Rabu10182017

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Sidang Gratifikasi Deposito BSM Batal Digelar

Sidang Gratifikasi Deposito BSM Batal Digelar

TANJUNGPINANG (HK) - Sidang perkara dugaan korupsi gratifikasi deposito jangka pendek Pemkab Anambas sebesar Rp1,2 miliar di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang tahun 2010-2011 lalu, bata digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.
Sidang perdana dengan dua dari tiga terdakwa, yakni mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Anambas Ipan SE dan mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri di Tanjungpinang, Khoirul Rijal AR tersebut, sedianya digelar, Kamis (10/8).

Sesuai jadwal, jalannya sidang dipimpin Iriaty Khairul Ummah SH sebagai Ketua Majelis Hakim didampingi dua hakim anggota, yakni Santonius Tambunan SH, MH dan Yon Efri SH, MH sebagai hakim Ad-hoc.

Namun dalam sidang kali ini, dua dari tiga majelis hakim tersebut, yakni Iriaty Khairul Ummah SH dan Santonius Tambunan SH, MH sedang melaksanakan tugas di luar daerah (Medan), sehingga Yon Efri SH, MH sebagai hakim Ad-hoc yang memimpin sidang kali ini, tidak bisa melanjutkannya.

Pada hal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) sudah hadir dalam ruangan sidang untuk membacakan dakwaan terhadap dua terdakwa yang digelar secara terpisah.

"Kami mohon maaf, berhubung Ketua Majelis Hakim termasuk Majelis Hakim Satu sedang melaksanakan tugas di luar daerah, sehingga sidang terpaksa kita undur pada, Rabu (16/8) mendatang," ucap salah seorang majelis hakim, Yon Efri SH, MH kepada JPU dan kedua terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dalam perkara ini sedianya melibatkan tiga tersangka (terdakwa). Namun satu berkas lagi atas nama mantan Bupati Anambas, Drs Tengku Mukhtarudin, belum bisa disidangkan karena belum dilimpahkan oleh JPU Kejati Kepri ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang dengan alasan sakit dan masih dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Dugaan kasus ini bermula ketika Pemkab Anambas menyimpan dana APBD tahun 2011 melalui deposito di Bank Syariah Mandiri cabang Tanjungpinang sebesar Rp80 miliar. Di tahun yang sama Pemkab kembali menyimpan dana itu sebesar Rp30 miliar dan tahun 2012 sebesar Rp10 miliar. Total dana deposito sebesar Rp120 miliar.

Dari dana itu diperoleh hadiah dari pihak bank bersangkutan sebanyak 25 unit sepeda motor, termasuk 1 unit mobil Avanza dan 1 unit mobil Fortuner.  Hadiah tersebut seharusnya merupakan milik Pemkab Anambas, namun kenyataannya tidak, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar," ungkap Yunan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 KUHP tentang tindak pidana korupsi. (nel)

Share