Minggu12172017

Last update12:00:00 AM

Back Rubrik

Mewaspadai Perubahan Cuaca

Sejak beberapa waktu terakhir, Batam dilanda hujan deras dan angin kencang. Kondisi seperti itu terjadi bisa saja pagi hari, siang, maupun malam hari. Hal ini secara langsung membawa dampak terhadap aktifitas masyarakat yang berada di sekitar pesisir Batam dan Kepri. Lihat saja seperti di perairan Sagulung, Batam. Boat pancung yang melayani penumpang antarpulau di Pelabuhan Sagulung bahkan sempat tak beroperasi. Aktivitas pelayaran akan baru dilakukan jika cuaca kembali normal.

Agus Dilaporkan Korupsi, Hehehe

Agus Dilaporkan Korupsi, Hehehe
Oleh: Moh Mahfud MD, Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN), Ketua MK (2008-2013)

BANYAK yang terkejut ketika tiba-tiba ada berita, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dilaporkan ke Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi dalam proyek KTP Elektronik atau e-KTP. Berita ini terasa gila dan sensasional karena dua hal.

Waspada Produk yang Kadaluarsa

Waspada Produk yang Kadaluarsa

Tak dapat dipungkiri, Batam dan Kepri sudah "dibanjiri" produk-produk dari luar daerah termasuk yang berasal dari luar negeri. Produk tersebut mulai dari garmen, produk kecantikan, sampai makanan.  Sebagian besar produk-produk tersebut ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, sayangnya, dari banyak produk tersebut, khususnya kosmetik dan makanan, masih ada juga ditemukan produk-produk yang tergolong kadaluarsa dan yang sudah melewati masa edar. Hal ini dibuktikan dari razia yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri. Diketahui, sejak beberapa hari terakhir, BPOM Kepri gencar melakukan razia di sejumlah gudang penyimpanan makanan kemasan dan kosmetik. Dan baru-baru ini, petugas BPOM Kepri bersama aparat penegak hukum lainnya melakukan operasi gabungan, dan berhasil mengungkap perdagangan produk kosmetik ilegal di Kelurahan Tanjung Unggat, Tanjungpinang.

Dua Pria Racik Ekstasi di Tanjungpinang

Dua pria, TM (37) dan MRH (30) meracik pil eksatasi sendiri. Keduanya ditangkap di rumah kosan Sentosa Kamar 307, Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang Barat dan di pinggir Jalan Bakar Batu, Senin (4/9) lalu. Terbongkarnya kasus ekstasi ini tentu makin membuka mata kalau bahaya narkoba berada di sekitar kita.

Melawat ke Natuna, Menyelami Mitos Pulau Senua

Suhardi, Dosen dan Peneliti Sastra Lisan UMRAH Tanjungpinang

Provinsi Kepri selain memiliki sumber daya alam yang banyak, ternyata juga menyimpan berbagai kekayaan jenis mitosnya. Mitos-mitos tersebut tersebar di setiap kabupaten dan kota. Bagi peneliti sastra, khususnya sastra lisan, hal ini tentunya sangat mengagetkan dan menggiurkan. Mengagetkan karena tidak menyangka sebelumnya akan demikian.

Setianus Zai, Pemilik Cafe Ngop-Ngob

Harus Berani

Membangun usaha yang sudah lebih dulu banyak digeluti orang memang tidak mudah, butuh strategis dan inovasi agar usaha yang dikerjakan bisa bersaing secara sehat. Ditengah perkembangan bisnis usaha kedai kopi yang saat ini memang sangat menjamur dimana-mana, Setianus Zai pria kelahiran Nias 6 Juni 1981 silam ini mencoba keberuntungannya dengan mendirikan sebuah cafe tempat ngopi bernuansa Melayu. Ia menamakan cafe mininya itu cafe Ngop-Ngob atau cafe Ngopi dan Ngobrol.

Selamat Datang Jamaah Haji Kepri

Jumat (8/9) malam nanti, rombongan jamaah haji (JH) kloter I asal Kepri sudah tiba di Batam setelah lebih kurang 40 hari meninggalkan Tanah Air.

