Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik

Soal Transportasi, Jangan Biarkan Berlarut-larut

Persoalan transportasi konvensional dan online di Batam hingga kini masih menjadi masalah. Pasca "dibekukannya' transportasi berbasis online per 1 Juni lalu sampai sekarang, sepertinya belum ada formula yang tepat atas persoalan ini. Masalah seolah dibuat menggantung. Masyarakat dibuat bingung. Diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan Kota Batam mengatakan, di-stop-nya transportasi online di Batam karena tak memenuhi aturan revisi Permenhub No. 32 tahun 2016.

Kepala Puskesmas Moro Ditetapkan Tersangka

Kepala Puskesmas Moro, Karimun berinisial dr Rd dan bendaharanya AA ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Kapitasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tahun anggaran 2015-2016 senilai Rp380 juta.

Jangan Ada Narkoba dalam Perjalanan Mudik

Ratusan sample urine diambil di pelabuhan dan bandara di Kepri, yakni, Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Sekupang Batam, Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, serta dan Pelabuhan Karimun. Tes urine pada kru pesawat dan kapal laut yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri pada Selasa (20/6/2017) kemarin untuk memastikan tidak ada yang menggunakan alkohol atau narkoba saat melayani penerbangan dan pelayaran mudik Idul Fitri 1438 H/2017 M ini.

Waspada Uang Palsu

Sepekan menjelang Idul Fitri 1438 H, masyarakat kian diingatkan untuk berhati-hati terhadap peredaran uang palsu. Diketahui, saat seperti ini, kebanyakan masyarakat lebih menggunakan uang cash untuk melakukan transaksi. Karena itu, waktu seperti sekarang yang kerap dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggungjawab melancarkan aksinya. Berdasarkan rilis dari pihak berwenang, biasanya uang dengan nominal Rp50.000, Rp20.000, dan Rp100.000 yang kerap dipalsukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab tersebut. Karena itu, untuk mencegah terjadi penipuan dan kerugian pada masyarakat, diharapkan sikap waspada harus dikedepankan dengan melakukan dilihat, diraba, dan diterawang (3D)

Pusat Pengembangan SDM Masa Depan

Refleksi 15 Tahun STAI Natuna

Tanpa terasa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna kini berusia 15 tahun. Tepatnya,  STAI Natuna didirikan pada 22 Juni 2002 lalu. Sebagai penggagas (saya) dan beberapa  tokoh lainnya, seperti, Drs. H. Raja Asnan (Al-Marhum), Ahmad Permadi Angka Wijaya (Al-Marhum),  Dra. Hj Ngesti Yuni Suprapti, Ismail Hamaz, H. Daeng Rusnadi serta sejumlah teman lainnya. Dari berbagai diskusi dan kajian, maka kami berpendapat bahwa tidak ada pilihan lain untuk memajukan Kabupaten Natuna yang baru dimekar menjadi kabupaten dari Kabupaten Kepulauan Riau, kecuali memajukan pendidikan sebagai pusat pengembangan dan perubahan. Maka, diskusi tersebut dimatangkan dengan membentuk Yayasan Abdi Umat sebagai wadah untuk menaungi lembaga pendidikan yang akan didirikan. Terbentuklah Yayasan Abdi Umat dengan badan pendiri untuk pertama kalinya; Ismail Hamaz, Dr. Agustin- Istrinya Ahmad Permadi Angkawijaya, Dra. Hj Ngesti Yuni Suprapti dan saya Umar Natuna di Notaris Abdul Rahman SH Tanjungpinang.

Membuka Diri dan Kebersamaan

Ekonomi Batam sedang tidak baik. Itulah fakta yang tengah dihadapi. Data yang dirilis, pada kuartal keempat 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Batam masih di level 5,24 persen. Namun, pada kuartal kedua 2017, pertumbuhan ekonomi cuma 2,02 persen. Pengangguran diperkirakan mencapai 200 ribuan jiwa. Hal itu ditandai dengan tutupnya 34 perusahaan pada 2017 ini. Dampaknya, PHK besar-besaran terjadi.

Peringatan KPK di Tanjungpinang

Bukan tanpa alasan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi peringatan dini kepada stakeholder di Kota Tanjungpinang terkait potensi korupsi alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Terdakwa Kembalikan Uang Negara

Uang hasil korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, Kepri senilai Rp531 juta dikembalikan terdakwa Syamsuri ke negara. Total nilai rupiah itu dihitung dari kerugian negara dalam kasus tersebut dan sudah disetorkan ke kas negara oleh Kejari Lingga.

Waspadai Produk Kedaluarsa

Awas, produk kadaluarsa. Peringatan itu selalu disampaikan pemerintah kepada masyarakat selama Ramadhan maupun menjelang Lebaran. Sebab setiap hari besar keagamaan belanja masyarakat terhadap barang-barang konsumsi dan kebutuhan pokok meningkat tajam.

Satu Puskesmas Satu Tahun

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Batam mencanangkan akan membangun minimal satu puskesmas setiap tahunnya. Saat ini, ada 17 Puskesmas di Batam. Sementara ada dua Puskesmas sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan. Dan sampai akhir tahun ini total jumlah puskesmas di Batam sebanyak 20.

Mengemas Batam Jadi Wisata Belanja

Geliat Batam sebagai kota belanja busana dan kuliner sudah mendapat tempat di hati para wisatawan, khususnya dari Malaysia dan Singapura. Saat jelang Idul Fitri 1438 H/2017 M ini misalnya, sebagian wisatawan khususnya yang muslim dari dua negara tetangga itu, lebih menyenangi untuk berbelanja kebutuhan Idul Fitri di Batam dibanding ke tempat lain. Alasan mereka sederhana, busana yang ditawarkan oleh pusat perbelanjaan di Batam lebih modern, tidak membosankan, dan juga murah. Demikian pula dengan kulinernya. Tidak sedikit yang menghabiskan waktu untuk berbuka puasa di Batam di sejumlah restoran favorit mereka.

Membebaskan Lingkungan dari Narkoba

Saat ini Indonesia masih berstatus darurat narkoba. Hal itu terjadi karena peredaran narkoba sangat deras ditengah-tengah masyarakat. Karenanya, tidak ada suatu lingkungan pun yang bebas dari bahaya narkoba. Bahkan di lembaga pemasyarakat (lapas) khususnya lapas Kelas II A Batam, 70 persen warga binaan Lapas Kelas II A Batam merupakan kasus narkotika. Ini makin menguatkan jika narkoba memang telah menjadi ancaman nomor satu di tengah masyarakat saat sekarang.

Jaksa Ditangkap KPK

Praktik suap lagi-lagi menggerogoti aparat penegak hukum. Kasi III Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Parlin Purba tertangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (8/6) malam. Jaksa bersama dua orang lainnya, kontraktor dan pejabat pengadaan di Pemprov Bengkulu ditangkap KPK beserta barang bukti uang senilai Rp10 juta. Uang tersebut bukan merupakan pemberian pertama. Suap itu diduga berkaitan dengan pengumpulan data dan bahan keterangan serta proyek-proyek yang ada di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu.