Jumat11242017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Dua Pria Racik Ekstasi di Tanjungpinang

Dua Pria Racik Ekstasi di Tanjungpinang

Dua pria, TM (37) dan MRH (30) meracik pil eksatasi sendiri. Keduanya ditangkap di rumah kosan Sentosa Kamar 307, Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang Barat dan di pinggir Jalan Bakar Batu, Senin (4/9) lalu. Terbongkarnya kasus ekstasi ini tentu makin membuka mata kalau bahaya narkoba berada di sekitar kita.
Meskipun narkoba jenis ekstasi yang dibuat itu oplosan, mencampurkan obat-obatan dan pewarna lalu dicetak menjadi pil ekstasi dengan menggunakan pipa stainles dan satu buah tutup botol, tapi temuan polisi ini menggambarkan peredaran narkoba di Tanjungpinang sudah mengkhawatirkan.

Ibaratnya, Tanjungpinang ini telah diobok-obok sindikat nakoba. Dari temuan ini pun bukan tidak mungkin masih terdapat tempat lain yang memproduksi obat-obatan sejenis. Suka atau tidak suka, kita harus berani mengakui, lahan subur bagi pembuatan ekstasi tersebut boleh jadi tidak terlepas dari masih ada kelemahan sistem pengawasan dari instansi-instansi terkait.

Selama ini, peredaran narkoba memang menumpang di semua potensi jalur, baik darat, laut maupun udara. Perdagangan tersembunyi dilakukan melalui agen-agen di semua lapisan dan boleh jadi instansi terkait. Namun sulit untuk mengklaim suatu instansi sama sekali bersih dari kemungkinan menjadi lalu lintas peredarannya, walaupun hal itu jelas merupakan tanggung jawab pribadi dari oknum-oknumnya saja.

Dari PNS, pegawai swasta, mahasiswa, pelajar, bahkan di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang mestinya bisa steril pun beberapa kali tersusupi distribusi peredaran narkoba. Ketiadaan jaminan tempat apa pun dan di mana pun steril dari potensi tersebut jelas menggambarkan tentang begitu besar ancaman bagi masa depan generasi muda kita.

Dalam konteks pergaulan dan gaya hidup, mempersiapkan generasi muda sebagai sumber daya manusia (SDM) yang tangguh jelas berada dalam situasi yang penuh rongrongan. Di sini bertaut banyak sekali pilar yang harus ditegakkan, mulai dari mutu pendidikan, keluarga, peran pemerintah, dan lembaga-lembaga swasta maupun penegakan hukum sebagai bagian dari terapi. Jadi, penanggulangan bahaya narkoba merupakan pekerjaan dan tanggung jawab bersama seluruh elemen.

Kita sampaikan salut dengan kepolisian atas keberhasilan membongkar produksi ekstasi di Tanjungpinang. Hal ini harus dihargai sebagai prestasi. Ke depan, mutu pengawasan dari berbagai instansi harus ditingkatkan lagi, sehingga kita tidak lagi kecolongan sesudah semua berjalan. Masyarakat pun harus terus mendukung di belakang polisi untuk melawan narkoba. Semoga...***

Share