Terdakwa Penggelapan Kredit Fiktif BSM Tolak Pernyataan di BAP

Foto : Mantan Kepala BSM Kantor Cabang Tanjungpinang, Khoirur Rijal A Rachman berkilah memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang/Aspanel

Foto : Mantan Kepala BSM Kantor Cabang Tanjungpinang, Khoirur Rijal A Rachman berkilah memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang/Aspanel

Tanjungpinang (HK)-Khoirur Rijal A Rachman Mantan Kepala Bank Syariah Mandiri Kantor (BSM) Kantor Cabang Tanjungpinang, menolak pernyataanya yang dibuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Dalam sidang yang digelar Pengadilan Tanjungpinang untuk terdakwa Tubagus Rofik yang saat peristiwa tersebut terjadi, menjabat sebagai Marketing Manager ditempatt yang sama dengan Rijal A Rachman bekerja.

Rijal sendiri saat ini pun menyandang status yang sama sebagai terdakwa dalam penggelapan dan kredit fiktif yang menyebabkan Bang Syariah Mandiri mengalami kerugian miliaran rupiah.

terdakwa membantah Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, yang mencecar dengan pertanyaan yang berdasarkan pada pernyataanya sendiri didepan penyidik sebelumnya yang dituangkan dalam BAP. “Saya tidak mengerti dimana letak kesalahan saya, karena semua prosedur pengajuan nasabah telah dipenuhi,” kata Khoirur Rijal.

Ucapan terdakwa Khoirur Rijal bertolak belakang dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya dari penyidik Kepolisian sebelumnya, termasuk keterangan sejumlah saksi dari pihak BSM yang menyebutkan, adanya pengajuan fiktif dan tidak sesuai dengan persyaratan perbankan, namun tetap bisa dicairkan oleh Khoirur Rijal selaku pimpinan cabang BSM Tanjungpinang dimasa itu.

Ketua Majelis Hakim dipimpin Corpioner SH MH didampingi Guntur Kurniawan dan Jonson Sirait SH MH sontak berang dengan Ungkapan terdakwa, yang lantas memerintahkan, JPU untuk menghadirkan sejumlah saksi lain, termasuk pihak penyidik Kepolisian yang memeriksa saat itu.

“Saya minta JPU untuk menghadirkan saksi lain sesuai yang dibantah terdakwa sebagai saksi dalam perkara ini. Jika perlu hadirkan penyidik kembali kepersidangan,” ucap Hakim.

Sementara itu, hal berbeda keterangan yang diberikan Tubagus Rofik, mantan Marketing Manager BSM tersebut sebagai saksi, untuk terdakwa Khoirur Rijal yang pada pokoknya mengakui atas semua kesalahan yang telah ia lakukan dalam perkara tersebut.

Dalam sidang perkara ini sebelumnya terungkap, kasus berwal sekitar 2011, terdakwa Khoirur Rijal A Rachman selaku Kepala BSM Kantor Cabang Tanjungpinang menunjuk terdakwa Tubagus sebagai Marketing Manager.

Tugas Marketing Manager adalah mencari dana dan menyalurkan pembiayaan kepada nasabah dan melakukan verifikasi atas permohonan pembiayaan dan bertanggung jawab langsung kepada kepala cabang. Kemudian account officer mencari nasabah pembiayaan.

Kemudian memisahkan mana yang layak dan tidak layak untuk diberikan pembiayaan. Jika layak maka akan disiapkan berkas permohonan pembiayaannya. Funding Officer bertugas mencari nasabah untuk menabung atau menyimpan uangnya di BSM. Pejabat Account Officer dan Funding Officer bertanggung jawab kepada Marketing Manager.

Pada bulan Oktober tahun 2009 saksi A Sun selaku Direktur CV Metal Indah yang akan mengajukan pembiayaan sebesar Rp750.000.000 untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di daerah Tuapaya Selatan Kota Tanjungpinang kepada BSM Cabang Tanjungpinang.

