Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Menyanyah Mengapa Bercerita Kepada Angin? *)

Mengapa Bercerita Kepada Angin? *)

fery heriyantoMengapa Bercerita Kepada Angin? *)
Menyanyah: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

"Mengapa kamu bercerita kepada angin?" tanya kami kepada salah seorang teman.
"Ya, kepada siapa lagi aku bisa bercerita? Selama ini, jika aku bercerita pada kalian, hampir tidak ada respon terhadap apa yang aku ceritakan," jawabnya.
"Dan lagi, dengan angin aku bisa bicara bebas. Mereka mendengar semua ceritaku. Mereka mendengar semua keluh kesahku. Dan mereka mendengar semua apa yang aku rasakan," tambahnya lagi.
"Bukanlah masih banyak lagi tempat yang bisa menjadi penampung seluruh apa yang kamu rasakan?" balas kami.
"Siapa?" tanyanya.

"Sangat banyak! Carilah tempat yang mampu menutup dan menjadikan semua cerita yang kamu sampaikan itu tersimpan rapi," ujar kami lagi.
"Tidak ada! Semuanya telah menutup telinga. Yang ada hanya aku. Dan angin-lah yang bisa memberikan aku kedamaian. Hanya angin yang bisa membuat aku lega," paparnya.
"Tidak, tidakkah kamu tahu, jika semua yang kamu ceritakan akan membawa dampak pada dirimu?" tanya kami lagi.
"Tak peduli aku. Yang pasti, ketika semua telah aku keluarkan, beban yang ada padaku bisa berkurang. Aku bisa lebih ringan. Aku bisa lebih damai!" tegasnya.
"Tapi tak meski semua keluh kesah, perjalanan, kehidupanmu yang harus kamu sampaikan."
"Kenapa? Bukankah itu hak aku? Apakah yang aku lakukan ini membuat kalian terbebani? Aku rasa tidak! Sangat tidak! Setiap orang pasti mempunyai bermacam perjalanan, kehidupan, dan cerita yang bisa disampaikannya kepada siapa saja. Begitu juga aku," katanya lagi.
"Dan aku butuh tempat untuk menampung semua itu," tambahnya.
"Ya, kami memang tidak siapa-siapa bagimu selain hanya teman, orang yang dalam keseharian berada di dekatmu. Dan apa yang kamu katakan, benar. Kami tidak akan membantah. Namun, tidak semua cerita yang kamu sampaikan kepada kami meski kami respon dan terima. Kami tentunya memilah-milah semua yang kamu ceritakan itu," jawab kami.
"Ya, itu hak kalian juga. Tapi yang menjadi pilihanku, ketika aku bercerita kepada siapa saja, tidak perlu kalian permasalahkan. Biar aku yang menerima konsekwensi dari semua itu."
"Benar. Semua konsekwensi dari perbuat seseorang, orang itulah yang akan menerimanya. Tapi saran kami, carilah tempat bercerita yang bisa menjaga dirimu."
"Aku selalu menjaga diriku dengan baik. Sangat baik," ujarnya lagi.
"Memang, saat ini kamu merasa baik. Kekhawatiran kami, ketika semua cerita yang kamu sampaikan kepada angin, angin akan membawa cerita itu kepada pohon. Angin menyebarkan ceritamu kepada pucuk-pucuk rumah. Angin mengabarkan cerita mu pada rumput, ombak, dan apa saja yang ada di bumi. Angin akan menerbangkan semua cerita-cerita tentangmu kepada dunia. Akhir, jadilah kamu sebagai bahan cerita di dunia ini," kata kami serempak.***


*) mengutip ngobrol-ngobrol dengan seorang senior

Share