Minggu12212014

Last update12:00:00 AM

Back Ramadhan Ramadhan ISO Bagi Lembaga Zakat

ISO Bagi Lembaga Zakat

Pertanyaan
Assalamu’alaikum,wr, wb. Dalam mengelola zakat apakan ada lembaga independen yang mengatur pengelolaan  dana tersebut? Misalnya ada ISO. Wassalam

(Andi M, Muka Kuning, Batam)

Jawaban
Waalaikumsalam, wr, wb. Lembaga zakat, baik BAZ atau LAZ memang harus professional. Keprofesionalan lembaga zakat sekurang-kurangnya bisa dilihat pada tiga hal.

Pertama, sumber daya manusia atau amil harus memiliki karakter, diantaranya yaitu jujur (sidiq), dapat dipercaya (amanah), cerdas dan kreatif (fathonah), menyampaikan syariat zakat kepada masyarakat (tabligh), serta sungguh-sungguh (jihad) tidak paruh waktu.

Kedua, aspek kelembagaan dimana tuntutan dari undang-undang serta peraturan yang mengiringinya seperti Keputusan Menteri Agama RI Nomor 581 tahun 1999 lembaga zakat harus berbadan hukum, memiliki data muzaki, memiliki program kerja yang jelas, memiliki pembukuan yang baik, serta siap diaudit.

Hal ini akan berdampak kepada kesiapan lembaga berikut system administrasinya untuk menjadikan bukti pembayaran zakat menjadi bukti yang diakui kantor pajak sebagai bukti setoran zakat yang akan mengurangi pembayaran pajak penghasilan.

Demikian juga terhadap laporan keuangan, harus transparan dan kredibel yang ditandai dengan kesediaan dan siapnya untuk diaudit oleh auditor keuangan independent.

Ketiga, sistem manajemen dan kepemimpinan lembaga zakat. Kini, di beberapa lembaga zakat sedang dikembangkan dan diterapkan sistem manajemen yang disebut Capacity Assestment For Organisation atau CAFO.

Sistem ini agak mirip dengan persyaratan mutu sebagaimana yang dipersyaratkan ISO namun lebih sederhana dan disesuaikan untuk kebutuhan lembaga zakat itu sendiri. Tampaknya model CAFO ini kedepannya akan sangat membantu bagi pengelolaan manajemen yang sesuai dengan ke khasan lembaga zakat. Wallahu’alam.***

Share