Rabu11262014

Last update12:00:00 AM

Back Ramadhan Oase Ramadhan Puasa dan Spirit Kemerdekaan

Puasa dan Spirit Kemerdekaan

Hatta Rajasa, Menko Perekonomian

Sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan saat sebagian besar komponen bangsa tengah menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Kini, peringatan 66 tahun kemerdekaan Indonesia kembali bertepatan dengan momentum ibadah puasa Ramadan.

Tentu bukan suatu kebetulan jika proklamasi kemerdekaan Indonesia diperoleh saat ibadah puasa Ramadan sedang berlangsung. Tidak ada kata kebetulan dalam kamus Allah SWT, semua telah berada dalam desain besar-Nya.

Dalam sejarah Islam ada sejumlah peristiwa besar yang terjadi pada saat ibadah puasa Ramadan sedang berlangsung. Salah satu peristiwa besar itu adalah kemenangan kaum Muslim melawan kaum kafir Quraisy pada pertempuran Perang Badar.

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari dua peristiwa besar itu? Apakah benar kemenangan itu dipengaruhi ibadah puasa Ramadan yang tengah dijalani oleh kaum Muslim?
Untuk menjawab dua pertanyaan besar itu mutlak kita harus melakukan revitalisasi substansi ibadah puasa dalam kehidupan sosial. Pesan utama kehadiran Islam di muka bumi adalah membawa semangat pembebasan bagi umat manusia. Pembebasan dari segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan sosial guna mencapai kehidupan yang lebih baik. Semangat itu termanifestasi melalui beragam ritual keagamaan, termasuk ibadah puasa.

Hakikat utama ibadah puasa adalah menahan dan mengendalikan diri dari godaan hawa nafsu. Upaya pengendalian diri akan menjadi lebih bermakna jika dapat membawa implikasi pada kehidupan sosial secara lebih luas. Namun, bagaimana upaya pengendalian diri yang notabene bersifat personal itu dapat diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat luas?

Salah satu hikmah utama ibadah puasa adalah agar kita mampu memiliki kehendak kuat dalam diri. Pilihan untuk menahan rasa lapar, dahaga, dan tidak melakukan hubungan suami istri pada siang hari merupakan wujud dari pelaksanaan kehendak dalam diri meski tidak mudah untuk dilakukan.

Singkat kata, ibadah puasa mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap optimistis dalam menjalani hidup. Hal-hal yang terlihat sulit untuk dilakukan akan dapat kita tuntaskan sepanjang ada kehendak kuat dalam diri.

Dalam konteks itu, tepat jika dikatakan bahwa keberhasilan para pahlawan pejuang kemerdekaan kita untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme dikarenakan adanya kehendak kuat dalam diri untuk merdeka sebagai buah dari kesediaan menunaikan ibadah puasa Ramadan. Begitu juga dengan cerita manis kemenangan kaum Muslim melawan kaum kafir Quraisy pada pertempuran Perang Badar.

Sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dan kemenangan kaum Muslim pada pertempuran Perang Badar mengajarkan kita bahwa kondisi psikis tertekan dan fisik lemah bukan merupakan penghalang bagi tercapainya sebuah cita-cita sepanjang kita masih memiliki kehendak kuat dalam diri. Kehendak kuat untuk bebas dari segala bentuk kezaliman dan ketidakadilan sosial.

Semoga melalui pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan ini kita dapat kian memahami bahwa kehendak merupakan kekayaan jiwa paling berharga yang kita miliki dalam mengarungi hidup. Itulah pelajaran utama yang dapat kita petik dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia dan kemenangan kaum Muslim pada pertempuran Perang Badar. (oke)


 

Share