Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Tes Urine di Lingkungan Pemerintahan

Tes Urine di Lingkungan Pemerintahan

Memberikan efek jera serta mengantisipasi "masuknya" narkoba ke dalam masing-masing diri Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Itulah tujuan dari dilaksanakannya tes urine pada ratusan PNS di lingkungan Pemko Batam yang dilaksanakan pada, Senin (2/10/2017) kemarin.
Pemeriksaan tes urine yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam itu, patut diberikan apresiasi. Hal ini melihat kondisi sekarang yang begitu mengkhawatirkan. Jamak diketahui, narkoba tidak hanya ada pada mereka yang "biasa" dengan dunia hiburan, namun, telah masuk hampir ke seluruh lini masyarakat. Inilah yang menurut walikota Batam perlu diantisipasi. Dikatakannya, semangat anti narkoba tidak hanya untuk masyarakat saja, juga untuk seluruh pegawai pemerintah. Karena itu, tes urine yang dilakukan kemarin itu, sangat didukung. Kalau perlu, lakukan tes urine secara menyeluruh atau acak dengan waktu yang tidak ditetapkan.   

Tidak disangkal, barang haram yang satu ini (narkoba) telah memakan banyak korban jiwa. Dari seluruh elemen masyarakat. Mungkin masih kita ingat, sekitar dua tahun lalu, ada salah seorang pegawai di Batam ditengarai tewas setelah mengalami over dosis di salah satu tempat hiburan di Batam. Ini menandakan jika 'zat pembunuh' tidak pernah kenal siapa korbannya. Jika telah kena sekali, alamat akan kecanduan. Makanya, slogan "jangan pernah dekati narkoba" merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi jangan sampai makin banyak korban akibat barang berbahaya ini.

Tes urine di lingkungan Pemko Batam ini diharapkan benar-benar sebuah terapi kejut yang mampu memberi efek kesadaran penuh pada diri seluruh pegawai di lingkungan pemerintah. Jangan pernah menyalahgunakan narkoba. Rasanya sangat tidak baik jika ada seorang pegawai pemerintah terlibat dalam penyalahguna barang mematikan itu. Sebab, dalam kesehariannya, seorang pegawai pemerintah harus memberikan layanan terbaiknya, memberi contoh, dan menjadi panutan di tengah masyarakat. Lalu, jika terlibat pula dalam penyalahguna narkoba, tentu memberi preseden yang sangat buruk.

Jadi, dari tes urine yang dilakukan itu, jika ditemukan ada pegawai yang positif mengonsumsi narkotika, tentunya sanksi tegas harus diberikan. Apakah itu berupa rehabilitasi, diberhentikan, penundaan kenaikan pangkat, atau bahkan pencopotan. Ini berguna agar yang lain pun akan berpikir ulang untuk mendekati narkoba.

Apa yang dilakukan oleh Pemko Batam ini, hendaknya dapat memberi motivasi juga pada pihak lain seperti swasta atau perusahaan. Tes urine bisa juga dilakukan oleh swasta atau perusahaan pada karyawannya. Tujuannya sama, jangan sampai narkoba masuk dalam lingkungan kerja. Jika sudah semua melakukan ini, dipercaya ruang gerak peredaran narkoba akan semakin sempit. ***

Share