Jumat11242017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Setianus Zai, Pemilik Cafe Ngop-Ngob

Setianus Zai, Pemilik Cafe Ngop-Ngob

Harus Berani

Membangun usaha yang sudah lebih dulu banyak digeluti orang memang tidak mudah, butuh strategis dan inovasi agar usaha yang dikerjakan bisa bersaing secara sehat. Ditengah perkembangan bisnis usaha kedai kopi yang saat ini memang sangat menjamur dimana-mana, Setianus Zai pria kelahiran Nias 6 Juni 1981 silam ini mencoba keberuntungannya dengan mendirikan sebuah cafe tempat ngopi bernuansa Melayu. Ia menamakan cafe mininya itu cafe Ngop-Ngob atau cafe Ngopi dan Ngobrol.
Alamatnya berada persis di jalan menuju Pantai Trikora tepatnya di Jalan Wisata Bahari Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Disana ia mencoba menjual konsep cafenya yang unik. Biasanya orang ngopi di kursi serta meja, Zai begitu sapaan akrabnya, mencoba menyajikan nuansa berbeda. Ia memadukan lukisan yang mirip dengan Mesjid Pulau Penyengat dengan sampan bekas yang disulap menjadi tempat duduk pelanggannya.

"Kita harus berani dalam menuangkan ide kita. Jangan takut mencoba bersaing, rezeki sudah ada yang mengaturnya. Tinggal bagaimana kita berusaha saja," ungkap bapak dua anak ini.

Di cafenya yang sederhana namun asik untuk dijadikan tempat tongkrongan itu, Zai menjual berbagai macam aneka minuman dengan bahan dasar kopi. Rasanya cukup menarik, ada yang dikombinasikan dengan coklat, milo dan lain sebagainya. Selain itu, Ia juga menyajikan jaringan wireless (Wifi) secara cuma-cuma bagi pengunjung cafenya.

"Namanya cafe saya ini Ngop-Ngob, karena orang ngopi pasti sambil ngobrol. Nah, disitu lah saya melihat bagaimana menciptakan suasana yang asik untuk tempat orang bersosialisasi untuk semua kalangan," ucapnya.

Laki-laki yang sudah bosan menjabat diberbagai perusahaan swasta dalam negeri dan luar negeri ini juga mengatakan, tidak perlu jadi bintang tapi cukup menciptakan sejarah. Menurutnya, banyak orang berpikir bahwa salah satu cara untuk meraih kesuksesan adalah dengan menjadi bintang. Padahal kita lupa, dengan menciptkan sejarah kita secara otomatis telah menjadi bintang.

"Menjadi bintang tanpa menciptakan sebuah sejarah adalah hal sulit untuk dilakukan. Tapi dengan sejarah baru yang kita ciptakan sebenarnya akan membawa kita menjadi bintang secara bersamaan," tuturnya.

Diterakhir pembicaraan, laki-laki yang biasa mengajar bahasa Inggris ini berpesan, jangan pernah menyerah untuk meraih mimpi. Karena mimpi bisa menjadi kenyataan bila dibarengi dengan usaha keras dan niat serta doa kepada tuhan. Ia bercerita tentang kariernya saat bekerja menjadi manager Redboxx cafe pada tahun 2004. Alhasil, kerja kerasnya dalam kurun waktu 1, berhasil mengantarkan dirinya meraih posisi Operasional Manager (setingkat GM) di Zense Asia Bistro dan The X Cafe (Tujungan Plaza Surabaya) selama 2 Tahun.

"Semuanya saya sudah lalui, bukan karena pendidikan saya yang tinggi tapi karena tekad dan keinginan saya yang mendorong saya untuk selalu bekerja keras dan yakin bisa sukses," kata Zai. (oxy)

Share