Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik

Setianus Zai, Pemilik Cafe Ngop-Ngob

Harus Berani

Membangun usaha yang sudah lebih dulu banyak digeluti orang memang tidak mudah, butuh strategis dan inovasi agar usaha yang dikerjakan bisa bersaing secara sehat. Ditengah perkembangan bisnis usaha kedai kopi yang saat ini memang sangat menjamur dimana-mana, Setianus Zai pria kelahiran Nias 6 Juni 1981 silam ini mencoba keberuntungannya dengan mendirikan sebuah cafe tempat ngopi bernuansa Melayu. Ia menamakan cafe mininya itu cafe Ngop-Ngob atau cafe Ngopi dan Ngobrol.

Selamat Datang Jamaah Haji Kepri

Jumat (8/9) malam nanti, rombongan jamaah haji (JH) kloter I asal Kepri sudah tiba di Batam setelah lebih kurang 40 hari meninggalkan Tanah Air.

Pendidikan di Tengah Era Digital

Anas Rullah Simanjuntak, Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, STAI Ibnu Sina Batam

Kebebasan berpendapat di ruang publik saat ini benar-benar terbentang luas. Setiap orang dapat mengekspresikan gaya hidup manusia per-individu ataupun golongan.

Krisis Kemanusian di Rohingya

Perhatian dunia saat ini tertuju ke Myanmar. Sebanyak 400-an orang etnis Muslim Rohingya dilaporkan tewas dibantai militer Myanmar. Kini sekitar 50 ribuan warga telah mengungsi di Bangladesh sejak pekan lalu. Sementara 20 ribuan lainnya masih terjebak di daerah tak bertuan yang memisahkan antara Banglades dan Myanmar.

Kebijakan untuk Alternatif Ekonomi Batam

Industri galangan kapal di Batam memang tengah meredup. Sebuah fakta yang tidak bisa disangkal. Hal itu dapat dilihat dari sepinya order, banyaknya karyawan yang dirumahkan. Dan (bahkan) ada galangan kapal yang tutup. Hal ini terjadi akibat situasi global, dimana kondisi minyak dan gas dunia mengalami penurunan. Selain migas yang sedang merosot, permintaan batubara juga menurun, sementara diketahui produksi tongkang sejalan dengan permintaan batubara.

Kampung Segeram Milik Siapa?

Kampung Segeram Milik Siapa?
(Melacak Akar Sejarah Melayu di Pulau Bunguran (2))
Oleh: Umar Natuna, Ketua STAI Natuna sekaligus Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Kampong Segeram

Persoalan Kampung Segeram
Dari berbagai dialog dan perbincangan rombongan dan saya dengan masyarakat setempat, terutama dengan Pak Mukhtar Hadi, salah seorang Guru SD setempat, maka didapati beberapa informasi yang menarik. Pertama, soal penguasaan tanah. Jadi tanah sekitar jalan menuju Segeram, Semala dan Nyit-Nyit sebagian besar sudah di kuasai oleh para orang berduit, baik dari Pribumi yang ada di Ranai maupun dari tauke Cina dari Sedanau. Maka, ketika ditanya tanah untuk pengembangan pendidikan dan fasilitas umum lainnya, boleh dikatakan tidak ada, "memang tidak disiapkan," katanya. Saya pun mulai terenyuk. Karena kampung yang penuh nilai sejarah ini akan segera hilang dan lenyap di kemudian hari. Apalagi setelah melihat beberapa makam yang digali orang yang tak bertanggung jawab. Perbincangan untuk mencari lokasi untuk Posko STAI di sana pun mengalami jalan buntu.

 

Narkoba Tidak akan Pernah Beri Bahagia

Penyalahguna narkoba tampaknya tidak pernah sepi dari pemberitaan di media massa. Para pemakai itu berasal dari berbagai profesi dan elemen masyarakat. Mereka pun tersebar di hampir semua daerah. Secara kasat mata, kuantitas mereka ini bukannya berkurang, namun ditengarai mengalami trend peningkatan. Hal ini menjadi keprihatinan banyak masyarakat. Ketika instansi terkait berupaya meminimalkan peredaran narkoba, ternyata di sisi lain, penyalahguna ini makin terbuai dengan barang haram itu.

