Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Jadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai Pedoman Hidup

Jadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai Pedoman Hidup

images/stories/Berita/2018/Maret/13Maret18/14-13 mar 18 tpi gubernur safari subuh2.jpgTanjungpinang (HK)- Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun mengajak setia umat muslim agar menerapkan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam kehidupan. Terlebih dalam kehidupan pribadi, kehidupan berkeluarga, dalam kehidupan bermsyarakat dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau Al-Qur’an dan Hadits kita pedomani dalam menjalani hidup kita maka InsyaAllah yang jadi pemimpin akan selamat, jadi pengusaha akan selamat, jadi pegawai akan selamat bahkan jadi apapun akan selamat. Dua ini jika kita pegang maka akan selamat dunia dan akhirat,” ujar Nurdin saat memberikan Tausiyah di Masjid Jannatun’naim, Batu II, Tanjungpinang, Senin (12/3).

Nurdin juga meminta agar setiap kita menjadikan Baginda Rasulullah SAW sebagai teladan. Sebab dalam diri beliau terdapat suri tauladan yang baik, memiliki jiwa pekerja keras, jujur, adil dan bijaksana. “Beliau bukan saja pemimpin dalam rumah tangga, tapi juga pemimpin umat, dan pemimpin dalam pemerintahan,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan dirinya selalu mendorong agar  sholat 5 waktu dapat dilakukan secara berjamaah di Masjid. Dengan makmurnya masjid-masjid yang ada di Kepri maka InsyaAllah akan turun rahmat dari Allah SWT sehingga negeri ini menjadi lebih makmur dan kuat.

“Saya melihat kebiasaan sholat berjamaah sudah mulai kurang diamalkan oleh sebagian kaum muslimin. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak kita semua agar kembali memakmurkan masjid, rumah Allah SWT, ajak serta keluarga, terutama anak-anak kita agar mereka terbiasa ke Masjid. Generasi muda sekarang harus kita bentengi dengan Ilmu dan Iman karena tantangan dan godaan sekarang semakin berat,” imbau Nurdin.

Pada akhir kesempatan Nurdin tak henti-hentinya berpesan agar pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Tanjungpinang 2018 (Pilkada) tidak menjadi sebuah ajang untuk saling menjelek-jelekan dan melakukan fitnah.

Daripada saling fitnah lebih baik pada pesta demokrasi ini dijadikan ajang adu visi bagi para kandidat untuk membangun Tanjungpinang menjadi lebih baik, tentu ini lebih bermanfaat.

“Janganlah kita sesama muslim saling fitnah, iri, dengki dan menjelek-jelekkan. Lebih baik pemikiran dan energi yang kita punyai kita sumbangkan untuk sama-sama membangun dan mendukung pemerintah untuk kepri yang lebih jaya,” tutup Nurdin. (r/sfn)

 

Share