Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Opini

Opini

Merindukan Kebangkitan Peran Cendekiawan Melayu

Perlehatan Tamadun Melayu di Daik Lingga pada 19 s.d 24 November 20017 bersempena Ulang Tahun 14 tahun Kabupaten Lingga adalah momentum cultural strategis untuk membangkitkan kembali setidak-tidaknya peran cendekiawan Melayu di era milenial ini. Hal ini bukanlah mengada-ada sekiranya kita merindukan kebangkitan kembali peran cendekiawan  Melayu. Sebab, sebelumnya Pulau penyengat dan khususnya di Kerajaan Riau-Lingga telah melahirkan berbagai ulama dan cendekiawan Melayu yang belum tertandingi sampai hari ini. Para ulama dan cendekiawan Kerajaan Riau Lingga bukan saja berkutat pada wilayah agama dan cendekiawan semata , melainkan juga mereka terlibat dalam berbagai usaha di bidang ekonomi.

Pancasila Sumber Norma

SERING ditanyakan, “Apakah kalau kita melanggar Pancasila bisa dijatuhi sanksi atau dihukum?” Jawabannya, jika yang dimaksud dihukum itu adalah dipenjarakan maka orang yang melanggar Pancasila belum tentu bisa dihukum.

Pulau Kundur Surganya Durian

Siapa yang tidak mengenal buah durian? Rasa buah durian yang sangat khas ini tidak jarang membuat banyak orang ketagihan. Buah durian kaya akan serat dan antioksidan, bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh The Swiss Society of Food Science and Technology menunjukkan bahwa kandungan antioksidan pada buah durian yang telah matang lebih tinggi jika dibandingkan dengan salak, manggis, leci dan mangga (USDA National Nutrient Database for Standard Reference 2008).

Pelajaran di Balik Kunjungan Budaya ke Singapura dan Malaysia

Pelajaran di Balik Kunjungan Budaya ke Singapura dan Malaysia
Oleh: Umar Natuna, Pemerhati Sosial Politik dan Keagamaan, tinggal di Ranai Natuna

Sivitas akademika STAI Natuna pada 29-31 Oktober 2017 lalu  melakukan kunjungan budaya ke Singapura dan Malaysia. Dalam kunjungan ke Singapura tempat yang  dituju adalah Pusat Bahasa Melayu Singapura (Malay Language Center of Singapura). Sedangkan di Malaysia tempat kunjungan antara lain; Gabungan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA), Akademi Pengkajian Melayu Universitas Malaya, Persatuan Penulis Johor ( PPJ). Kunjungan yang bertajuk lawatan budaya ini dimaksudkan untuk membalas kunjungan delegasi dari Singapura dan Malaysia saat Seminar Internasional Tamadun Melayu di STAI Natuna 29 Oktober 2016 lalu, juga dimaksud untuk melihat lebih dekat tentang perkembangan dan kemajuan tamadun melayu di kedua Negara tersebut.

Siapakah Wakil Gubernur Kepri?

SEPERTI labirin. Ya, labirin yang rumit, berkelok berliku-liku, serta memiliki banyak jalan buntu. Itulah analogi sederhana kondisi yang dihadapi Gubernur Kepri bersama partai pengusungnya dalam menentukan kriteria satu nama calon pendampingnya, Kepri-2 (Wakil Gubernur Kepri).

Aksi Kebangsaan dan Reorientasi Studi Agama

Tanggal 28 Oktober 2017 besok, berbagai Perguruan Tinggi se- Indonesia akan menggelar aksi kebangsaan melawan radikalisme. Gerakan ini merupakan ikhtiar atau upaya bagi masyarakat perguruan tinggi untuk mengantisipasi semakin menguatnya paham radikal dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara.  Radikalisme yang berbasis ras, suku, agama dan budaya memang merupakan potensi laten (tersembunyi) yang bias menjadi potensi aktual, jika ada situasi politik, ekonomi dan budaya yang memicunya. Kemiskinan, kesenjangan social ekonomi, disparitas social antara wilayah adalah pendulum yang bisa menjadi pemicu berbagai aksi kekerasan dalam kehidupan masyarakat.

Membangkitkan Kecerdasan Sosial Pelajar

Harapan Seorang Guru pada Generasi Muda

“Jangan berharap bangsa lain akan menghormati bangsa Kita, bila pemuda bangsa kita sendiri tidak lagi menghormati bangsanya sendiri.” Kalimat ini terdengar sederhana, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam. Bagaimana kehormatan bangsa ini kedepannya sepenuhnya ada ditangan para pemuda dan itu ditentukan hari in. Bagaimana kita menanamkan kecintaan pada bangsa kita dalam diri para pemuda hari ini akan menentukan kehormatan dan kejayaan bangsa kita dimasa yang akan datang.

Napak Tilas Hikmah Hijrah

Beribroh pada Nilai Sejarah Hijrah untuk Hijrah Maknawi

“dan barang siapa yang berhijrah di jalan Allah, maka dia akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak...” (QS.An-Nisa’ ayat 100)

Santri dan Pengabdian

Menyambut Hari Santri Nasional 2017

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, menjadi sejarah baru sejak dikeluarkannya Keppres nomor 22 tahun 2015 oleh Presiden Jokowi, tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Adanya hari santri, tidak terlepas dari resolusi jihad yang dikumandangkan oleh kyai besar Nahdatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asyari. Mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional? Hal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Belajar dari Pemindahan Ibu Kota Malaysia

Di era pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, PM. Mahathir Mohamad, Malaysia telah berhasil memindahkan ibu kota negara dari Kuala Lumpur ke ibu kota baru yaitu di Putrajaya yang menjadi Wilayah Persekutuan Putrajaya. Putrajaya menggantikan Kuala Lumpur sebagai pusat Pemerintahan dan Administrasi Kenegaraan.

Peran Muslimah dalam Dakwah

Naning Wakhidya,  Aktivis LDK Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam (IMMPB)

Dakwah berasal dari bahasa Arab, yang akar katanya adalah da’â – yad’û – da’watan yang berarti menyeru, memanggil, mengajak dan menjamu. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik , serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl : 125)

Sengketa Perbatasan yang Belum Selesai

Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA, Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Provinsi Riau, Alumni IKMAS, UKM Malaysia


Pisahnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 20 Mei 2002 dan membentuk negara yang bernama Timor Leste belum mengakhiri masalah yang selama ini muncul yaitu perbatasan ke-2 negara. Ketika Timor Timur masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maupun sesudah Timor Timur pisah dan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat persoalan sengketa wilayah masih menjadi kendala. Timor Leste (dulu bernama Timor-timur) merupakan suatu wilayah yang terus menjadi masalah bagi Indonesia khususnya menyangkut masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Setelah pisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), permasalahan bukannya selesai, namun masih meninggalkan persoalan yaitu sengketa perbatasan ke- 2 negara. Sengketa batas wilayah ke-2 negara tersebut berada di wilayah Noelbesi Citrana, Desa Netamnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sengketa dan Pemekaran Daerah di Wilayah Perbatasan

Hasrul Sani Siregar, Widyaiswara Ahli Madya BPSDM Provinsi Riau

Sebagai negara Kepulauan, Indonesia memiliki kepentingan yang sangat besar terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terkecil yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan juga Timor Leste.