperasi di Ranai. Sebab pemerintah tidak mengizinkan," katanya.

Ia berharap, razia penyakit masyarakat yang akan dilakukan nanti bisa memberi efek jera kepada mereka yang melanggar. (cw61)

Share

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...