Rabu06032015

Last update05:00:00 AM

Back News Tanjungpinang Warga Batu 2 Protes Adanya Tower

Warga Batu 2 Protes Adanya Tower

TANJUNGPINANG - Warga Batu 2, persisnya yang tinggal di Jalan Brigjen Katamso memprotes berdirinya sebuah tower telekomunikasi. Pasalnya, tower tersebut didirikan tanpa ada persetujuan dari warga setempat.

"Kami tidak setuju dengan adanya tower itu, karena sinyal radiasinya bisa membahayakan kesehatan warga. Bukan hanya kami saja yang protes, tetapi semua warga yang di sekitar sini juga tidak mau adanya tower itu," kata Abu Bakar, pemilik Toko Serba Jaya, Senin (14/11).

Ia mengungkapkan, tower tersebut sudah berdiri sejak hampir sebulan lalu. Sebelumnya, lanjut Abu,  pemilik ruko Indo Service yang memberikan izin untuk membangun tower di atas rukonya, meminta tanda tangan warga sebagai persetujuan atas berdirinya tower.

"Ada tiga kali saya disodorkan untuk menandatangi persetujuan itu, tetapi saya menolaknya. Kami  tidak mau adanya tower di daerah sini, karena efek ke depannya panjang," ujarnya.

Abu menambahkan, tower yang tidak jelas kegunaannya itu, memang sudah pernah disosialisasikan terlebih dahulu. Namun, sebagian besar warga menolaknya.

"Kalau tidak salah itu tower 3, karena ada lambang angka 3 di tower itu. Tetapi kami tidak pasti juga," imbuhnya.

Abu dan warga lainnya memprotes berdirinya tower tersebut, karena memang selama ini warga tidak pernah dimintai persetujuan.  

"Menurut teknis, kan pembangunan tower bisa dikerjakan apabila sudah mendapatkan izin dari semua warga, RT/RW, camat dan juga Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Tanjungpinang. Tapi, yang paling pentingkan izin dari warga," terangnya.

Sementara itu, pihak BP2T Tanjungpinang tidak mau ditemui saat koran ini hendak melakukan konfirmasi terkait berdirinya tower tersebut. (cw53)

Share

Kota Gurindam Magnet Wisata Kepri

TANJUNGPINANG (HK)--SEBAGI Ibu Kota Provinsi Kepri yang memiliki catatan sejarah melayu, Kota Tanjungpinang layak menjadi ikon pariwisata yang memiliki kekayaan wisata bahari, budaya dan kuliner.

Read more...

Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bisa dilihat adalah jalan berupa tanah berukuran lebar 3,5 meter. Jalan itu hingga kini masih difungsikan warga. Sebagian j...

Read more...