Sabtu12202014

Last update12:00:00 AM

Back Tanjungpinang Dugaan Penipuan Cek Kosong, Bos Properti Ditetapkan Tersangka

Dugaan Penipuan Cek Kosong, Bos Properti Ditetapkan Tersangka

TANJUNGPINANG (HK)- Melakukan penipuan dengan cek kosong, bos properti Asun ditetapkan sebagai tersangka, oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (12/8). Penetepan sebagai tersangka ini usai penyidik Satreskrim melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Memo Ardian mengatakan, Asun sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin. Hal ini, atas tiga laporan yakni dua laporan di Polres Tanjungpinang dan satu laporan di Polsek Bestari.

"Atas tiga laporan tersebut, kami melakukan penangkapan terhadap tersangka Asun pada, Minggu (11/8) dikediamannya. Kemarin, Senin (12/8) kami telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Asun di Unit dua Satreskrim Polres Tanjungpinang," kata Memo saat dijumpai, Selasa (13/8).

Ditambahkannya, saat ini tersangka Asun telah ditahan di Mapolres Tanjungpinang. Selain itu, Memo menduga, terkait penipuan cek kosong yang dilakukan Asun masih banyak yang menjadi korbannya.

"Kami menghimbau, apabila masyarakat yang merasa pernah tertipu cek kosong juga dengan tersangka Asun. Silahkan untuk melaporkan ke Satreskrim Polres Tanjungpinang," imbuh Memo.

Diberitakan sebelumnya, tersangka Asun yang terlibat kasus dugaan penipuan dengan menggunakan cek kosong, yang dilaporkan salah satu korbannya Humaidi pada bulan lalu ini, akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Tanjungpinang, Minggu (11/8).

Hal itu dialami Humaidi yang mengaku telah ditipu rekan bisnisnya, Asun. Ia pun melaporkan Asun ke polisi atas dugaan melakukan penipuan transaksi menggunakan cek kosong senilai Rp30 juta.

Dari pengakuaan korban kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tanjungpinang, Kamis (18/7) lalu, kejadian tersebut berawal ketika Asun berbisnis dengan Humaidi beberapa bulan lalu. Dan dari hubungan bisnis itu, Humaidi terlibat utang piutang barang yang menyebabkan Asun harus membayar uang sebesar Rp30 juta kepada Humaidi.

Kendati korban sudah beberapa kali menagih ke Asun, yang bersangkutan ternyata belum dapat meluniasi, dan hanya selalu berjanji akan melunasi.

"Sekitar bulan November tahun 2012 lalu, dikatakan Asun menyatakan membayarkan utangnya pada korban dengan menggunakan cek senilai Rp30 juta sesuai dengan utang Asun. Saat itu korban sendiri yang menerima," ujar petugas polisi yang menerima laporan Humaidi.

Tanpa curiga, korban mencoba mencairkan cek tersebut di sebuah bank sesuai dengan cek yang diterima. Namun pihak bank mengatakan bahwa cek tersebut tidak bisa dicairkan karena berupa cek kosong.

Korban langsung menghubungi Asun. Tapi seperti sebelumnya, Asun hanya bisa berjanji dan berjanji saja. Karena sudah beberapa bulan tidak mendapat tanggapan dari Asun, korban menduga Asun tidak mau membayar kewajibannya. Korban pun melaporkan rekan bisnisnya tersebut ke Mapolres Tanjungpinang. (cw72)

Share