Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Rubrik Tajuk Bayi di Buang Dalam Mobil

Bayi di Buang Dalam Mobil

Miris. Sesosok bayi berumur sekitar seminggu itu dibuang orang tuanya di dalam mobil angkutan umum Bimbar, rute Batuaji, Batam, kemarin. Bayi malang tersebutdibungkus tiga lapis dalam kantong plastik.  
Bayi itu ditemukan sopir Bimbar saat ia memperbaiki speaker mobilnya dibangku bagian belakang. Namun ia kaget saat melihat bungkusan dan dibuka ternyata orok bayi. Orang tua bayi itu pun meninggalkan pesan dalam kertas bertuliskan: TOLONG BAYIKU DIKUBUR.

Kasus pembuangan bayi ini bukan hanya terjadi di Batam saja, tapi juga terjadi di beberapa kota/kabupaten di Kepri. Sebelumnya, bayi laki-laki juga dibuang  di Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepri.

Seorang sahabat saya pernah berkomentar, kenapa ada ibu yang tega membuang anaknya seperti itu. Padahal, banyak pasangan yang menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan anak. Pernyataan sahabat saya itu, mungkin salah satu komentar dari sekian banyak orang yang mengutuk tindakan  kejam orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri tersebut.

Memang kita akui, ada banyak faktor kenapa orang tega membuang bayinya. Salah satunya karena untuk menutup aib akibat hubungan gelap sehingga malu dan memutuskan untuk membunuh anaknya sendiri. Alasan lainnya bisa jadi banyak dari mereka yang sebetulnya belum siap menjadi ibu atau pun bapak. Ataukah pelaku yang frustasi, karena belum siap untuk menikah dan mempunyai anak sehingga membuang bahkan membunuh darah daging mereka sendiri.

Namun demikian perlu diingat bahwa tindakan yang dilakukan oleh orangtua dengan membuang bayi adalah suatu yang tidak dapat dibenarkan. Perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain dapat diganjar dengan hukum atau perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

Merampas nyawa orang lain, adalah tindakan pidana berat. Para pelakunya dapat diancam dengan hukuman mati. Bahkan di Indonesia, perlindungan terhadap anak juga diatur dalam Undang - Undang No 23 tahun 2002.  Sedangkan secara internasional juga ada konvensi PBB tentang hak- hak anak yang juga mencakup perlindungan terhadap anak.

Begitu banyak sebenarnya, dasar hukum yang dijadikan sebagai pintu masuk bagi aparat hukum untuk menjerat mereka yang telah melakukan perbuatan dengan menghilangkan nyawa bayi yang tidak berdosa.

Kita juga berharap tentunya agar aparat hukum betul-betul serius untuk melakukan pengungkapan terhadap perbuatan atau kejahatan yang tidak berperikemanusiaan ini. Semoga... ***

Share