Selasa07292014

Last update12:00:00 AM

Back Ramadhan Oase Ramadhan Obat Penyakit Hati

Obat Penyakit Hati

"(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah SWT. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tentram." (Qs. Ar-Rad:28)

Bagi masyarakat Jawa, khususnya kalangan pesantren, tombo ati atau obat hati sangatlah popular sejak dulu. Lagi ini sangatlah sarat dengan makna, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berbunyi, Obat hati ada lima perkaranya, pertama, baca Qur'an dan maknanya. Yang kedua, shalat malam dirikanlah, yang ketiga, berkumpulah dengan orang saleh. Yang Keempat, perbanyaklah berpuasa, yang Kelima, zikir malam perpanjanglah. Salah satunya, siapa bisa menjalani, semoga Allah SWT mengabulkan.
Lima pesan Tombo Ati warisan Sunan Bonang tersebut merupakan jawaban bagi yang menginginkan ketentraman hati. Kita tidak perlu membayar mahal untuk bepergian jauh atau mencari psikiater mahal ataupun menjauhi keramaian dengan semedi di tempat yang sunyi, dan sebagainya. Obatnya ada pada diri kita sendiri apakah kita mau menjalaninya ataukah tidak, yakni dengan melakukan lima hal tersebut.

Bacalah Al-Qur'an dan pahamilah maknanya. Cobalah kita tanya pada diri kita berapa kali kita baca Al-Qur'an dalam sehari? Dalam sebulan? Ataukan Al-Qur'an itu hanya sebagai pajangan dan tersimpan di lemari tanpa pernah membukannya. Setiap kali baca Al-Qur'an dengan khusyuk di malam hari, dengan irama yang baik, kita akan menemukan kedamaian yang terasa di dalam hati. Lagu karangan Sunan Bonang di atas cukup terkenal dan mengandung kebenaran.

Karena sifat-sifat hati yang gudangnnya keinginan ini, maka hati ini harus ditundukkan dengan peringatan-peringatan. Kita disuruh banyak berzikir - zikir bukan hanya menyebut nama Allah, tapi juga membaca Al-Qur'an, karena zikir artinya mengingat -  supaya hati kita ingat akan perintah-perintah dan ancaman Allah. Kemudian juga kita disuruh berzikir sifat-sifat Allah agar kita tidak merasa diri sombong ataupun bangga.

Mendirikan Shalat Malam (Tahajud). Kalau kita baru pertama kali melaksanakannya, atau belum terbiasa melaksanakannya akan terasa sangatlah berat melaksanakan shalat tahajud. Di saat semua orang tertidur lelap, di malam yang sunyi, kita bangun di tengah kantuk berat. Namun bila kita selesai melaksanakannya maka akan terasa kelapangan hati. Karena kita telah berbicara dengan Allah secara pribadi dan seakan merasakan bahwa Allah mendengar doa kita.

Berkumpul dengan orang saleh. Berkumpul dengan orang-orang saleh yang selalu menerapkan dan menegakkan agama sangatlah berbeda rasanya dengan orang-orang yang sekuler dan enggan dengan hal-hal yang berbau agama. Bagi kelompok sekuler, ajaran agama dianggap  sebagai belenggu kebebasan, namun berada di dekat orang-orang yang rajin shalat, pemurah, selalu berzikir dan menampakkan wajah yang teduh, membuat hati kita tenteram, karena aura kesalehan orang-orang itu memancar pula ke diri kita.

Perbanyaklah berpuasa. Berpuasa adalah proses pembelajaran untuk mengontrol emosi dan nafsu kita, yang akan berujung pada suasana hati lebih tenang. Orang yang memiliki penyakit hati, sebagaimana diterangkan di atas, dapat terserang penyakit maag, seperti karena marah, dengki dan lain-lain. Maka ini juga perlu kita obati. Obat "tradisional" dan manjur untuk maag ternyata adalah puasa. Ya, penyakit maag dapat diatasi dengan berpuasa saja. Tapi sayangnya kebanyakan orang tidak mau melakukannya karena takut jika sakit maag mereka akan sembuh. Padahal dengan berpuasa, sakit maag seseorang bisa sembuh.

Berlama-lama dengan zikir malam. Saat ini, tidak pandang pagi, siang atau malam banyak acara televisi yang bagus. Mampukah kita meninggalkan acara bagus tersebut untuk bermunajat kepada Allah dengan selalu menyebut nama-NYa, memohon ampunan-Nya, mensyukuri nikmatnya, berharap barokahNya? Terutama, mampukah kita memperbanyak munajat kepada sang pengusaha di malam hari? Bila kita mampu maka hati kita akan tenang dan terasa sejuk.

Arti zikir sendiri adalah ingat, jadi zikir lebih pada makna daripada verbalisasinya. Sehingga diharapkan dalam relaksasi zikir ini dapat membawa subjek pada alam trasendental. Setelah sikap trasenden sudah terbentuk, langkah selanjutnya adalan membangkitkan sikap pasrah. Pasrah dapat dideskripsikan sebagai sebuah sikap penyerahan kepada Allah SWT. Dengan sikap ini apapun yang terjadi dalam diri diterima tanpa reserve, sehingga sangat efektif untuk menimbulkan sikap pasif.

Firman Allah, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir," (QS. Az-Zumar:42). ***

Share