TELAGAPUNGGUR (HK) - Jelang lebaran Idul Fitri 1433 Hijriyah, arus penumpang di Pelabuhan Telagapunggur diperkirakan mengalami lonjakan sekitar 15 sampai 20 persen. Meningkatnya penumpang, membuat Syahbandar berinisiatif mengajukan peminjaman ponton pelabuhan milik Provinsi Kepri yang berada di sebelah pelabuhan domestik Telagapunggur.
Nurdianto, Kepala Pelabuhan Laut Telagapunggur, pengajuan pinjaman tersebut sudah tiga kali diajukan, namun sampai sekarang belum ada respon dari Pemerintah Provinsi Kepri.
"Seperti yang sudah saya sampaikan ke atasan saya untuk pengajuan pinjaman pelabuhan milik Provinsi Kepri, dan rencananya akan segera diajukan. Meskipun kami kurang yakin apakah akan disanggupi ataU tida," kata Nurdianto, Senin (22/7).
Kata dia, pengajuan itu dilakukan karena melihat kondisi Pelabuhan Domestik Telagapunggur saat ini hanya memiliki ponton satu sisi. Kondisi itu dikhawtirkan akan membuat penumpang menumpuk yang akhirnya kapal akan kesulitan bersandar.
"Jadi rencananya untuk ponton yang ada di pelabuhan domestik ini akan digunakan untuk keberangkatan dan pelabuhan provinsi akan kami pinjam untuk kedatangan. Dengan demikian diharapkan bisa sedikit teratur dan terpantau," katanya.
Kata Nurdianto, rencana peminjaman tersebut dalam waktu dekat akan dirapatkan dengan beberapa instansi terkait.
"Peminjaman pelabuhan Provinsi Kepri ini adalah salah satu solusi yang saat ini bisa kami lakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari Batam ke Tanjungpinang dan sebaliknya. begitu pula penumpang dari Batam ke Dabo dan sebaliknya serta dari Tanjungpinang ke Tanjunguban dan sebaliknya" kata Nurdianto.
Kondisi pelabuhan ini sebelumnya sudah dilakukan sidak oleh DPRD Provinsi Kepri. Dalam sidak itu, ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi sempat menyetujui pengajuan pinjaman pelabuhan tersebut.
"Silahkan saja diajukan langsung ke Provinsi Kepri, nanti akan kami usahakan membantu hal tersebut. Kami juga akan mencoba merapatkan hal ini dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri agar bisa diambil keputusannya mana yang baik untuk masyarakat nantinya" kata Nur Syafriadi saat itu. (cw42)



Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 
