Selasa07292014

Last update12:00:00 AM

Back Tanjungpinang TPA Ganet Tanjungpinang Akan Diperluas 24 Ha

TPA Ganet Tanjungpinang Akan Diperluas 24 Ha

SUTANA/HALUAN KEPRI PEMBUANGAN SAMPAH -- Sejumlah pemulung mengais sampah di Tempat Pembunangan Akhir (TPA) di Jalan Ganet KM 11, Tanjungpinang. Bila tidak dilakukan penambahan lahan, TPA ini akan menjadi masalah seperti yang terjadi di daerah lain. Tahap Awal Pembebasan Lahan 10 Ha

TANJUNGPINANG (HK) - Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jalan Ganet, KM 12, Tanjungpinang sudah sangat kritis. Lahan TPA seluas 11 hektare kini tinggal menyisakan sedikit lahan. Diperkirakan tak sampai dua tahun ke depan akan penuh.
Almazuar Amal, Kepala Dinas Tata Kota Kebersihan, Pertamanan  dan Pemakaman Kota Tanjungpinang (Distako) mengatakan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan lahan seluas 24 hektare sebagai perluasan TPA. "Karena (lahan) yang ada hanya 11 hektar dan hampir penuh," katanya.

Almazuar menjelaskan bahwa berdasarkan UU No.2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, penyediaan lahan dilakukan daerah dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam melengkapi surat menyurat pembebasan lahan tersebut.

Ia menambahkan, nantinya Distako Tanjungpinang akan menyampaikan laporan itu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri). Selanjutnya, tim Pemprov akan membantu mengurus pembebasan lahannya.

"Dalam UU terbaru itu, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 520 hari. Artinya, pembebasan lahan bisa selesai tahun 2014 atau 2015 nanti. Pembebasan lahan satu hektare ke bawah masih bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Pembebasan lahan di atas satu hektare harus melalui pemerintah provinsi," bebernya.

Saat ini lahan di TPA Kota Tanjungpinang yang hanya 11 hektare dibagi dalam tiga zona yakni zona 1, zona 2 dan zona 3. "Sampah di zona 1 dan zona 2 sudah penuh dan sudah dapat dipanen gas metan dan komposnya, karena telah belasan tahun keberadaannya," terang Amazuar.

Sementara zona 3 yang dipakai saat ini sudah mulai penuh. "Jika tak dicari lahan tambahan, akan bisa menjadi masalah. Makanya sedang diupayakan pembebasan lahan sekitar 24 hektare yang baru untuk TPA," jelasnya.

Hal yang sama ditegaskan Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul usai acara di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang, Senin (16/9). "Pemko telah merencanakan penambahan lahan sebagai antisipasi lokasi TPA yang ada. Kalau tidak disiapkan saat ini, ke depan akan menghadapi masalah sampah seperti daerah lain," terangnya.

"Dalam waktu dekat kita, dengan dinas terkait, akan mengurus pembebasan lahan secara bertahap untuk TPA. Tahap awal akan dibebaskan sekitar 10 hektare lahan. Ini merupakan langkah antisipasi TPA yang sudah sangat terbatas," jelasnya.

Syahrul menambahkan bahwa program pengelolaan sampah tersebut merupakan program Pemko Tanjungpinang untuk mengantisipasi masalah sampah lima tahun ke depan. Pada APBD Perubahan 2013 ini, Pemko telah menganggarkan pengadaan motor gerobak sampah untuk perumahan agar masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat.

"Selama ini masyarakat masih membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ditempatkan di beberapa titik. Namun tidak begitu efektif karena masih banyak yang membuang sampah di pinggir jalan raya atau malas membuang ke TPS," katanya.

Syahrul berharap, dengan adanya gerobak sampah keliling di perumahan, akan tercipta lingkungan yang bersih. Terkait retribusi sampah, Syahrul mengatakan, akan digabung dengan pembayaran listrik seperti biaya lampu jalan. (sut)

Share