Rabu06192013

Last update12:00:00 AM

Back News Tanjungpinang SBY Respek Perkembangan Kepri

SBY Respek Perkembangan Kepri

TANJUNGPINANG (HK) - Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sangat respek dengan perkembangan yang terjadi di Provinsi Kepri. Atas dasar itu, SBY meminta kepada seluruh pihak segera mengkonkretkan rencana strategis, diantaranya pengembangan kawasan pertahanan dan perekonomian Kepri.   

Oleh: Darul Qutni, Liputan Tanjungpinang

Demikian disampaikan Gubernur Kepri HM Sani yang dijumpai Haluan Kepri di ruangan VVIP Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, setelah sebelumnya menggelar rapat tertutup bersama unsur FKPD dan Pangdam I Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, Minggu (3/5).

HM Sani terlihat sumringah, dalam memaparkan sejumlah hasil kunjungan kerja (kunker) Presiden RI di Kepri pada wartawan koran ini.

"Saya sempat kaget, ketika beliau (SBY-red) menyatakan sangat respek dengan Kepri. Disamping itu, berbagai rencana strategis ternyata juga telah disiapkan untuk dikembangkan di wilayah Kepri, terutama dalam pengembangan pariwisata," kata HM Sani.

Sesuai arahan Presiden, kata Sani, potensi terbesar di Kepri adalah pariwisata yang harus dikemas dengan baik untuk meningkatkan daya saingnya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat kalender pariwisata yang bisa diakses semua kalangan.

"Dengan adanya kalender pariwisata berbagai iven yang sudah ada dan yang akan dibuat jadi jelas sehingga lebih mudah untuk menjualnya pada wisatawan lokal maupun mancanegara," ujarnya.

SBY dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan bertolak kembali ke Jakarta lewat Bandara RHF, kemarin pukul 12.20 WIB. Rombongan Presiden dilepas dengan lambaian tangan pengantar yang terdiri dari, Pangdam I Bukit Barisan,Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, Gubernur Kepri HM Sani, Ketua DPRD Kepri, Nursyafriadi dan Unsur FKPD Kepri.

Presiden beserta rombongan lepas landas dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia. Perjalanan ditempuh selama lebih kurang 1 jam 10 menit. Sementara Pesawat Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) menyusul 20 menit setelahnya dengan pesawat jenis jet.

Keberangkatan tersebut ternyata lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya dimana rencananya SBY akan kembali ke Jakarta jam 15.00 wib. SBY bahkan tidak sempat mencicipi jamuan hidangan yang telah disiapkan diruang tunggu keberangkatan Bandara RHF. Begitu keluar dari mobil RI 1 SBY langsung menuju pesawat kepresidenan dengan pengawalan yang sangat ketat.

Sebelumnya, lanjut Sani, di Bangkok, Thailand, Presiden SBY bersama PM Thailand, PM Vietnam, dan PM Laos menjadi panelis utama dalam sesi pembukaan World Economic Forum on East Asia pada tanggal 31 Mei 2012. Dalam paparannya, SBY menggarisbawahi bahwa masa depan kawasan Asia Tenggara yang ingin dituju adalah kawasan yang damai dan stabil, kawasan yang mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan dari kondisi tersebut, tercipta harmoni dan persahabatan antarperadaban.

Sementara di Singapura, pada tanggal 1 Juni 2012, Presiden SBY menjadi pembicara kunci pada pembukaan The 11th IISS Asia Security Summit The Shangri-La Dialogue. Tema pidato yang disampaikan adalah “Satu Tatanan Regional Asia Pasifik yang dilingkupi Perdamaian”.

Dipercepatnya keberangkatan Presiden ke Jakarta juga berdampak dengan terlambatnya kedatangan pesawat Batavia air rute Jakarta-Tanjungpinang. Batavia yang biasanya mendarat jam 11.15 wib di RHF terpaksa mendarat terlebih dahulu di Bandara Hang Nadim Batam menunggu selesainya keberangkatan rombongan Presiden RI. Hal ini juga berpengaruh dengan delaynya jadwal keberangkatan Tanjungpinang-Jakarta yang menurut Jadwal jam 12.15 wib. Batavia sendiri akhirnya mendarat dan menurunkan penumpang di Bandara RHF jam 13.26.00 wib.

Sementara Pangdam I/BB,Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus, menegaskan pembentukan Batalyon Marinir di Batam akan meningkatkan eksistensi pertahanan di Kepri yang merupakan salah garda terdepan yang langsung berhadapan dengan negara lain. Dengan kekuatan pasukan sekitar 700 personel maka Batalyon tersebut akan dipimpin seorang perwira berpangkat letnan kolonel.

"Batalyon dan pangkalan marinir yang akan dibangun ini akan dilengkapi dengan peralatan tempur seperti artileri, roket dan perahu tempur. Dan kita berharap Batalyon ini akan menjadi pos terdepan pertahanan, juga bisa ikut menjaga keamanan di Selat Malaka dan Selat Singapura,"ujarnya.

Ia mengingatkan, terkait pertahanan dan keamanan, sebenarnya bukanlah tanggung jawab personil TNI semata, melainkan seluruh rakyat Indonesia. TNI juga tidak akan bisa bekerja maksimal tampa dukungan dari masyarakat, dimana hal ini bisa diwujudkan dengan memberikan informasi.

"TNI bukanlah segalanya, dukungan masyarakat dengan berbagi informasi dengan TNI akan menjadikan tugas bela negara bisa diemban bersama," kata Lodewijk.

Disamping itu, masalah pertahanan udara juga akan menjadi salah satu titik pembenahan yang akan dilakukan di Kepri. Pangkalan udara yang ada saat ini akan ditingkatkan statusnya menjadi suatu kesatuan yang akan membantu satuan tempur.

"Setelah darat dan laut, pangkalan udara juga akan kita tingkatkan satusnya sehingga lebih sinkron dan berdaya guna," tandasnya.***





























Share

Fokus

Dilema Gas 3 Kg, Pangkalan Liar dan Ulah Spekulan

Sabtu, 08 June 2013
Dilema Gas 3 Kg, Pangkalan Liar dan Ulah Spekulan

SEJAK program konvensi minyak tanah ke gas bergulir tahun lalu, persoalan keters...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...