Senin04212014

Last update12:00:00 AM

Back News Tanjungpinang 2 Tahanan Kabur Ditangkap

2 Tahanan Kabur Ditangkap

TANJUNGPINANG-Dua dari 14 tahanan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang yang kabur, berhasil ditangkap kembali, Minggu (13/11) malam. Sedangkan dua lainnya, satu tewas dan satunya lagi mengalami cedera, kakinya patah.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang Sugiyo mengatakan, sementara ini, pihaknya baru berhasil menangkap dua orang imigran gelap asal Myanmar yang kabur dari tahanan tersebut. Sedangkan jumlah imigran gelap yang hingga saat ini masih buron sebanyak 12 orang.      

"Total tahanan yang berusaha kabur semuanya berjumlah 16 orang. Terdiri dari, 13 orang imigran asal Myanmar dan tiga orang lagi asal Afganistan. Dua orang sudah ditemukan, satu meninggal dan satunya lagi patah kaki dan dirawat intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tanjungpinang," kata Sugiyo, Senin (14/11).

Sugiyo menjelaskan, kedua tahanan yang tertangkap tersebut, bernama Shokat Ali dan Musta Ais Nasir Hussain. Mereka ditangkap di wilayah Rawa Sari Hutan Lindung, Bukit Bestari, Minggu (13/11) malam. Seluruh tahanan yang berusaha kabur tersebut, keluar dengan cara memanjat pipa saluran pembuangan air sampai ke atas atap.

"Sampai atas, mereka menelusuri atap hingga sampai di depan kantor Rudenim. Sampai di situ, mereka menyambung-nyambung kain selimut menjadi sebuah tali yang digunakan untuk turun," jelasnya.

Sugiyo menyebutkan, pada saat patroli Minggu (13/11) pukul 04.00 WIB, sejumlah petugas keamanan, menemukan satu orang imigran tergeletak, persis di depan kantor Rudenim.

"Petugas yang melihat itu, langsung membawanya ke RSAL. Pas saat itu pula, polisi bersama warga juga membawa satu orang imigran yang tertangkap di luar dengan kondisi kakinya patah. Sementara, kita menduga imigran yang masih buron itu berada di persembunyian, kemungkinan di wilayah Bintan," kata Sugiyo.      

Untuk pembiayaan pengobatan imigran yang patah kaki ditanggung oleh IOM. Sementara, khusus yang meninggal dunia akibat terjatuh tersebut, terlebih dahulu akan dikomunikasikan dengan pihak UNHCR.

"Kita tunggu keterangan pihak UNHCR. Mau diapakan jenazahnya. Apakah dikubur di Indonesia atau dikirim pulang ke negaranya. Yang jelas tidak ada unsur kesengajaan. Karena kekuatan penjaga di sini sangat minim, ke depan kita akan meningkatkan jumlah personil petugas jaga di Rudenim," tambahnya.

Imigran yang tewas adalah Sadul Amin Bin Kassim Ali (31), sedang yang patah kaki, M Johar (29). Keduanya bersama 11 imigran asal Myanmar lainnya selama ini ditempatkan di kamar Blok A1 Rudenim Pusat Tanjungpinang. (cw40)

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014
Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...