Senin01222018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang LAM Tidak Boleh Berpolitik

LAM Tidak Boleh Berpolitik

pengukuhan lamPengurus LAM Tanjungpinang Dikukuhkan

TANJUNGPINANG (HK) - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak AB menegaskan kepada anggotanya tidak boleh berpolitik praktis. Karena LAM merupakan lembaga yang mengayomi dan menjadi penengah.

Hal tersebut disampaikannya pada pengukuhan Kepengurusan LAM Kota Tanjungpinang Priode 2017-2022 di Aula Bulang Linggi Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Jumat (12/1). Disana ia menyampaikan LAM tidak boleh terlibat dukung mendukung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang 2018.

Dikatakannya, apabila diketahui ada pengurus LAM yang hadir dalam acara deklarasi pasangan calon walikota dan wakil walikota Tanjungpinang hal tersebut tidak membawa nama lembaga. Melainkan nama tokoh masyarakat, itupun tidak memberikan dukungan melainkan menghadiri karena diundang untuk memberikan tepuk tepung tawar.

"Belajar dari pengalaman pada sebelum-sebelumnya, sangat diminta tidak terlibat dukung mendukung. Agar LAM tidak terpecah. Masalah seperti ini kita jaga, karena LAM menaungi masyarakat yang majemuk," ujarnya.

Pernyataannya ini, menepis anggapan masyarakat bahwa LAM terlibat politik peraktis dan memberikan dukungan kepada bakal calon tertentu. Karena saat deklarasi salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota baru-baru ini, beberapa pengurus LAM ikut menghadirinya.

"Memang belum lama ini saya yang diundang oleh kedua kandidat pasangan, namun saya tiak mau ada spekulasi ditengah masyarakat. Baiknya saya menolak, padahal hadir disana bukan untuk memberikan dukungan melainkan memberikan tepuk tepung tawar sesuai adat Melayu," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak AB mengukuhkan H Wan Raffiwar sebagai Ketua LAM Kota Tanjungpinang 2017-2022 beserta jajaran pengurusnya.

"Besar harapan saya, semoga LAM Tanjungpinang dapat lebih berperan dalam memajukan adat budaya melayu dan menjaga adat resam Melayu yang sekarang ini coba dilupa dan diringan-ringankan oleh orang melayu sendiri," ujarnya.

Menurutnya, dengan dikukuhkannya LAM Tanjungpinang, maka semua pengurus berhak menyandang gelar datok dan datin. Gelar datuk yang disandang kerena ada tugas dan jabatan di LAM. Oleh karena itu, pengurus harus menjadi teladan, tunjuk ajar dan tempat berpautnya masyarakat melayu.

"Mudah-mudahan kita bisa menjaga dan menjalankan amanah sebagai datuk," pungkasnya.

Sementara itu, H Wan Raffiwar Ketua LAM Tanjungpinang yang baru dikukuhkan mengatakan, LAM merupakan lembaga adat yang mengayomi. Dia bertekat untuk membawa LAM lebih baik lagi. "Kita berupaya menyatukan budaya yang ada. Karena kita adalah bersaudara," ujarnya. (rco)

 

Share