Kamis10302014

Last update12:00:00 AM

Back Politik 45 Anggota DPRD Kepri versi Haluan Kepri

45 Anggota DPRD Kepri versi Haluan Kepri

Program "Jika Pemilu Legislatif Hari Ini"

Nazief-Yusrizal Mengkilap, Apri Meredup


BATAM (HK) - Harian Umum Haluan Kepri kembali merilis hasil kajian terhadap calon anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) yang berpeluang duduk sebagai anggota DPRD Kepri, dalam program  "Jika Pemilu Legislatif Hari Ini".
Berdasarkan hasil kajian kali ini, pamor dua orang mantan kepala daerah yang terjun ke politik praktis yakni Nazief Soesila Darma (mantan Walikota Batam) dan Yusrizal (Bupati Anambas) makin mengkilap.

Walau sempat lama tidak berinteraksi dengan masyarakat, dua kepala daerah ini masih dikenang jasanya sewaktu memimpin.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Batam, Ruslan Kasbulatov kembali menggeliat jelang dua bulan pelaksanaan Pemilu 9 April.

Sedangkan Ahars Sulaiman yang sempat meredup pada bulan lalu di daerah pemilihan Kepri 6 (Sei Beduk-Bulang-Galang-Nongsa), juga kembali moncer.

Yang menarik dalam kajian ini, peluang Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Apri Sujadi yang dianggap banyak kalangan bakal bisa melenggang ke DPRD Kepri sepertinya kandas.

Ini menyusul kian tergerusnya pengaruh PD di tengah masyarakat dan makin kuatnya Partai Golkar di Kabupaten Bintan.

Selengkapnya berikut kajiannya.

Daerah Pemilihan Tanjungpinang (Kepri 1). Pengaruh istri Walikota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni agaknya sulit dibendung. Lagian Weni sapaan akrab srikandi PDIP ini sangat aktif di kalangan ibu-ibu.

Namun, Weni tak bisa juga berleha-leha, karena masih ada Habdi Sugeng Kumoro, Basyaruddin Idris bisa yang mengintip peluang Weni duduk di kursi empuk DPRD Kepri.

Sementara itu, perebutan satu kursi yang dikaji bakal menjadi milik Golkar sulit beranjak dari nama Syahniar Usman. Anggota DPRD Kepri ini lebih kuat dibanding Hendri Frankim (mantan anggota DPD RI) maupun Edi Wijaya (mantan Sekretaris Daerah Pemprov Kepri).

Syahniar juga tidak bisa sekedar menghitung Edi dan Frankim saja, tokoh muda Golkar, Tenddy Jun Askara kian booming di kalangan anak muda Tanjungpinang. Ini mesti menjadi perhatian serius Syahniar.

Selanjutnya Andi Rivai masih dikaji bakal keluar sebagai pemenang satu kursi milik Partai Demokrat. Pertarungan berlabel rivalitas satu ikatan perkawinan cenderung dimenangkan Andi, ketimbang Husnizar Hood. Walau sesungguhnya, Nizar adalah Ketua DPC PD Tanjungpinang.

Sedangkan pertarungan kursi keempat diprediksi milik Andi Anhar Chalid dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Soalnya, yang pernah sebagai Ketua DPRD Bintan ini masih banyak meninggalkan pengaruh di Tanjungpinang.

Selanjutnya kursi kelima sepertinya milik Partai Persatuan Pembangunan. Partai berlambang Kabah ini diprediksi bisa menempatkan Sarafuddin Aluan, anggota DPRD Kepulauan Riau. Partai berbasis Islam ini masih kokoh di Bumi Segantang Lada tersebut.

Beralih ke daerah pemilihan Kepri 2 (Bintan-Lingga). Pada bulan ini, kekuatan Partai Demokrat disalip kekuatan besar Partai Golkar. Tak tanggung-tanggung, Golkar di daerah ini memborong dua kursi.  Kursi tersisa, kemudian diraih Gerindra, PKS, NasDem dan PDIP.

