Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk

Tajuk

Dua Pria Racik Ekstasi di Tanjungpinang

Dua pria, TM (37) dan MRH (30) meracik pil eksatasi sendiri. Keduanya ditangkap di rumah kosan Sentosa Kamar 307, Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang Barat dan di pinggir Jalan Bakar Batu, Senin (4/9) lalu. Terbongkarnya kasus ekstasi ini tentu makin membuka mata kalau bahaya narkoba berada di sekitar kita.

Setianus Zai, Pemilik Cafe Ngop-Ngob

Harus Berani

Membangun usaha yang sudah lebih dulu banyak digeluti orang memang tidak mudah, butuh strategis dan inovasi agar usaha yang dikerjakan bisa bersaing secara sehat. Ditengah perkembangan bisnis usaha kedai kopi yang saat ini memang sangat menjamur dimana-mana, Setianus Zai pria kelahiran Nias 6 Juni 1981 silam ini mencoba keberuntungannya dengan mendirikan sebuah cafe tempat ngopi bernuansa Melayu. Ia menamakan cafe mininya itu cafe Ngop-Ngob atau cafe Ngopi dan Ngobrol.

Selamat Datang Jamaah Haji Kepri

Jumat (8/9) malam nanti, rombongan jamaah haji (JH) kloter I asal Kepri sudah tiba di Batam setelah lebih kurang 40 hari meninggalkan Tanah Air.

Krisis Kemanusian di Rohingya

Perhatian dunia saat ini tertuju ke Myanmar. Sebanyak 400-an orang etnis Muslim Rohingya dilaporkan tewas dibantai militer Myanmar. Kini sekitar 50 ribuan warga telah mengungsi di Bangladesh sejak pekan lalu. Sementara 20 ribuan lainnya masih terjebak di daerah tak bertuan yang memisahkan antara Banglades dan Myanmar.

Kebijakan untuk Alternatif Ekonomi Batam

Industri galangan kapal di Batam memang tengah meredup. Sebuah fakta yang tidak bisa disangkal. Hal itu dapat dilihat dari sepinya order, banyaknya karyawan yang dirumahkan. Dan (bahkan) ada galangan kapal yang tutup. Hal ini terjadi akibat situasi global, dimana kondisi minyak dan gas dunia mengalami penurunan. Selain migas yang sedang merosot, permintaan batubara juga menurun, sementara diketahui produksi tongkang sejalan dengan permintaan batubara.

Narkoba Tidak akan Pernah Beri Bahagia

Penyalahguna narkoba tampaknya tidak pernah sepi dari pemberitaan di media massa. Para pemakai itu berasal dari berbagai profesi dan elemen masyarakat. Mereka pun tersebar di hampir semua daerah. Secara kasat mata, kuantitas mereka ini bukannya berkurang, namun ditengarai mengalami trend peningkatan. Hal ini menjadi keprihatinan banyak masyarakat. Ketika instansi terkait berupaya meminimalkan peredaran narkoba, ternyata di sisi lain, penyalahguna ini makin terbuai dengan barang haram itu.

Bandara Busung dan Menyiapkan SDM Mumpuni

Kepri akan memiliki bandara terbesar di Asia Tenggara. Bandara itu terletak di Desa Busung, Kabupaten Bintan. Diperkirakan pada 2019 mendatang, bandara tersebut sudah difungsikan. Dengan begitu, mobilitas masyarakat dan ekonomi Kepri yang selama ini sebagian besar tersentral di Batam, akan beralih ke Kabupaten Bintan.  

Memaknai Idul Adha

Kemarin, umat Islam Se-Dunia merayakan Idul Adha 1438 H. Hari raya ini selalu ditandai dengan penyembelihan hewan kurban berupa kambing, sapi atau pun unta. Dalam ritual Idul Adha kita mendapatkan banyak sekali pelajaran yang bukan semata-mata persoalan ibadah kepada Allah SWT.

Tes Urine Para Pegawai

Puluhan pejabat dan pegawai Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Kota Tanjungpinang mengikuti tes urine, Rabu (30/8). Kegiatan itu dilaksanakan oleh Badan Narkotika Kepri (BNP) dalam rangka memberantas peredaran narkoba.

Hukum yang Tegas Pelaku Narkoba

Tampaknya pelaku narkoba tidak pernah jera dengan ulahnya. Lihat saja, walaupun sudah banyak yang ditangkap atas kepemilikan dan melakukan peredaran narkoba, namun pelaku lainnya tetap saja melakukan ha; serupa tanpa ada rasa takut. Seperti diketahui, sejak beberapa waktu belakangan, begitu banyak pelaku yang ditangkap. Termasuk yang membawa narkoba dari luar negeri dengan modus memasukan barang haram itu kedalam  tubuhnya. Seperti yang dilakukan olah seorang pria bernama Donny Mutano (36), pada Minggu (27/8) kemarin. Dari dalam tubuhnya ditemui narkoba seberat 117 gram sabu.

Pariwisata Kepri

Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, pada 2017 ini Batam dan Karimun menjadi daerah penyumbang turunnya kunjungan wisatawan ke Kepri. Dari data yang disampaikan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri menurun sebesar 15,61 persen. Berbeda dengan Bintan dan Tanjungpinang.