Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Menyanyah Ejaan Nama

Ejaan Nama

foto menyanyah fery heriyantoFery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

Lelaki itu kembali datang ke kantor pencatatan. Kepada petugas disana, dia mengatakan hendak mengurus surat guna mengambil kiriman uang dari anaknya yang menjadi TKI di luar negeri. Setelah mendapatkan surat yang diinginkan sekitar tiga jam kemudian, dia segera bergerak menuju ke kantor tempat uang kiriman itu bisa dicairkan.

"Pak, kenapa kok ejaan namanya tidak sama?" tanya petugas di situ.

"Tadi saya sudah minta petugas di kantor pencatatan untuk menulis dengan baik," ucap si Bapak.

"Tapi, nama yang tertulis disini tidak sama dengan identitas yang lain. Pada kartu yang satu, nama bapak tertulis "khairul". Namun, di kartu yang lain, tertulis "kairul". Tolong diperbaiki dulu, Pak," ucap si petugas.

"Apa tidak bisa dicairkan kiriman uang dari anak saya itu, Bu?"

"Tidak bisa Pak. Soalnya, ejaan nama Bapak salah," balas si Petugas.

"Namun alamatnya sama kan, Bu? Tolonglah...Memang saya orangnya," ujar si Bapak memelas.

"Tak bisa Pak...besok Bapak urus dulu surat keterangannya," timpal si petugas seraya menyerahkan surat yang ejaan namanya salah itu kepada si Bapak.

Besok harinya, Si Bapak kembali datang lagi ke kantor pencatatan untuk memperbaiki ejaan nama yang salah. Kepada petugas, si Bapak meminta agar ejaan namanya jangan sampai salah. Ejaan harus sama dengan kartu identitasnya yakni "khairul". Setelah menunggu sekitar lima jam, dokumen yang diperbaiki itu selesai.

Karena waktu sudah menunjukan lewat tengah hari, si Bapak langsung berangkat ke menuju kantor tempat pencairan uang, tanpa memeriksa dokumen tersebut. Setelah menempuh perjalanan sekitar 11 Km, si Bapak langsung mendatangi petugas.

"Maaf, Pak, ejaan namanya masih salah. Nama Bapak khairul. Di dokumen ini kok tertulis "kairhul". Mohon diperbaiki lagi. Setelah diperbaiki, baru datang lagi kemari," ucap si petugas.

"Aduuuh, nak...mohon dibantu lah...saya buru-buru tadi, tak sempat periksa. Saya butuh betul uang itu..tolonglah...alamatnya sama kan?" balas si Bapak kembali memelas.

"Tidak bisa, Pak...kami menjalankan prosedur. Kalau tidak sesuai, uangnya tidak bisa dicairkan," ketus si petugas.

"Tolonglah, nak..sudah tiga kali saya pulang balek kemari. Lelah juga saya mengayuh sepeda dari rumah," ucap si Bapak mengiba.

"Besok saja kemari lagi, Pak, jika tulisan ejaan namanya sudah betul. Kami sudah mau tutup," ucap si petugas seraya menyerahkan kertas satu lembar itu dan beranjak ke belakang.

Dengan langkah lemas si Bapak meninggalkan kantor itu dan mengayuh sepedanya dengan keringat yang masih belum kering. Dalam perjalanan, terbayang wajah sang istri di rumah yang menunggu obat yang akan dibeli dari uang kiriman sang anak. ***

 

Share