Adapun peraih kursi dari kajian Haluan Kepri, antara lain, Dalmasri Syam (Golkar), Dewi Komalasari (Golkar), Hanafi Ekra (PKS), Susilawati (Partai NasDem), Edy Siswoyo (Partai Gerindra), Tawarich (PDIP).

Memasuki daerah pemilihan Kepri 3 (Karimun).
Di daerah ini, dominasi Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PKB, Hanura dan Gerindra berat untuk dipatahkan.

Oleh karenanya peluang Ketua Komisi II DPRD Kepri, Joko Nugroho yang mencalonkan kembali sebagai anggota DPRD Kepri dari Dapil Karimun terbuka lebar.

Apalagi peran Joko mendorong lajunya pembangunan Kundur dan pulau-pulau sekitarnya amat terasa bagi masyarakat. Joko jauh lebih berkibar dibanding Iwan Kusuma, karena Joko banyak memperjuangkan anggaran pembangunan di daerah itu.

Selanjutnya, bertitel sebagai Ketua DPRD Karimun, Raja Bachtiar sulit tergusur. Nama besar dan karya Raja, selama memimpin DPRD Karimun menjadi modal utamanya dalam mencuri perhatian masyarakat.

Sedangkan Partai Gerindra juga diprediksi bisa menyumbang kursi di daerah ini. Hj Suraya berpeluang besar dalam kesempatan tersebut. Sosok mantan politisi PDIP ini dikenal sangat merakyat di daerah ini. Ia juga saat ini sebagai anggota DPRD Kepri.

Dari Partai Hanura, incumbent DPRD Kepri dari partai ini, dr Jusrizal makin berjaya. Jusrizal dalam kajian Haluan Kepri sangat berpotensi memenangkan pertarungan di internal mereka.

Tapi lagi-lagi politik, para caleg satu partai Jusrizal sangat punya selera ingin mengkudeta posisi Jusrizal pada 2014 mendatang.

Selanjutnya, kursi DPRD Kepri dari Karimun milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rocky M Bawole berjuang untuk jadi. Apalagi dirinya mendapat support moral dari Sabari Basirun yang merupakan adik Bupati Karimun, Nurdin  Basirun.

Masuk ke Kepri 4 atau daerah pemilihan Batam A yang meliputi, Batuampar, Bengkong, Lubukbaja dan Batamkota.

Di dapil ini, keberadaan mantan Walikota Batam Nazief Soesila Darma menjadi catatan tersendiri bagi partai politik untuk mengemas kursi.  Nama besar Nazief yang pernah memimpin Batam sangat berpengaruh oleh pemilih. Apalagi gaya komunikasi Nazief yang hangat memberi kesan kepada pemilih, jika dirinya bisa memegang amanat dan dekat dengan rakyat.

Apalagi di daerah pemilihan ini, lebih dominan pemilih cerdas yang akan memilih dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk kemampuan. Magnet mantan Walikota Batam menjadi poin penting bagi Nazief bagi pemilih di sini.

Sedangkan Iskandar Alamsyah mendepak peluang Asmin Patros Kendati begitu, dua nama ini mesti mewaspadai Asmin Patros, Nur Syafriadi, Thomas Suprapto dan Firman Bisowarno.

Untuk kursi PDIP, tidak banyak berubah pada bulan lalu. Diprediksi, peluang adik Soerya Respationo yakni Widiastadi sangat besar. Menguntit di bawahnya kekuatan Wirya Putra Silalahi.

Kendati cukup kuat, Iik sapaan akrab Widiastadi dan Wirya harus menghitung Anggelinus (tokoh Indonesia Timur). Pendirian Anggelinus Centre, pertanda mesin politik Anggel sudah mulai panas.

Belum lagi, hasrat politik mantan Ketua DPC PDIP Batam, Sahat Sianturi telah lama terpendam. Ini jadi batu sandungan bagi keduanya, jika Sahat yang pernah dua kali jadi anggota DPRD Batam mengerahkan seluruh energinya untuk jadi pemenang.

