Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Menyanyah Iblis pun Berencana Resign

Iblis pun Berencana Resign

fery heriyantoIblis pun Berencana Resign
Menyanyah: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

Akhir pekan kemarin, kami menghabiskan waktu libur berjumpa beberapa sahabat di sebuah cafe di sudut kota. Kami ngobrol bermacam isu sambil menikmati minuman dan snack favorit masing-masing.
"Kalian udah dengar kabar jika iblis mau undur diri?" ujar salah seorang teman tiba-tiba.
"Apa? Kabar dari mana itu?" tanya kami heran.
"Saya juga dengar informasi ini dari seorang kawan yang pekan lalu datang ke rumah. Dan kawan saya itu dapat berita ini juga dari temannya," ucapnya lagi.
"Kenapa bisa begitu?"

"Kisahnya begini," katanya mulai bercerita.
"Di sebuah pengadilan kota, para terdakwa dan pelaku bermacam kejahatan diadili. Satu persatu dari mereka didudukan di kursi pesakitan dan ditanya hakim. Saat pelaku curi ayam ditanya, kenapa dia melakukan perbuatannya, dia menjawab jika dia khilaf karena tergoda bisikan iblis, makanya perbuatan itu dia lakukan. Lalu terdakwa penerima suap saat ditanya hakim, juga menjawab jika dia melakukan perbuatannya karena tak tahan melihat uang, ditambah iblis juga menggodanya. Selanjutnya, terdakwa pencabulan saat ditanya hakim juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Dia melakukan perbuatannya didasari karena "tak tahan" yang luar biasa ditambah lagi iblis mendukung aksinya itu," urai sang teman itu bercerita.
"Lalu, apa hubungannya dengan iblis resign?" tanya kami lagi.
"Sabar, itu baru di satu pengadilan. Di pengadilan kota-kota lain, ternyata hal yang serupa juga terjadi. Ketika terdakwa pemberi gratifikasi diadili, si pelaku mengatakan jika perbuatannya itu didorong oleh iblis. Lalu saat terdakwa perampokan diadili, dia mengatakan jika awalnya dia tidak punya niat untuk berbuat, namun, karena iblis berbisik, makanya dia melakukan perbuatannya itu. Begitu pula saat seorang pemimpin didakwa telah melarikan anak gadis orang. Si pelaku mengatakan jika dia tergoda kecantikan si gadis, dan iblis membisikan menyuruhnya membawa lari gadis tersebut. Demikian juga dengan seorang koruptor. Saat ditanya hakim, kenapa dia sampai hati melakukan perbuatan itu, padahal dia telah disumpah, dengan suara berat si koruptor mengatakan, dia tergoda karena bisikan iblis. Demikian juga alasan terdakwa-terdakwa lainnya," paparnya lagi.
"Ternyata, di setiap pengadilan, ada intelijen iblis yang ikut menyaksikan sidang. Karena namanya selalu disebut-sebut setiap sidang, dia marah dan mendatangi ketuanya. Kepada ketuanya, si intelijen iblis itu mengungkapkan, dia tidak bisa terima nama mereka selalu disebut-sebut. "Saya tidak bisa terima ketua, jika nama kita disebut-sebut. Mereka yang merancang, mereka melakukan perbuatannya, mereka yang menikmati hasilnya, kita pula yang mereka jadikan 'kambing hitam'. Ini tidak adil! Jika kondisi ini selalu terjadi, saya tak tahan! Lebih baik saya resign saja jadi iblis, ketua!" ucap si intelijen iblis dengan wajah cemberut. ***

Share