TANJUNGPINANG - Sekitar 50 orang anak panti asuhan dari berbagai panti di Tanjungpinang menjadi tamu kehormatan Dubes RI untuk Singapura, Andri Hadi, Jumat,(23/3) di Kedutaan Besar RI Singapura, di Cathwath ch Rd.
Anak-anak ini didampingi Anggota DPRD Kepri Rudy Chua, pembimbing setiap panti asuhan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Taruna Bangsa, dan perwakilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya, Andri Hadi mengatakan, kunjungan anak-anak panti asuhan Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Indonesia ini sangat memberi arti tersendiri baginya. Makanya, meski di hari libur kerja Dubes RI kelahiran Jawa Barat (Jabar) ini tetap bersedia meluangkan waktunya untuk becengkarama dengan anak-anak panti asuhan.
"Setelah saya mendengar ada anak-anak panti asuhan yang mau datang berkunjung ke KBRI, saya langsung memerintahkan staf saya untuk menerima kunjungan tersebut di waktu kapan saja," ujarnya.
Bahkan, Andri Hadi sediri bersedia menjamu para tamu istimewa ini di rumah dinasnya yang masih satu komplek dengan kantor KBRI Singapura. "Saya dulu pernah merasakan jadi orang yang serba kekurangan, jadi inilah waktu saya untuk membalasnya," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut anak pantipun diberi kesempatan untuk menampilkan berbagai kemampuan mereka baik tari-tarian maupun nyanyian yang mendapat perhatian penuh bagi kedubes dan sejumlah staf yang ada saat itu. Setelah dijamu makan siang dan Salat Jumat bersama, rombonganpun melanjutkan perjalanan ke ke Panti Asuhan Darul Ma'wa yang berada di pusat Kota Singapura.
Sebelumnya, rombongan yang dipimpin oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Rudi Chua ini tiba di Pelabuhan Ferry Internasional, Tanah Merah, Singapura. Seperti biasa, setiap memasuki negara lain, tugas pertama yang harus dilalui adalah melalui pintu pemeriksaan pasport keimigrasian. Antrian di pelabuhanpun tiba-tiba menjadi panjang, hanya karena rombongan yang berkekuatan sekitar 70 orang ini mengantri satu persatu di pintu pemeriksaan.
Dalam perjalanan mengitari negeri singa ini, rasa kekagumanpun muncul dari raut wajah anak-anak tersebut. Anak-anak inipun ikut mengomentari, Singapura daerahnya masih sangat sejuk dengan ratusan pepohonan yang berdiri di pinggir-pinggir jalan. Padahal mereka tahu singapura adalah negara maju dan merupakan salah satu pusat perdagangan tersibuk di dunia, namun tetap menjaga keasrian lingkungan dengan memelihara lahan hijau yang terhampar sepanjang perjalanan.
"Di sini banyak lapangan terbuka dengan areal hijau yang sejuk, berbeda dengan Tanjungpinang. Kita lihat sungainya, tidak ada sampah sama sekali. Kalaupun ada, itu hanya dedaunan yang gugur dari pohonnya. Kalau sampah plastik yang dibuang manusia tidak ada terlihat," sebut anak-anak ini dengan mimik kagum yang terpancar dari wajahnya.
Setelah dijamu oleh KBRI dan berbagi kasih dengan sesama anak panti asuhan di Singapura. Anak-anak bersama rombongan sekitar pukul 18.00 waktu Singapura tiba di Hotel 81, Geylang, Singapura untuk beristirahat sambil menunggu agenda selanjutnya.
Di hari selanjutnya, seluruh rombongan mulai pukul 09.00 waktu Singapura berangkat meninggalkan hotel, dan langsung menuju salah satu pusat lokasi pariwisata di Singapura, yakni Universal Studio.
Di tempat ini, para anak-anak panti asuhan dilepas bebas untuk menikmati seluruh fasilitas wisata yang disajikan secara luar biasa oleh pihak manajeman, sehingga membuat para anak-anak ini terpukau dan memuji fasiltas pariwisata yang terkenal termahal di dunia ini.
"Kami memang benar-benar puas berkunjung ke tempat ini," celetuk beberapa anak yang masih belum mau beranjak dari lokasi Universal Studio ini. Padahal jam Singapura sudah menunjukan pukul 17.00. waktu Singapura. Kapan lagi kita bisa menikmati perjalanan wisata ini ya," celetuk mereka dengan setengah bertanya. (rul)Share
Anak Panti Jadi Tamu Kehormatan Dubes RI
- Senin, 26 March 2012 00:00



Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 
