Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Menyanyah

Menyanyah

Maaf, Saya Memilih untuk Tidak Memilih

Di suatu gerimis di suatu pagi, Otak Kiri, Nurani dan Otak Kanan membangunkan saya lebih cepat dari biasanya. Saya terkagum-kagum melihat rona wajah mereka yang memancar penuh pesona. Ada apa?

"Kami sudah sepakat. Hari ini, kami akan mengadakan pemilihan," kata Nurani saya sambil mengusap-usap kepalanya yang gundul.

Pemilihan? Pemilihan apa? Untuk apa? Siapa yang dipilih dan yang akan memilih?
Hmm. Sungguh, saya terkaget-kaget saat mendengar penjelasan Otak Kanan. Rupanya, mereka sekongkol, hendak memilih pemimpin diantara mereka. Ah, ada-ada saja ketiga sahabat sejati saya ini.

Duo HMS Berjaya di NKRI

By : Sofyan

Usai mencoblos pada Pemilu Kada Kepri, Rabu (26/5) lalu, saya berkeliling ke beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara), memantau jalannya pemilihan. Dari pengamatan saya, tak ada yang istimewa. Secara umum pencoblosan berjalan lancar, aman dan tertib.

Pegang Amanah Rakyat

By : Afrizal.
Pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kepulauan Riau setingkat Gubernur dan Bupati baru saja usai. Beragam prediksi dan tanggapan dari masyarakat Kepri-pun bermunculan. Ada yang menangpinya biasa-biasa, ada pula yang menyikapinya dengan gusar.

Sesuai Hati Nurani

Sahdan

By : M Syahdan.
Kita tentu selalu mendambakan pemimpin yang mau memperhatikan dan mensejahterakan masyarakat. Jadi kalau ternyata yang terjadi malah sebaliknya, kita pun kecewa, mengeluh bahkan demo. Sering kita dapat keluhan terhadap pemimpin, yang tak becus lah, ingkar janji lah dan berbagai kaluhan lainya. Keluhan itu disampaikan baik melalui obrolan dengan kawan-kawan maupun tulisan-tulisan di koran.

Bingung Setelah Nonton Debat

By : Andi.
Hari pencoblosan tinggal dua hari lagi. Namun, Sabeni masih bingung. Pedagang ketoprak itu belum lagi menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur yang bertarung pada 26 Mei nanti.

 

Rasa Kebangsaan

by. Johni F

Sekelompok remaja tertawa cekikitan sambil menikmati potongan pizza hut yang renyah. Juice strauberry melengkapi suasana ceria di salah satu franchise di kawasan foot street Nagoya Hill. Seorang remaja berpakaian teng top dan celana leging ketat juga tengah sibuk mengotak-atik handphone blackberry. Di meja lain juga tampak dua remaja sedang asyik facebook-an dengan laptop merk Acer warna pink.

Melihat gaya remaja di atas, mengingatkan saya dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang akan diperingati bangsa ini, tanggal 20 Mei besok. Muncul pertanyaan, apakah masih ada rasa kebangsaan itu ? Rasa yang dulunya digelorakan oleh Budi Utomo dan kawan-kawan dalam menentang dan melawan penjajahan Belanda.  Hingga, para pemuda-pemudi dari berbagai suku, golongan dan agama menyatakan kebulatan tekad untuk bersatu di bawah naungan Bhineka Tunggal Ika.