Sabtu11012014

Last update12:00:00 AM

Back Tanjungpinang Penjual Voucher Wisata Bodong Dibekuk

Penjual Voucher Wisata Bodong Dibekuk

Sunaryo (32) warga Jakarta dibekuk anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, lantaran melakukan penipuan dengan menawarkan serta menjual voucher wisata bodong. TANJUNGPINANG (HK)-  Sunaryo (32) warga Jakarta dibekuk anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, lantaran melakukan penipuan dengan menawarkan serta menjual voucher wisata bodong.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Memo Ardian melalui Kaur Bin ops (KBO) Satreskrim Polres Tanjungpinang, Iptu Effendri Alie mengatakan tersangka mengaku sebagai karyawan PT Asia Jafa Interbuana (AJI), yang  berkantor di Jakarta Selatan telah melakukan dugaan penipuan.  Tersangka  menawarkan berupa voucher menginap gratis di beberapa hotel di Indonesia dan voucher discount belanja dan karoke di KTV Inul Vista seluruh Indonesia.

Untuk mendapatkan voucher, tersangka meminta para calon konsumen untuk membayar uang  Rp2,9 juta. Peristiwa ini pertama kali menimpa warga jalan Sumatera nomor 207 Tanjungpinang bernama Laksmiati (57).  Setelah membeli voucher seharga Rp2,9 juta, korban lalu mencoba voucher discount di Inul Vista Tanjungpinang. Ternyata  voucher yang dibelinya itu tidak bisa dipakai.

Atas kejadian ini, korban lalu  membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (10/10). Berdasarkan pengakuan korban, awalnya dia (korban)  mendapatkan telepon dari tersangka dan menawarkan voucher tersebut.  Tak lama kemudian, tersangka datang ke rumah korban untuk memberikan penjelasan secara langsung.

"Karena tergiur dengan penawaran, korban lalu berminat dan melakukan transaksi melalui kartu kredit Bank CIMB Niaga menggunakan merchant BCA GPRS yang telah disiapkan oleh tersangka Sunaryo dan akhirnya uang Rp2,9 juta berpindah ke rekening milik tersangka," jelas Effendri.

Dikatakan Effendri, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak hotel di Batam yang masuk kategaori di voucher gratis menginap yakni Hotel Akasia dan Nagoya Plaza.  Sementara pihak hotel tersebut telah menyatakan bahwa,  tidak ada kerja sama dengan pihak AJI Tour Executive. Selain itu, penyidik juga sudah berkoordinasi denagn pihak Inul Vista di Tanjungpinang.

Aksi tersangka sedikitnya telah memakan korban berjumlah delapan orang, dengan total kerugian Rp16 juta. Para korban semuanya merupakan warga Tanjungpinang.  Sebagai barang bukti, penyidik telah mengamankan barang bukti berupa baju karyawan AJI Tour yang dikenakan oleh tersangka serta ID card name, satu unit mesin merchant BCA GPRS, Satu buah handphone, satu wisata card, beberapa voucher menginap di hotel, dan dua buku wisata.

Tersangka  Sunaryo mengatakan bahwa apa yang ditawarikannya itu adalah legal.  Dirinya mengaku  bekerja di PT AJI sebagai kurir,  sudah berjalan enam bulan terakhir dan tidak ada masalah. "Ini perusahaan resmi, saya sebagai kurir untuk mengantarkan voucher-voucher tersebut kepada nasabah yang telah berminat usai dihubungi oleh marketing kami. Saya datang ke Tanjungpinang dari Jakarta sejak Selasa (8/10) untuk mengantarkan voucher kepada delapan nasabah di sini atas perintah dari kantor," pungkasnya.

"Bos saya, ibu Sindi di Jakarta telah mengetahui hal ini, saya ditangkap polisi. Penawaran ini juga dilakukan dibeberapa Kota di Indonesia. Kalau voucher tersebut tidak bisa digunakan mungkin karena kontraknya belum diperpanjang lagi," sambung Sunaryo.

Tersangka kini ditahan di Mapolres Tanjungpinang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 378 jo 55 KUHP dengan ancaman maksimal  4 tahun penjara.

Kepada masyarakat Kota Tanjungpinang untuk lebih waspada dengan modus baru tersebut dan juga untuk tidak langsung percaya kepada siapapun yang akan melakukan penawaran dalam bentuk apapun.  (cw72)

Share