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Oleh: Raja Dachroni, Direktur Gurindam Research Centre (GRC: Research & Consuliting)

Sekitar setahun rasanya masalah pemilihan Calon Wakil Gubernur (cawagub) Kepri belum terselesaikan. Hingga beberapa hari yang lalu terbentuklah panitia pemilihan dan tatib untuk pemilihan Cawagubkepri. Apa sebabnya? Kapan cerita ini berakhir? Nah, ibarat sinetron yang memiliki episode yang sangat panjang. Episode demi episodenya sangat menarik untuk diikuti walau kadang dibuat penasaran dan sedikit memberikan luka kepada penontonnya. Barangkali itulah analogi yang pas untuk pemilihan Cawagub Kepri yang saat ini sedang dibahas oleh Pansus Cawagub DPRD Kepri yang dipimpin Surya Makmur Nasution yang juga merupakan politisi Demokrat.

Bandara Busung dan Menyiapkan SDM Mumpuni

Kepri akan memiliki bandara terbesar di Asia Tenggara. Bandara itu terletak di Desa Busung, Kabupaten Bintan. Diperkirakan pada 2019 mendatang, bandara tersebut sudah difungsikan. Dengan begitu, mobilitas masyarakat dan ekonomi Kepri yang selama ini sebagian besar tersentral di Batam, akan beralih ke Kabupaten Bintan.  

Memaknai Idul Adha

Kemarin, umat Islam Se-Dunia merayakan Idul Adha 1438 H. Hari raya ini selalu ditandai dengan penyembelihan hewan kurban berupa kambing, sapi atau pun unta. Dalam ritual Idul Adha kita mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bukan semata-mata persoalan ibadah kepada Allah SWT.

Kampung Segeram Milik Siapa?

(Melacak Akar Sejarah Melayu di Pulau Bunguran (1))
Oleh: Umar Natuna, Ketua STAI Natuna sekaligus Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Kampong Segeram

Beban sejarah serasa terbayar sudah ketika kaki menginjakkan di Kampong Segeram, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, tepatnya pukul 06.15 menit malam hari. Hari itu, Sabtu, 12 Agustus 2017 lalu. Betapa tidak, Segeram yang memiliki nilai sejarah tentang Pemerintah Melayu  pertama di Pulau Bunguran, Natuna ini begitu sarat dengan kisah sejarah, peninggalan masa lalu, salah satunya berupa makam-makam tua, cerita lisan, dan sejumlah fakta sejarah lainnya. Namun, kampong ini boleh dikatakan tidak tersentuh oleh kemajuan seiring percepatan pembangunan Natuna. Berbagai warisan sejarah dan artifak budaya disana tidak terpihara, bahkan hilang disamun/dicuri orang. Kisah sejarah masa lalunya pun putus bagaikan kapal tenggelam di telan gelombang. Hampir tidak ada penududuk yang tahu cerita atau sejarah dan daya tarik Segeram itu sendiri.

Tes Urine Para Pegawai

Puluhan pejabat dan pegawai Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Kota Tanjungpinang mengikuti tes urine, Rabu (30/8). Kegiatan itu dilaksanakan oleh Badan Narkotika Kepri (BNP) dalam rangka memberantas peredaran narkoba.

Hukum yang Tegas Pelaku Narkoba

Tampaknya pelaku narkoba tidak pernah jera dengan ulahnya. Lihat saja, walaupun sudah banyak yang ditangkap atas kepemilikan dan melakukan peredaran narkoba, namun pelaku lainnya tetap saja melakukan ha; serupa tanpa ada rasa takut. Seperti diketahui, sejak beberapa waktu belakangan, begitu banyak pelaku yang ditangkap. Termasuk yang membawa narkoba dari luar negeri dengan modus memasukan barang haram itu kedalam  tubuhnya. Seperti yang dilakukan olah seorang pria bernama Donny Mutano (36), pada Minggu (27/8) kemarin. Dari dalam tubuhnya ditemui narkoba seberat 117 gram sabu.