Minggu02182018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Cegah DBD, Dinkes Gelar Fogging

Cegah DBD, Dinkes Gelar Fogging

images/stories/Berita/2018/Februari/14Februari18/14-14 feb 18 tpi fogging.jpgTANJUNGPINANG (HK) - Demi mencegah terjadinya peningkatan wabah penyakit Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang akan melakukan abatisasi massal (penebaran abate) dan fogging.

Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang Rustam, mengatakan besok, (hari ini), pihaknya akan melakukan abatisasi massal melibatkan petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik), tim kesehatan di dua kelurahan yakni Kelurahan Batu Sembilan dan Tanjung Ayun Sakti.

"Langkah ini ditempuh menyikapi adanya kecenderungan peningkatan kasus DBD di dua kelurahan tersebut dalam 6 minggu pertama tahun 2018 ini. Angkanya cenderung lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya maupun dibanding kelurahan lain," kata Rustam saat dijumpai, Selasa (13/2).

Dijelaskan Rustam, selama bulan Januari hingga Februari 2018 ini telah terjadi 24 kasus DBD di Kota Tanjungpinang. Dari 24 kasus tersebut, 6 kasus di Kelurahan Batu Sembilan dan 5 kasus di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti.

Selain itu, kata Rustam, kegiatan abatisasi massal tersebut dilakukan untuk melengkapi tindakan fogging yang sebelumnya langsung dilakukan dalam 48 jam sejak ditemukan adanya kasus DBD positif. "Sejauh ini untuk seluruh kasus positif DBD yang ada telah dilakukan tindakan fogging," ujarnya.

Dikatakan Rustam, perlu dilakukan abatisasi massal karena tindakan fogging hanya memberantas nyamuk dewasa. Sedangkan pertumbuhan jentik menjadi nyamuk hanya butuh beberapa hari. Kalau tidak dilakukan abatisasi, mala hasil fogging akan percuma karena dalam seminggu sesudahnya akan tumbuh nyamuk-nyamuk baru.

"Abatisasi massal ini dalam rangka program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), seperti dengan melakukan pemeriksaan jentik pada rumah yang ada di lingkungannya, menggerakan masyarakat dalam kegiatan PSN tersebut," jelasnya.

Untuk efektifnya pelaksanaan abatisasi tersebut, Rustam mengharapkan peran aktif para Lurah, Ketua RW dan RT serta seluruh warga. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui berbagai cara untuk mengajak warga berpartisipasi termasuk melalui informasi mobil keliling oleh masing-masing puskesmas.

"Untuk mencegah terjadinya kasus meningkat tindak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas kesehatan saja, melainkan semua komponen harus bergerak berperan mencegah DBD," pungkasnya. (rco)

 

Share