Pendidikan di Tengah Era Digital

Anas Rullah Simanjuntak, Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, STAI Ibnu Sina Batam

Kebebasan berpendapat di ruang publik saat ini benar-benar terbentang luas. Setiap orang dapat mengekspresikan gaya hidup manusia per-individu ataupun golongan.

Krisis Kemanusian di Rohingya

Perhatian dunia saat ini tertuju ke Myanmar. Sebanyak 400-an orang etnis Muslim Rohingya dilaporkan tewas dibantai militer Myanmar. Kini sekitar 50 ribuan warga telah mengungsi di Bangladesh sejak pekan lalu. Sementara 20 ribuan lainnya masih terjebak di daerah tak bertuan yang memisahkan antara Banglades dan Myanmar.

Kebijakan untuk Alternatif Ekonomi Batam

Industri galangan kapal di Batam memang tengah meredup. Sebuah fakta yang tidak bisa disangkal. Hal itu dapat dilihat dari sepinya order, banyaknya karyawan yang dirumahkan. Dan (bahkan) ada galangan kapal yang tutup. Hal ini terjadi akibat situasi global, dimana kondisi minyak dan gas dunia mengalami penurunan. Selain migas yang sedang merosot, permintaan batubara juga menurun, sementara diketahui produksi tongkang sejalan dengan permintaan batubara.

Kampung Segeram Milik Siapa?

Kampung Segeram Milik Siapa?
(Melacak Akar Sejarah Melayu di Pulau Bunguran (2))
Oleh: Umar Natuna, Ketua STAI Natuna sekaligus Ketua Tim Penelitian dan Pengembangan Kampong Segeram

Persoalan Kampung Segeram
Dari berbagai dialog dan perbincangan rombongan dan saya dengan masyarakat setempat, terutama dengan Pak Mukhtar Hadi, salah seorang Guru SD setempat, maka didapati beberapa informasi yang menarik. Pertama, soal penguasaan tanah. Jadi tanah sekitar jalan menuju Segeram, Semala dan Nyit-Nyit sebagian besar sudah di kuasai oleh para orang berduit, baik dari Pribumi yang ada di Ranai maupun dari tauke Cina dari Sedanau. Maka, ketika ditanya tanah untuk pengembangan pendidikan dan fasilitas umum lainnya, boleh dikatakan tidak ada, "memang tidak disiapkan," katanya. Saya pun mulai terenyuk. Karena kampung yang penuh nilai sejarah ini akan segera hilang dan lenyap di kemudian hari. Apalagi setelah melihat beberapa makam yang digali orang yang tak bertanggung jawab. Perbincangan untuk mencari lokasi untuk Posko STAI di sana pun mengalami jalan buntu.

 

Narkoba Tidak akan Pernah Beri Bahagia

Penyalahguna narkoba tampaknya tidak pernah sepi dari pemberitaan di media massa. Para pemakai itu berasal dari berbagai profesi dan elemen masyarakat. Mereka pun tersebar di hampir semua daerah. Secara kasat mata, kuantitas mereka ini bukannya berkurang, namun ditengarai mengalami trend peningkatan. Hal ini menjadi keprihatinan banyak masyarakat. Ketika instansi terkait berupaya meminimalkan peredaran narkoba, ternyata di sisi lain, penyalahguna ini makin terbuai dengan barang haram itu.

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Kapan Pemilihan Cawagub Kepri Berakhir?

Oleh: Raja Dachroni, Direktur Gurindam Research Centre (GRC: Research & Consuliting)

Sekitar setahun rasanya masalah pemilihan Calon Wakil Gubernur (cawagub) Kepri belum terselesaikan. Hingga beberapa hari yang lalu terbentuklah panitia pemilihan dan tatib untuk pemilihan Cawagubkepri. Apa sebabnya? Kapan cerita ini berakhir? Nah, ibarat sinetron yang memiliki episode yang sangat panjang. Episode demi episodenya sangat menarik untuk diikuti walau kadang dibuat penasaran dan sedikit memberikan luka kepada penontonnya. Barangkali itulah analogi yang pas untuk pemilihan Cawagub Kepri yang saat ini sedang dibahas oleh Pansus Cawagub DPRD Kepri yang dipimpin Surya Makmur Nasution yang juga merupakan politisi Demokrat.