Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Bandara Busung dan Menyiapkan SDM Mumpuni

Bandara Busung dan Menyiapkan SDM Mumpuni

Kepri akan memiliki bandara terbesar di Asia Tenggara. Bandara itu terletak di Desa Busung, Kabupaten Bintan. Diperkirakan pada 2019 mendatang, bandara tersebut sudah difungsikan. Dengan begitu, mobilitas masyarakat dan ekonomi Kepri yang selama ini sebagian besar tersentral di Batam, akan beralih ke Kabupaten Bintan.  
Pembanguan bandara ini memberikan angin segar bagi perkembangan pembangunan Kepri untuk masa mendatang. Dapat dibayangkan bagaimana dinamisnya perkembangan ekonomi, pembangunan, pariwisata, dan perdagangan di Kepri kedepan. Dalam bahasa sederhana, hadirnya bandara di Busung akan memberikan multiplier effects yang luar biasa bagi sektor lainnya di Kepri dan khususnya di Bintan.

Tidak dapat dipungkiri, dipilihnya Desa Busung untuk pembangunan bandara terlengkap dan terbesar se-Asia itu disebabkan letak geografis Bintan yang dekat dengan Singapura. Lalu, antara bandara dan pelabuhan terintegrasi sehingga pergerakan komponen pesawat lebih mudah dan efesien. Selain itu, Bintan juga menjadi bagian dari area perdagangan bebas/free trade zone (FTZ) sehingga memberikan nilai tambah. Tidaknya hanya itu, adanya Bandara Busung, tidak hanya ekonomi, perdagangan, wisatawan yang diserap, namun, diharapkan pelaksanaan perawatan pesawat juga bisa lebih cepat. Bandara ini diharapkan bisa mengambil alih perawatan pesawat yang selama ini di luar negeri. Apalagi diketahui, pertumbuhan pasar perawatan pesawat di Indonesia baru 15 persen per tahun. Bahkan pasar yang diserap baru 40 persen sedangkan 60 persennya lagi kebanyakan perawatan pesawat di luar negeri.

Percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas ini, tentunya wajib disikapi dengan langkah yang tepat. Tepat seperti apa? Yang paling penting tentu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam berbagai bidang yang siap untuk berkompetisi nantinya. Ini adalah hal wajib disiapkan. Sebab apa? Dengan adanya bandara terbesar di Asia Tenggara, jelas nantinya diperlukan orang-orang yang memiliki kemampuan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan banyak negara. SDM yang benar-benar bisa menguasai sebagian besar dari hasil cipta teknologi, punya kemampuan sejumlah bahasa, memahami budaya, dan lainnya.

Disadari selama ini, meskipun kita berada di daerah yang sebagian negara tetangga telah bergerak cepat, namun, hal itu belum memberikan motivasi menyeluruh bagi sebagian masyarakat. Seyogianya, percepatan yang dilakukan oleh negara-negara tetangga itu, setidaknya memberi semangat yang besar pula untuk bisa (minimal) menyaingi mereka.

Sebentar lagi, Kepri akan menjadi sorotan Asia Tenggara, bahkan dunia. Ini harus disikapi dengan cepat. Tidak ada kata terlambat untuk berbenah dan memperbaiki diri. Tidak ada kata telat untuk menyiapkan dan membekali diri menyambut percepatan pembangunan yang kini tengah dilakukan. Asal ada kemauan dan niat, perkembangan pembangunan dan percepatan teknologi masa depan itu akan bisa disambut dengan senyum. Namun, apabila membiarkan semua itu bergerak, maka siap-siap untuk ketinggalan kereta. Hal ini tentu tidak diinginkan. Karena itu, mari sambut kemajuan dan pergerakan pembangunan dengan ilmu dan pengetahuan. ***

Share