Selanjutnya dua kursi untuk Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Berstatus sebagai partai yang tengah menikmati tren kenaikan elektabilitas, Partai Gerindra dalam kajian memiliki energi sangat besar untuk merebut kursi. Bahkan untuk Dapil Kepri 4 ini, Gerindra bisa memaksimalkan energinya untuk merengkuh dua kursi.

Selanjutnya, Partai Demokrat sulit dibantahkan bakal menikmati kursi di dapil ini. Cuma saja, PD cukup mendapat persaingan ketat dari partai lain, sehingga berat untuk meraih dua kursi.

Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri, Surya Makmur Nasution dinilai berpeluang. Mantan wartawan Kompas ini dikenal seorang yang kreatif dan memiliki gagasan cerdas.

Tapi Surya mesti menghadapi kekuatan besar lainnya jika ingin melabeli satu kursi untuk PD itu atas nama dirinya. Perlawanan itu muncul dari mantan Ketua DPD PD Kepri, Abdul Azis, Tengku Helmi Hatta, Karina (kerabat Ketua DPRD Batam, Surya Sardi) Alib Munirman (Ketua Paguyuban Pacitan), Dede Suparman (Ketua Paguyuban Pasundan) dan Imelda Bangsawan.

Sedangkan Partai Amanah Nasional (PAN), besar kemungkinan bisa meraih satu kursi. Tokoh urang awak, H Kasri tetap tak tergusur.

Belum terlihat pergerakan luar biasa dari caleg lain yang bisa mengancam dominasi Kasri di wilayah ini. Nama-nama seperti Danir, Hetdin Manurung, Huzer Zul, Indra Gobel sangat ditunggu pergerakannya. Sanggupkah mereka mengalahkan tokoh gaek urang awak itu?

Selanjutnya, Partai Hanura bisa menyerahkan kursi DPRD Kepri kepada kader terbaiknya, Sukhri Farial. Sukri merupakan anggota DPRD Kepri dan ia merupakan satu-satunya anggota DPRD Hanura yang duduk di Kepri dari daerah pemilihan Batam, di 2009.

Ketua orang Pariaman, Batam ini bakal mendapatkan perlawanan sengit dari Togi Sinaga, Reinhard Hutabarat (anggota DPRD Kepri dari Partai Damai Sejahtera) dan Kalper (petinggi PDIP Batam).

Sementara itu, Partai Nasional Demokrat (NasDem) diprediksi bisa menyumbangkan satu kursi. Ketua DPW Partai NasDem, H Muhammad Amin sepertinya lebih kuat dari yang lain.

Sedangkan, Irwandi Umar, Berto Izaak Doko dan Emerson adalah figur yang bisa menyalip suara mantan anggota DPRD Kepri ini.

Untuk kursi selanjutnya di dapil ini bisa diraih Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mantan anggota DPRD Kepri, Hendriyanto yang turun di daerah mulai menggeser dominasi Partai Gerindra yang sempat menguat di daerah ini.

Terakhir, kehadiran Asnah di pentas politik sangat diperhitungkan oleh partai lainnya. Hj Asnah yang bergabung dengan Partai Gerindra diprediksi akan meraih kursi. Sebab, pada Pemilu 2009 lalu, walau Asnah pendatang baru di Partai Amanat Nasional (PAN), namun raihan suara Hj Asnah membuktikan diri jika dirinya bukan sekedar penumpang biasa. Asnah pun tampil sebagai peraih suara terbanyak di partai berlambang matahari terbit tersebut ketika itu.

Masuk daerah pemilihan Kepri 5 atau Batam B (Sekupang, Batuaji, Sagulung dan Belakangpadang). Di dapil ini, dominasi Partai Golkar sangat terkontras. Apalagi gerakan caleg Partai Golkar, Rizki Faisal yang rajin turun ke masyarakat, membuat Partai Golkar berjaya di daerah ini.

