Minggu12172017

Last update12:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Pencuri Burung

Pencuri Burung

Aparat Polsek Sagulung, Batam menangkap tiga pencuri burung, mesin cuci dan tabung gas elpiji. Para pelaku masih berusia remaja. Mereka beroperasi menggunakan mobil rentalan.
Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto mengatakan penangkapan ketiga pelaku itu atas laporan masyarakat yang kehilangan burung.  Polisi kemudian memancing dengan menyamar sebagai pembeli burung. Mereka pun janjian untuk bertemu di kawasan SP Plaza. Begitu transaksi polisi yang menyamar tadi langsung menangkap pelaku.

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti dua unit mobil rental yang digunakan tersangka dalam beraksi dan 20 ekor burung. Burung hasil curian tersebut dijual secara online di media sosial (Medsos) dengan harga mulai Rp1 juta hingga Rp7 jutaan/ekor.  

Masalah pencurian barang, merupakan penyakit lama yang bukan hanya terjadi Batam, tapi hampir seluruh wilayah di Indonsia. Penyakit ini selalu kambuh manakala kewaspadaan masyarakat menurun dan ada celah dari sistem keamanan.  Pemberantasannya sudah sering dilakukan polisi dan selalu berhasil selama operasi berlangsung. Namun, begitu operasi berakhir, aksi maling pun kembali tumbuh.

Semua masyarakat pasti mengakui bahwa aksi pencurian itu sangat meresahkan. Mereka berulah dalam berbagai modus. Mulai dari pura-pura menjadi pemulung atau pun lainnya. Di saat pemilik barang lengah, mereka lalu membawa barang-barang yang ada di halaman rumah. Tentu saja modus-modus seperti itu bukanlah taktik baru.

Menumpas para maling tidak boleh pilih kasih. Siapapun dia yang melakukan kejahatan dan tidak memberikan kenyamanan kepada orang lain harus diamankan atau ditindak tegas. Hal ini agar masyarakat benar-benar hidup dengan rasa aman.

Perlu juga dikaji faktor-faktor lain yang menyebabkan tumbuhnya maling kambuhan tersebut. Tindakan represif bukan satu-satunya cara untuk menekannya. Sebab jika akarnya tidak dibasmi, maka akan tumbuh kembali di waktu berbeda. Pemberantasannya harus komprehensif, seperti kaitannya dengan kemiskinan dan masalah sosial lain.

Namun demikian kita perlu menggarisbawahi sikap bersama untuk tidak membiarkan maling ini  merebak dan menjadi budaya. Kita juga mendesak kepolisian untuk tak ragu menindaknya.

Selain penindakan pihak kepolisian, peran serta dan sikap pro aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan. Salah satu hal yang dapat dilakukan masyarakat adalah segera bertindak jika ada hal-hal yang mencurigakan.

Begitu juga dengan pemerintah maupun pihak swasta, tidak ada salahnya memperbanyak kamera pengintai atau CCTV di pusat bisnis, simpang-simpang yang dianggap rawan kriminalitas atau perumahan untuk mempermudah pergerakan yang terjadi di sekitar lokasi kejadian.

Sebab apapun argumennya, rasa aman dan nyaman sangat dibutuhkan masyarakat. Karena, dengan rasa nyaman dan aman masyarakat dapat melaksanakan aktifitas dengan baik. Untuk mendapatkan hal itu, kembali lagi peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Semoga.***

Share