TANJUNGPINANG (HK) - Mungkin banyak generasi muda yang belum memahami sejarah atau asal muasal perayaan Tahun Baru Imlek. Begitu juga dengan ucapan Gong Xi Fa Cai.
William, pengurus kelenteng Cong Yi Bio Tanjungpinang mengatakan, Imlek merupakan tradisi masyarakat agraris Tiongkok. Penanggalan ini cocok bagi petani, karena menyangkut perhitungan musim, peredaran matahari, dan penjelasan mengenai iklim.
Kata William, Dr Sun Yat Sen pernah mengusulkan agar Era Republik digunakan sebagai awal tahun dari penanggalan Imlek, sebab, Era Republik dimulai dari tahun 1912. Jadi, tahun tahun berikutnya ini seharusnya sama dengan tahun yang ke-100 dalam penanggalan Imlek.
Disamping itu ,ada juga yang menulis bahwa Tahun Baru Imlek lalu seharusnya tahun 4648, bukan tahun 2562 seperti yang dicantumkan di mana-mana. Timbulnya perbedaan pendapat terkait perayaan tahun baru Imlek (Sienci) atau tahun baru Kongfuzius 1 Cia Gwee 2562.
William menjelaskan, dalam sejarah tercatat bahwa penanggalan Imlek dimulai sejak tanggal 8 maret 2637 SM, sewaktu Kaisar Oet Tee/Huang Ti (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya, tepat 4648 tahun yang lampau.
"Sejak penanggalan Imlek dikeluarkan orang Tionghoa dahulu, mereka tidak pernah menghitung tahun. Di samping itu, Kaisar Han Bu Tee (140-86 SM) dari Dinasti Han (206 SM-220 SM) menetapkan ajaran Kongfuzius (Kong Hu Chu) sebagai agama resmi. Dan penanggalan (He Lek) yang dianjurkan oleh Kong Hu Chu inilah yang dipakai oleh semua orang, baik masyarakat maupun pemerintahan," papar William beberapa waktu lalu.
Kata William, tahun pertamanya dihitung mulai dari tahun kelahiran Kong Hu Chu yaitu tahun 551 SM. Dengan demikian, penanggalan Imlek dan penanggalan Masehi berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat lau yakni 2011, maka tahun Imlek menjadi 2011 + 551 = 2562. Karena dihitung sejak Kong Hu Chu lahir, maka tahun Imlek lazim juga disebut sebagai Khongculek.
"Tahun Baru Imlek muncul dari tradisi masyarakat agraris Tiongkok. Penanggalan ini sangat cocok bagi petani, karena perhitungan musim, peredaran matahari serta uraian penjelasan mengenai iklim. Maka, penanggalan tersebut jadi populer dan disebut juga LONG LEK (penanggalan petani)," ujarnya.
Lanjut William, kondisi tersebut yang lantas disyukuri para petani. Sebab, selain panen, masa itu sangat baik untuk menanam kembali pada musim berikutnya. Dengan demikian, selain suasana syukur, Imlek juga memunculkan harapan baru untuk masa depan (musim) yang lebih baik.
Oleh sebab itu, kata William, dahulu para petani saling mengucapkan selamat tahun baru tersebut dengan ucapan "SIN CUN KIONG HIE" (XIN CHUN GONG XI), yang berarti selamat menyambut musim semi. Namun, ucapan demikian sekarang sudah kuno. Karena itu diganti dengan ucapan "GONG XI FA CAI" atau (KIONG HIE HUAT TJAY), yang berarti semoga sukses selalu atau selamat jadi kaya.
"Sistem penanggalan Imlek ini digunakan juga dalam kehidupan keagamaan di antara umatnya di Jepang, Korea, Vietnam, Taiwan, Burma dan negara lainnnya. Meskipun dengan nama yang diucapkan berbeda beda, tetapi merayakan hari tahun barunya tetap sama," kata William. (cw40)Share
Asal Usul Imlek dan Ucapan Gong Xi Fa Cai
- Kamis, 19 July 2012 00:00