Minggu02182018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Syahrul-Rahma 1 dan Lis-Maya 2

Syahrul-Rahma 1 dan Lis-Maya 2

images/stories/Berita/2018/Februari/14Februari18/01-14feb18 tpi img-20180213-wa0021.jpgNomor Urut Pilwako Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK) - Pengundian nomor urut pasangan calon Pilwako Tanjungpinang 2018 rampung dilaksanakan KPU setempat di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (13/2). Hasilnya, pasangan Syahrul-Rahma mendapat nomor urut 1 dan pasangan Lis-Maya mendapat nomor urut 2.

Gemuruh sorak gembira pendukung dan simpatisan masing-masing pasangan calon langsung pecah, ketika jagoan mereka menunjukan nomor urut yang dicabut dari dalam aquarium kaca.

Dalam Pilwako yang digelar 27 Juni mendatang ini, pasangan Syahrul- Rahma diusung koalisi Gerindra dan Golkar (tujuh kursi DPRD). Sedangkan pasangan Lis- Maya diusung enam partai politik yakni PDIP, Hanura, Demokrat, PAN, PPP dan PKPI (20 kursi DPRD).

Pantauan saat pengambilan nomor urut, roman santai terlihat pada wajah kedua pasangan calon itu. Mereka berdiri bersebelahan dan tersenyum ringan saat hendak mengambil bola berwarna orane berisi angka 1 dan 2 di wadah kotak kaca transparan yang disediakan KPU.

Bola berwarna orane itu bagian dari mekanisme pengambilan nomor urut. Calon Wakil Walikota tiap pasangan yang diberikan kesempatan mengambil bola berisi angka 1 atau 2. Dalam tahap ini, Maya mendapatkan nomor 1 dan Rahma nomor 2. Artinya calon Walikota Lis mendapat kesempatan pertama untuk mengambil nomor urut yang diletakkan di dalam tabung hitam tersebut. Usai Lis dan Syahrul mengambil nomor urut di dalam tabung tersebut, barulah mereka membuka tutup tabung secara bersamaan. Hasilnya, angka di dalam tabung yang diambil Lis adalah nomor 2, dan Syahrul nomor 1.

Syahrul mengaku nomor urut 1 yang ia dapat sebagai tanda baik dan memang sesuai dengan harapannya. "Alhamdulilah, ini sesuai dengan harapan kita. Ayah Sani dulu nomor satu, sekarang saya nomor 1 juga," ujarnya.

Baginya nomor, merupakan simbol dan memiliki makna filosofi tersendiri. Nomor satu merupakan simbol tauhid atau simbol ketuhanan yang maha Esa. Hal tersebut juga sebagaimana tertuang dalam sila pertama Pencasila.

Sedangkan, Lis Darmansyah mengaku nomor undian yang diperolehnya itu juga  sesuai dengan harapannya. Namun menurutnya nomor bukanlah hal yang sangat penting. Tapi yang terpenting justru bagaimana menawarkan program kepada masyarakat.

"Masyarakat sekarang sudah cerdas. Nomor sekedar simbol. Yang terpenting apa program kita dan bagaimana kita menjelaskannya kepada masyarakat," jelasnya. Sementara itu, Ketua KPU Kota Tanjungpinang Robby Patria mengatakan setelah pengumuman nomor urut pasangan calon, tahap selanjutnya adalah masa kampanye.

"Kampanye dimulai dari tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018. Setelah ini paling lambat lima hari masing-masing paslon harus menyerahkan desain alat peraga kampanye. Sementara untuk laporan setoran awal dana kampanye besok (hari ini) terakhir," katanya.

Kata Robby, desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye yang diberikan masing-masing pasangan calon berupa spanduk, baliho, dan umbul umbul. Sedangkan bahan kampanye berupa stiker, famplet, flyer, selebaran yang jumlahnya cukup banyak.

Bahan kampanye dibagikan kepada calon untuk dibagikan pada saat kampanye di tengah tengah masyarakat. Sedangkan Alat Peraga Kampanye dipasang oleh KPU di tempat yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.

"Baliho akan kita cetak sebanyak 5 buah. Umbul-umbul 20 buah per kecamatan dan sepanduk 2 buah per kelurahan. Paslon atau tim bisa menambah 150 persen," katanya.

Selain itu, KPU juga akan mencetak stiker, poster dan selebaran 100 persen dari jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kota Tanjungpinang. Kemudian bila ada alat peraga kampanye yang desainnya tidak sesuai yang disepakati, maka akan diturunkan atau dilepas.

"Kita (KPU) juga akan memfasilitasi kampanye calon di 14 hari terakhir sebelum masa tenang di media cetak dan TV serta menyiapkan debat terbuka sebanyak tiga kali yang disiarkan langsung TV lokal dan bisa juga TV nasional," katanya. (rco)

 

Share