Selasa04242018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Sabri Hamri SH, Pengacara

Sabri Hamri SH, Pengacara

Mencari Keadilan

Nama Sabri Hamri, sudah tidak asing lagi di kalangan aparat penegak hukum, terutama di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Maklum, pria yang tengah menyelesaikan S2 Magister Hukum di Universitas Internasional Batam (UIB) ini, sudah sering hadir dan tampil  dalam sidang sejumlah perkara, baik selaku kuasa hukum maupun mendampingi langsung kliennya di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, termasuk di kepolisian dan kejaksaan.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat tahun 2012 dan pernah menamatkan belajar di SMP Negeri 1 Tanjungpinang tahun 2005 serta SMA Negeri 1 Tanjungpinang 2008 ini, sangat ingin terus berjuang mencari keadilan dan kebenaran demi tegaknya hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, pria yang masih suka melajang ini tidak pernah gentar dalam membela  dan menegakkan kebenaran hukum tersebut, meskipun pahit bagi pihak lain yang menolaknya. Baginya, menjadi pengacara memang sudah didambakan sejak dulunya.

Salah satu cara memotivasi diri bagi anak kedua dari 3 bersaudara ini, adalah dengan mencari tantangan untuk menaikkan adrenalinnya. Hal ini diharapkan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari tujuan hidup yang hendak dicapai kelak.

Bagi lajang kelahiran Tanjungpinang, 5 Januari 1990 ini tantangan buka harus membuat dirinya  takut,  melainkan bagaimana tantangan itu bisa ditaklukkan.

Menurut pria yang bertugas di Kantor Hukum Hendie Devitra dan Rekan tersebut,  teori keadilan sangat penting untuk diketahui dan dipahami, sebab suatu perbuatan akan dikatakan adil kalau kita tahu tentang keadilan.  Untuk menentukan benar tidaknya suatu perbuatan harus ada tolok ukur atau ukuran tentang kebenaran.

Dalam menjalani hidup, Sabri sapaan akrab penggemar berbagai cabang olah raga ini,  tidak mau berpangku tangan, melainkan  terus berusaha mendapatkan yang terbaik bagi diri, keluarga dan orang-orang yang dicintai serta dihormatinya.

Ia juga menilai, suka duka hidup tak cukup dikiaskan dengan berputar roda saja, melainkan perlunya perjuangan dan do'a kepada Sang Pencipta, agar anugerah yang didapat terus bertambah dan diberkahi. (nel)

Share