Belum lagi, caleg Golkar lainnya juga tidak mau kalah dengan Rizki. Sehingga dominasi Golkar di wilayahnya cukup terasa.

Soal Rizki, dari pantauan Haluan, Ketua Komisi IV DPRD Kepri ini benar-benar mampu menyihir pemilih.

Menyapa masyarakat dengan apa adanya, Rizki pun tiap hari terus mendapat dukungan. Tidak sekedar itu, Rizki juga memberikan hiburan sehat kepada masyarakat dengan menggelar konser di berbagai tempat oleh OR (Orang Rizki).

OR bahkan telah merilis album buat Rizki, dengan lirik yang menggambarkan sosok Rizki seorang pejuang kepentingan masyarakat.

Gerakan maksimal Rizki sangat menguntungkan Golkar. Menguntit popularitas Rizki, adalah Rinaldy Landen Nababan. Rinaldy juga aktif turun ke masyarakat. Bahkan belakangan ini, Rinaldy kian intens bertemu pemilih.

Kursi ketiga bisa saja milik PDIP. Tim mengkaji PDIP juga meraih dua kursi di daerah ini. Wakil Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dan anggota DPRD Kepri, Dewi Andriani bisa meraihnya. PDIP di dapil ini memasang para kader partai yang tangguh seperti Masrur Amin, Wardi, Eko Haryanto, Abdul Karim. Mereka pun bukan petarung biasa.

Untuk kursi kelima, bisa saja milik Partai Amanah Nasional (PAN). Anggota DPRD Kepri, Alex Guspeneldi sepertinya mulai menggeser dominasi Rizal Pandri. Untuk bulan ini, Alex kian berkibar.

Rizal yang sempat digjaya, namun pada bulan sebelumnya mulai tersaingi oleh Alex. Tapi, Alex jangan jumawa, caleg lainnya, Chablullah yang saat ini jadi Ketua DPW Muhammadiyah Kepri, akademisi dan mantan pejabat Otorita Batam jadi tantangan terberat.

Selanjutnya pada kursi keenam bisa jadi milik PPP. Mantan penguasa PPP Batam, Irwansyah mulai tergeser oleh kehadiran Gafaruddin Aluan. Walau begitu, Irwan masih sangat berpeluang untuk duduk.

Gafar yang selama ini dikenal politisi yang mudah bersosialisasi ke masyarakat. Buktinya, Gafar berani mengambil tantangan untuk hijrah daerah pemilihan dari Tanjungpinang ke Kota Batam untuk daerah pemilihan, Sekupang, Batuaji dan Belakangpadang.

Sedangkan keberadaan Partai Gerindra sulit dibantahkan untuk tidak dapat kursi. Kali ini, anggota DPRD Kepri, Onward Siahaan mulai mendapat perlawanan dari Juanda.

Juanda makin berkibar di daerah ini, apalagi politisi yang juga aktif merespon berbagai persoalan sosial kemasyarakatan ini, dinilai sebagai politisi yang tanggap terhadap persoalan dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Tapi Juanda jangan meremehkan Edison dan Srikandi Gerindra, Lidya Darmayani.

Kedua politisi ini, pergerakannya memang tidak terlihat. Namun mereka melakoni perjalanan mencari suara dengan sistematis, terukur dan massif. Apalagi salah satu di antaranya disebut-sebut didukung pengusaha besar.

Selanjutnya, balap-balapan terjadi antara Wakil Ketua DPRD Kepri, Hotman Hutapea dan anggota DPRD Kepri, Hj Titin Nurbaini, mantan Penjabat Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, Suhermanto, Imran Purnama dan Freddy Laksana Hutajulu.

Efek ini positif bagi PD, sehingga partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini berpeluang merengkuh dua kursi.

Hotman dan Suhermanto sepertinya sosok yang paling berpeluang mendapatkan kursi tersebut. Karena selain tokoh, Hotman juga dikenal seorang politisi yang merakyat.

Jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri memberi kesempatan bagi Hotman untuk berkiprah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Suhermanto tidak mau kalah. Apalagi, pria ini pernah dipercaya sebagai Pejabat Ketua DPD Partai Demokrat Kepri, beberapa waktu lalu.

Hermanto belakangan kian aktif ke masyarakat. Dikenal sosok yang ramah dan visioner, Herman diprediksi bisa mencuri perhatian pemilih untuk mengangkat dua kursi PD di daerah ini.

Terakhir, Partai Hanura tidak mau ketinggalan. Ketua DPD Partai Hanura, dr Amir Hakim Siregar harus kecewa. Karena diprediksi, anggota DPRD Batam, Suwandi bisa mematahkan dominasinya.

Untuk saat ini, dr Hakim mesti legowo harus didepak Suwandi. Label Ketua DPD Partai Hanura tidak menjamin untuk bisa jadi. Apalagi, Suwandi punya motivasi tinggi untuk mengandaskan ambisi Hakim untuk merengkuh kursi DPRD Kepri.

Pindah ke Kepri 6 atau Batam C. Dalam kajian tim, Partai Persatuan Pembangunan mulai dominan. Menguntit dominasi PPP, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PDIP.

Lima kursi yang tersedia di daerah ini membuat dapil ini dianggap daerah neraka. Kompetisi di daerah ini sangat ketat. Sehingga ada penilaian, pemenang di dapil ini dianggap politisi kuat.

Satu kursi Partai Demokrat susah untuk beralih dari dr Afrizal Dachlan. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kepri sangat rajin ke masyarakat.  Semangat pengabdian yang dibentuk oleh profesi Dahlan sebagai dokter, memudahkan politisi PD ini turun ke masyarakat.

Yang membuat Afrizal berkibar di daerah ini adalah, jauh hari sebelumnya, Afrizal memang sudah membangun komunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihan ini. Hal itu juga membuat Afrizal sangat kuat di daerah tersebut.

Selanjutnya untuk kursi DPRD Kepri milik PDIP bergeser lagi dari Saproni ke Ruslan Kasbulatov.

Wakil Ketua DPRD Batam ini tidak mau kalah. Ia pun meningkatkan intensitas turun ke masyarakat. Tak tanggung-tanggung, Ruslan bahkan banyak menghabiskan waktu berada di dapil belakangan ini.

Sedangkan untuk kursi Partai Gerindra, peluang Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Ririn W SE sangat besar. Didukung faktor muda, cerdas dan dinamis, Ririn juga dikenal politisi yang bersahaja.

Ririn juga dicatat paling rajin turun ke masyarakat. Dalam berbagai pertemuan, respon masyarakat kepada Ririn juga sangat baik. Sehingga pantas jika Ririn bisa mentasbihkan satu kursi milik Gerindra itu milik dirinya.

Yang menarik, tingginya kompetisi PPP di daerah ini memberi keuntungan bagi PPP. Jika selama ini Ahars Sulaiman lebih dominasi, namun belakangan nama Lis Yuniarti juga tidak mau kalah. Ia pun turun ke berbagai lapisan pemilih di daerah ini.

Kondisi ini mengangkat pamor PPP. Sehingga diprediksi, partai berlambang Kabah bisa meraih dua kursi. Pertama bisa milik Ahars, kedua kursi milik Lies Yuniarti.

Terakhir untuk daerah pemilihan Kepri 7 (Natuna-Anambas). Dalam kajian Haluan Kepri terjadi pergeseran. Partai Gerindra dan Hanura mulai mematahkan dominasi Partai Amanah Nasional (PAN) dan Partai Demokrat di daerah ini. Mantan Bupati Anambas, Yusrizal dan mantan Sekretaris DPD Partai Demokrat Natuna, Suhadi yang bergabung dengan Partai Gerindra menjadi kandidat kuat menggantikan Fahmi Fikri (PAN) dan Wan Norman (Partai Demokrat). (fur)

Share