Selasa06192018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Tingkatkan Peran Kader KB Edukasi Masyarakat

Tingkatkan Peran Kader KB Edukasi Masyarakat

images/stories/Berita/2018/Maret/13Maret18/14-13 mar 18 tpi ft pengukuhan kader  kb.jpgDinkes Tanjungpinang Optimalkan Program KB

TANJUNGPINANG (HK) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk dan KB) Kota Tanjungpinang optimalisasikan program kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga melalui pemberdayaan peran Penyuluh KB dan Kader Institusi Masyarakat Perkotaan.

Dengan demikian di kesempatan tersebut, sebanyak 14 Penyuluh KB dilantik oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau Uliantina Meiti, sedangkan para petugas PPLKB, dan Kader PPKBD/Sub PPKBD dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, di aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Senin (12/3).

Usai pengukuhan Raja Ariza mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antar penyuluh dan kader yang rutin dilakukan dalam rangka memadukan program-program KB. Dan menurut Raja, peran kader memiliki posisi yang penting dalam menyukseskan program kependudukan dan keluarga berencana karena merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Saya juga mengharapkan ada kerjasama dan bersinergi Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang mendorong posyandu di tingkat kelurahan, agar mencapai program KB yang telah terencana," ungkap Raja.

Kepala Dinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam menyampaikan dirinya berjanji akan semakin meningkatkan pemberdayaan para penyuluh dan kader untuk mempertajam pencapaian berbagai indikator program kependudukan dan KB sesuai tantangan yang saat ini dihadapi.

"Penyuluh KB dan kader KB dapat berperan melakukan edukasi yang intensif terhadap keluarga secara jemput bola sehingga semakin memahami pentingnya program KB dan pembangunan keluarga," ujar Rustam.

Beberapa tantangan yang saat ini perlu ditangani secara serius menurut Rustam adalah pentingnya mempertahankan dan meningkatkan peserta KB aktif, menjaring peserta KB baru, mengurangi permintaan KB yang tidak terlayani, mengurangi pernikahan dan melahirkan di bawah usia 20 tahun serta yang terbaru ikut serta mencegah terjadinya stunting (balita kerdil) yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional.

"Persoalan lainnya adalah menikah mudah yang agak banyak, ada puluhan tiap tahunnya. Kita inginkan, usia menikah itu didewasakan diatas 20 tahun. Kenapa, karena kesiapan secara fisik, biologis dan mental belum matang, yang mengakibatkan banyak persoalan dikemudian hari salah satunya balita stunting. Ini yang juga menjadi perhatian," jelas Rustam.

Hal senada juga disampaikan, Keper BKKBN Provinsi Kepulauan Riau Uliantina Meiti yang mengharapkan usia perkawinan pertama itu 21 tahun keatas. Khusus di Tanjungpinang, usia perkawinan dibawah itu cukup banyak.

"Saya berharap, dengan program generasi berencana yang disampaikan oleh penyuluh ini nanti ke masyarakat, diharapkan bisa mengerem atau mengurangi pernikan dini," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri 4 PPLKB, 18 PLKB, 18 PPKBD dan 178 sub PPKBD se Kota Tanjungpinang. Dan Kader-kader ini berkontribusi mendukung pendataan keluarga yang akurat sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat. Para Penyuluh KB akan dibekali sepeda motor, laptop, hp android dan media KIE dalam pelaksanaan tugasnya.

Penyuluh KB dan kader akan bermitra dengan petugas lainnya di tingkat kelurahan dan kecamatan mulai dari para kader Posyandu, guru TK dan PAUD, RT dan RW, bidan Poskeskel, petugas Pustu, Penyuluh Pertanian, petugas sosial dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh dan terpadu kepada keluarga. (rco)

 

Share