Jumat09222017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk

Tajuk

DBD Mulai Menyerang Warga

Dari tahun ke tahun, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim peralihan  selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Korban jiwa dan menumpuknya pasien di rumah sakit menjadi dominan setiap kali "musim DBD" tiba.

Kepri Darurat Narkoba

Pelabelan "Kepri Darurat Narkoba" mengusik harga diri dan martabat kita sebagai masyarakat Bunda Tanah Melayu yang beradab. Namun demikian fakta dan data peredaran narkoba di Kepri ini, membuat kita seolah tidak berdaya. Peredaran barang haram itu telah menjerat semua lapisan masyarakat. Tak ada satu pun tempat di Kepri ini steril dari narkoba; merambah area penegak hukum, kampus, PNS, para pekerja dan pelajar.

Gedung Laboratorium DKPKH Terbengkalai

Gedung Laboratorimun milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri di Toapaya Asri, Bintan terbengkalai. Bagian dinding yang dilapisi keramik warna hitam banyak yang rusak. Kerusakan ini disebabkan, pemasangan keramik sebesar 60x60 centimeter (cm) itu dilakukan asal jadi.

Nasib Pilu Pahlawan Devisa

Sungguh pilu nasib ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kuala Lumpur dan Negara Bagian Selangor, Malaysia. Saat ini, mereka terpaksa bersembunyi di hutan-hutan sawit dan rumah-rumah sewa guna menghindari razia besar-besaran Imigrasi Malaysia terhadap pekerja ilegal.

Beri Perhatian Seluruh Sektor Ekonomi

Fakta memperlihatkan jika kondisi Batam kini jauh dari Batam beberapa tahun lalu. Secara fisik, Batam dinilai cukup baik, namun, dari segi ekonomi, kota ini mengalami penurunan yang cukup mencolok. Dari data yang dirilis media ini termasuk media yang lain di Kepri, saat ini diperkirakan ada sekitar 200 ribu jiwa yang belum mendapatkan pekerjaan. Hal itu terjadi karena sepanjang 2017 lebih kurang 34 perusahaan tutup.

Cabuli Anak Kandung

Judul di atas menjadi momok menakutkan. Betapa mengerikan, anak sendiri menjadi budak seks ayahnya. Siapa mengira Benny Sumarauw (44), warga perumahan Permata Asri, Seibeduk, Batam mencabuli anaknya. Di luar bayangan kita kalau bapak dua istri ini mencabuli anaknya selama tiga tahun, sejak korban masih berumur 14 tahun.

Jambret Kian Meresahkan

Aksi jambret semakin meresahkan. Mereka tidak memandang waktu, tempat dan siapa korbannya. Jika ada kesempatan, mereka langsung melancarkan aksinya. Kamis (6/7) siang, seorang ibu rumah tangga, Anerouli Sinaga menjadi korban. Kalung emas yang baru saja selesai ditebus di Pegadaian dirampas penjambret. Peristiwa perampasan ini terjadi di rusa jalan S Parman, tidak jauh dari Pasar Pancur, Tanjungpiayu, Seibeduk, Batam.

Penerimaan Siswa Baru

Beberapa minggu belakangan ini, orang tua disibukan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).  Mereka sibuk memburu sekolah yang tepat bagi anak-anaknya. Hal ini  selain menyita waktu dan tenaga juga menguras kantong.

Penanganan Begal Harus Secara Utuh

Tindakan yang dilakukan oleh kelompok begal Persatuan Junior Rantau (PJR) Family akhir pekan kemarin kepada korbannya, SW, di kawasan Batuaji, tergolong sadis. Dengan modus melempar korban dengan batu, korban berhenti, saat itu mereka meminta barang berharga korban. Jika tidak diberikan, korban dikasari dengan senjata. Malang yang menimpa SW, setelah mendapat kekerasan dari para pelaku, korban akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan tim medis.

Pasca Idul Fitri

Sepekan pasca Idul Fitri, aktifitas di hampir seluruh lini di Batam dan Kepri sudah terlihat. Kantor-kantor pemerintah sudah mulai bergeliatan. Demikian pula kantor-kantor swasta dan lainnya. Hanya aktifitas lembaga pendidikan termasuk sekolah yang masih libur hingga pertengahan Juli ini. Namun, secara umum, masyarakat sudah kembali melakukan aktifitas rutinnya.

Soal Transportasi, Jangan Biarkan Berlarut-larut

Persoalan transportasi konvensional dan online di Batam hingga kini masih menjadi masalah. Pasca "dibekukannya' transportasi berbasis online per 1 Juni lalu sampai sekarang, sepertinya belum ada formula yang tepat atas persoalan ini. Masalah seolah dibuat menggantung. Masyarakat dibuat bingung. Diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan Kota Batam mengatakan, di-stop-nya transportasi online di Batam karena tak memenuhi aturan revisi Permenhub No. 32 tahun 2016.