Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Bila Kisruh Angkutan di Batam Berakhir?

Bila Kisruh Angkutan di Batam Berakhir?

Kisruh angkutan umum di Batam tampaknya belum juga menemui titik terang. Kemarin, Selasa (3/10), misalnya, dua peristiwa terjadi, pertama, penghadangan mobil yang ditengarai taksi berbasis aplikasi atau online di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Lalu, Kantor Go-Jek Batam ditutup paksa Dinas Perhubungan Kota Batam.Penutupan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam yang didampingi Polresta Barelang dan Satpol PP Kota Batam. Diduga penutupan tersebut terkait permasalahan izin.

Penyegelan itu menurut informasi yang berkembang berdasarkan surat dari Dinas Perhubungan Kota Batam dan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Dalam surat yang ditempel di kantor Gojek itu tertulis, Dasar: (1) UU 3/1982 tentang wajib daftar perusahaan, (2) UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan lain, (3) Permenhub PM/26/2017 tentang penyelengaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek. Memperhatikan: (1) Surat Kadishub Kota Batam (220/AKT/V/2017 tanggal 30 Mei 2017) tentang "Menghentikan sementara operasional usaha terhitung tanggal 1 Juni 2017." (2) Surat Kadishub Provinsi Kepri (951.2/Bwas/613 tanggal 6 September 2017) tentang “Penghentian operasional dan mengangkut penumpang umum". Pada hari ini Selasa, tanggal 3 Oktober 2017, (kemarin, red) Tim Penertiban Pemko Batam melakukan penghentian operasional dan penyegelan tempat usaha angkutan berbasis aplikasi online tidak berizin di Kota Batam.

Ini merupakan peristiwa kesekian kalinya kisruh angkutan umum berbasis aplikasi di Batam. Secara langsung, situasi ini memberi dampak yang tidak nyaman bagi masyarakat. Selama ini sudah sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan. Bahkan sudah sampai ada yang melapor pada pihak berwajib. Namun, walaupun sudah begitu, kisruh ini belum juga mendapat solusi yang saling menguntungkan.

Melihat situasi seperti sekarang, hendaknya ada kebijakan yang bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi kedua belah pihak terutama masyarakat. Apapunlah caranya. Soalnya, jika tidak ada jalan keluar, dikhawatirkan akan memberi efek yang kurang baik bagi kenyamanan kota. Rasanya, peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan hal ini, cukup sudah. Bagaimana orang luar melihat kondisi ini. Sementara di satu Batam selalu digaungkan kota yang memberikan kenyamanan pada masyarakat apalagi wisatawan.

Jika memang ada aturan yang belum diterapkan, Pemerintah harus tegas. Dalam arti kata, jika memang kantor Go-jek ditutup, maka seluruh aktifitasnya di lapangan juga dihentikan. Namun, faktanya, di lapangan aktifitas tetap jalan. Warga Batam tentu sangat berharap, kisruh ini secara mendapat jalan keluar. Jangan biarkan berlama-lama. Kembali, kondisi ini telah membuat rasa kenyamanan terganggu. Kalau sudah rasa nyaman terganggu, aktifitas masyarakat pun akan tersendat. Semoga masalah ini cepat selesai. ***

Share