Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Memerangi Narkoba di Lingkungan Masyarakat

Memerangi Narkoba di Lingkungan Masyarakat

Tertangkapnya salah seorang oknum tenaga honorer Pemprov Kepri sedang nyabu di salah satu hotel di Tanjungpinang, akhir pekan lalu, telah memberi dampak tidak baik bagi pemerintahan. Sementara itu, dalam waktu bersamaan, sebanyak 50 pria dan tujuh wanita digelandang ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Kepri dari Kampung Aceh, Muka Kuning, Kecamatan Sagulung. Mereka terjaring razia Operasi Bersinar yang digelar BNNP Kepri. Setelah dilakukan tes urine, semuanya positif narkoba.
Topik narkoba memang tidak pernah habis. Hampir setiap hari menjadi pemberitaan di media massa dan pembicaraan di tengah masyarakat. Barang haram ini benar-benar telah menyedot sebagian orang. Bagi yang memiliki pemahaman utuh, mereka tidak akan pernah mau menyentuh barang mematikan tersebut. Namun, bagi yang lemah, akan masuk perangkap.

Dua kasus tersebut di atas contohnya. Khusus untuk honorer Pemprov Kepri tersebut, jika dalam pemeriksaan memang terbukti menyalahgunakan narkoba, hukuman tegas layak untuk diberikan. Hal ini penting untuk menjaga nama baik institusi, sekaligus juga untuk memberi efek jera bagi yang lain. Sementara, bagi masyarakat umum seperti 57 orang yang diamankan BNN Kepri, ini memberi sinyal lanjutan, jika ada PR yang harus selalu disampaikan kepada masyarakat. Harus ada upaya yang lebih reguler untuk "menegaskan" pada masyarakat jika narkoba bukanlah barang yang bisa memberi kesenangan. Namun, akan dapat membunuh secara perlahan.

Persoalan narkoba tidak lagi dapat dipandang remeh. Lihat saja, barang haram ini sudah masuk ke hampir seluruh elemen masyarakat. Sebelumnya anggapan jika barang pemusnah itu hanya ada di tengah para pencinta dunia malam, namun, kini telah merasuk sampai ke lini kehidupan masyarakat.

Untuk meminimalkan atau memerangani, tidak dapat dilakukan secara sporadis dan berkelompok. Namun, harus reguler dan bersama-sama. Walaupun selama ini telah kerap dilakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi hingga hukuman mati, tapi, narkoba masih tetap saja tidak pernah redup. Bahkan ada kesan terus membesar.

Inilah PR bersama seluruh elemen masyarakat. Melihat begitu banyaknya korban, perang pada narkoba tidak boleh dikendurkan. Bahkan kalau perlu terus dimasifkan. Hanya dengan melawannya, generasi bangsa bisa diselamatkan. ***

Share