Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik

Pramuka Sebagai Solusi Penguatan Pendidikan Karakter

Oleh Said Edy Wibowo, Pengiat Pramuka Tingkat Kwaran

Pendidikan karakter memang harus dilakukan sejak dini, menanamkan nilai karakter budaya pendidikan, bahkan sejak dalam usia dini yang menurut pada ahli berada pada usia lahir hingga 6 (enam) tahun, atau bisa disebut masa keemasan (the golden age). Masa ini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak, sekaligus masa kritis yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Itu sebabnya pendidikan karakter akan lebih tepat apabila dilakukan sejak dalam Pendidikan Anak Usia Dini.

Pariwisata Kepri

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, pada 2017 ini Batam dan Karimun menjadi daerah penyumbang turunnya kunjungan wisatawan ke Kepri. Dari data yang disampaikan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri menurun sebesar 15,61 persen. Berbeda dengan Bintan dan Tanjungpinang.

Idul Adha, Keikhlasan dan Hewan Kurban Layak Potong

Akhir pekan ini, tepatnya pada, Jumat, 1 September 2017, seluruh umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M. Peringatan hari besar Islam yang biasa disebut juga Hari Raya Kurban, akan ditandai dengan penyembelihan hewan kurban, apakah berupa sapi, kambing, atau pun unta.

Manfaat Paguyuban Orang Tua Siswa

Oleh Agus M. Irkham, Pengiat Pendidikan

Untuk menjembati komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa yang langsung berkaitan dengan substansi pendidikan dan teknis pembelajaran, seyogianya dapat dibentuk forum atau paguyuban orang tua siswa sebagai wujud nyata upaya untuk turut aktif terlibat dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari ekosistem.

Aksi Begal Jadi Perhatian Kita

Aksi begal telah menyita perhatian kita. Kriminal jalanan ini memang cukup membuat mata kita terbelalak. Sasaran pelaku adalah harta benda korban mulai dari uang, handphone dan lainnya. Namun yang membuat kita miris, pelakunya para remaja. Usia mereka berkisar belasan tahun. Anak-anak itu seharusnya lebih banyak berada di lingkungan sekolah dan ekstra kurikuler, namun ternyata mereka lebih menghabiskan waktunya dengan aksi-aksi kriminal jalanan.

Aksi Penjahat Jalanan

Judul di atas, melukiskan kecemasan yang makin menggumpal di tengah masyarakat. Tidak hanya malam dan siang hari, penjahat itu pun sudah mulai berani masuk ke perumahan dan memukul warga setempat. Dua pemuda Naza dan Adit, warga Perumahan Taman Lestari RT/RW 02/11 Kelurahan Kibing, Batuaji diperas dan dikeroyok dua penjahat di perumahan tersebut, Selasa (22/8) malam.

Lima Ibu Hamil di Tanjungpinang Terinveksi HIV

Miris. Penderita HIV/AIDS meluas ke kalangan ibu rumah tangga. Di Tanjungpinang, misalnya periode Januari-Agustus 2017 ditemukan lima orang ibu hamil positif mengidap virus yang mematikan tersebut. Data ini disampaikan secara resmi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP KB) Kota Tanjungpinang. Sedangkan di 2016, DKPP mencatat sebanyak 12 ibu hamil terinveksi penyakit tersebut.

Mencari Solusi Ekonomi Kepri

Kondisi ekonomi Kepri sedang tidak baik. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan kedua 2017 ini kembali melambat. Padahal sebelumnya Bank Indonesia memprediksi akan membaik. Pada triwulan satu semester pertama pertumbuhan ekonomi Kepri berada pada angka 2,02 % sedangkan pada triwulan ke dua semester pertama ini melambat ke angka 1,04 %. Hal ini menjadikan Kepri pada posisi terendah di Sumatera dan sedikit di atas Nusa Tenggara Barat (NTB) secara nasional.

Angkutan Online dan Angkutan Konvensional

Tampaknya polemik seputar angkutan berbasis online dan angkutan konvensional di Batam belum juga menunjukan titik terang. Hal ini terlihat dengan adanya unjuk rasa dari masing-masing angkutan tersebut. Sebelumnya, angkutan konvensional melakukan aksi di Kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam. Dalam aksinya, para sopir meminta Pemerintah Kota Batam untuk menertibkan angkutan berbasis online sampai dikeluarkannya kebijakan seputar angkutan tersebut.

Membangkitkan UMKM

Kondisi ekonomi saat ini tengah berada di titik terbawah. Bukti di lapangan, banyak perusahaan besar yang tutup, lapangan kerja sempit, dan daya beli masyarakat turun. Secara kasat mata, memang terjadi transaksi bisnis di tengah masyarakat. Tapi, secara kajian ilmiah, putaran ekonomi tersebut tidak secepat yang pernah dirasakan. Sekarang, kondisinya begitu lambat. Masyarakat begitu hati-hati dan penuh perhitungan membelanjakan uangnya. Sebab apa? Untuk mendapatkan uang sangat sulit. Jadi, masyarakat lebih mengutamakan membelanjakan uang untuk hal-hal yang pokok.

Remisi Hari Kemerdekaan

Sebanyak 1.947 terpidana kasus narkoba maupun korupsi di kota/kabupaten Se-Kepri mendapat remisi pada peringatan HUT Kemerdekan RI ke-72. Rinciannya untuk Lapas Tanjungpinang sebanyak 566 orang. Lapas Batam sebanyak 670 orang. Kemudian Rutan Tanjungpinang, 86 orang, Rutan Batam sebanyak 194 orang. Kemudian Rutan Karimun sebanyak 188 orang dan Rutan Lingga, sebanyak 27 orang.

Problematika Mengelola Radio Daerah Perbatasan

Muhith, M.Ag, Koordinator Isi Siaran KPID Kepri, Dosen STIQ Kepri

Secara Nasional, jumlah radio, baik radio swasta maupun pemerintah terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah radio yang mendapatkan izin yang dikeluarkan Kominfo, yakni, IPP Prinsip sebanyak 1720, dan IPP Tetap sebanyak 2014, sehingga radio yang mengudara di Indonesia sebanyak 3.734 radio.

Titik Kritis Pemotongan Hewan Kurban

drh. Iwan Berri Prima, Ketua Komisi Kesehatan, Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam MUI Bintan

“Bagi umat muslim, Hari raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya kurban merupakan ibadah yang bukan hanya menyangkut hubungan antara seorang hamba dengan pencipta-Nya, tetapi juga menyangkut hubungan sosial antar sesama manusia. Hal ini ditunjukkan dengan perintah melakukan pengorbanan berupa memotong hewan kurban. Oleh sebab itu, proses pemotongan hewan kurban harus mematuhi kaidah-kaidah tertentu”