Rabu04252018

Last update05:00:00 AM

Back Tanjungpinang Penganiya Istri Divonis 9 Bulan Penjara

Penganiya Istri Divonis 9 Bulan Penjara

TANJUNGPINANG (HK)- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang menjatuhkan vonis 9 bulan penjara atas Jumadi alias Madi (46), terdakwa kasus kekerasan rumah tangga (KDRT) saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (13/3).
Hakim Awani Setyowati SH didampingi dua hakim anggota, Guntur Kurniawan SH dan Ramauli Hotnaria Purba SH MH menyatakan terdakwa Jumadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tinda pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga terhadap saksi korban Yuliana Elizabeth (37) yang juga  
istrinya.

"Hal tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 44 ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," ucap majelis hakim.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Haryo Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang yang menuntutnya 10 bulan penjara.

Dalam sidang terungkap, perbuatan terdakwa bermula, Jumat tanggal 3 November 2017 sekira pukul 08.00 WIB, saat saksi korban Yuliana Elizabeth sedang berada di dalam kamar rumahnya di Jalan Korindo Kelurahan Sei Lekop Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. Tiba-tiba terdakwa marah-marah dan memukul lengan sebelah kanan korban dengan menggunakan tangan kirinya.

Sambil ngomel-ngomel dan marah, terdakwa keluar dari kamar dan tidak lama kemudian  masuk lagi ke dalam kamar tempat korban berada sambil berkata “Kau tidak menghargai kerja aku dalam mencari rezeki banting-tulang” dan langsung menendang kakinya ke arah kaki kanan korban yang saat itu sedang jongkok.

Kemudian terdakwa langsung mencekik leher korban dengan tangan sebelah kanan sambil berkata bahwa korban telah berselingkuh dengan membawa laki-laki lain tidur di rumah. Kemudian korban langsung berdiri, lalu terdakwa mendorong tubuh korban  hingga terjatuh di tempat tidur.

Setelah itu terdakwa keluar lagi dari kamar menuju teras rumah kemudian korban juga keluar kamar menuju ke dapur, dan tidak lama kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah dan mendekati korban yang berada di dapur masih dalam keadaan marah-marah.

Kemudian terdakwa mendekati korban yang pada saat itu sedang duduk di lantai dapur dengan posisi berhadapan dengan terdakwa. Tiba-tiba terdakwa langsung menampar pipi sebelah kiri korban, termasuk bagian telinga sebelah kiri korban ditarik dengan kasar menggunakan tangan terdakwa.

Korban pun hampir jatuh ke samping kiri, dan setelah itu terdakwa menjambak rambut korban, sambil mengambil parang yang tidak jauh dari tempat tersebut.

Parang tersebut dipegang oleh terdakwa dengan menggunakan tangannya sebelah kanan, tangan kiri terdakwa memegang rambut korban, lalu tangan parang tersebut di tempelkan di batang leher korban sebelah kiri. Selanjutnya terdakwa melepaskan korban lalu pergi keluar rumah meninggalkan korban.

Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Rumah Sakit Umum Daerah Bintan disimpulkan bahwa korban mengeluhkan nyeri tekan pada kepala, tampak kemerahan pada daun telinga kiri, tampak luka lecet pada leher + 1 centimeter, tampak lebam pada lengan bawah ukuran tiga kali dua sentimeter diduga disebabkan benda tumpul. (nel)

Share