Yang mana saksi A Sun merupakan kenalan terdakwa Tubagus Rofik (Marketing/Account Officer BSM Cabang Tanjungpinang). Kemudian mereka ditemukan oleh saksi Khairul Rizal, sehingga pengajuan pembiayaan yang diajukan oleh saksi A Sun diproses oleh BSM Cabang Tanjungpinang dan dilakukan pencairan dana sebesar Rp750 juta.

Selanjutnya tahun 2009 hingga 2011, saksi A Sun selaku nasabah BSM mengajukan pembiayaan kembali untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di Kota Tanjungpinang kepada Bank tersebut.

Dikarenakan nilai pembiayaan yang diajukan saksi A Sun melampaui limit kewenangan yang dapat disetujui oleh saksi Khoirur Rijal selaku kepala cabang, yaitu sebesar Rp750 juta, sembari memberi saran kepada saksi A Sun untuk menyiapkan nama-nama orang lain yaitu anak buah dan teman-temannya sebagai calon nasabah.

Kemudian saksi A Sun hanya menyerahkan dokumen berupa fotocopy KTP, KK, buku nikah kepada terdakwa Tubagus yang akan digunakan sebagai pemohon pembiayaan di BSM Cabang Tanjungpinang.

Sedangkan untuk surat keterangan bekerja dan slip gaji dengan kop perusahan saksi A Sun tersebut dibuat oleh terdakwa Tubagus untuk memenuhi kebutuhan dana yang akan digunakan sebagai pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di Kota Tanjungpinang.

Dari beberapa nama-nama calon nasabah tersebut kemudian dilakukan proses pengajuan pembiayaan oleh bank tersebut, kemudian dilakukan pencairan atas persetujuan terdakwa dan selanjutnya dana itu seluruhnya diberikan kepada para nasabah dan diteruskan kepada saksi A Sun dengan total dana sebesar
Rp600 juta.

Pada bulan September tahun 2010, saksi Andi Alias Fo Sin Kiun, seorang Direktur PT Pippo Jaya mengajukan pembiayaan modal kerja tambang bauksit dan kontraktor di kota Tanjungpinang dengan jumlah dana sebesar Rp5 miliar kepada BSM Cabang Tanjungpinang,

Dikarenakan nilai pembiayaan yang diajukan melampaui limit kewenangan yang dapat disetujui oleh saksi Khoirur Rijal, yaitu sebesar Rp750 juta dan meneruskan pengajuan pembiayaan tersebut ke kantor pusat BSM Jakarta. Pada saat yang sama, saksi Khoirur Rijal memberi saran kepada saksi Andi untuk menyiapkan nama-nama calon nasabah yang akan digunakan sebagai pemohon pembiayaan di BSM Cabang Tanjungpinang.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan dana yang akan digunakan sebagai pembiayaan modal kerja tambang bauksit dan kontraktor di kota Tanjungpinang oleh saksi Andi. Sambil menunggu proses persetujuan dari kantor pusat BSM Jakarta.

Dari beberapa nama-nama calon nasabah tersebut kemudian dilakukan proses pengajuan pembiayaan oleh BSM Cabang Tanjungpinang yang kemudian dilakukan pencairan terhadap pengajuan pembiayaan tersebut atas persetujuan terdakwa Khoirur Rijal.

Selanjutnya dana pencairan pembiayaan tersebut seluruhnya diberikan kepada para nasabah dan diteruskan kepada saksi Andi dengan total dana sebesar Rp2,250 miliar. Kemudian, September 2011, PT Pippo Jaya kembali mengajukan pembiayaan untuk digunakan sebagai modal investasi pembelian 2 unit Truk kepada BSM Cabang Tanjungpinang dengan jumlah pengajuan sebesar Rp2,250 miliar.

Pada bulan yang sama, BSM Cabang Tanjungpinang telah mencairkan pengajuan pembiayaan tersebut dengan total pencairan sebesar Rp1,5 miliar ke rekening nasabah yang diteruskan kepada PT Pippo Jaya. Kemudian, Oktober 2011 saksi A Sun selaku nasabah mengajukan pembiayaan kembali untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di kota Tanjungpinang sebesar Rp10 miliar kepada BSM Cabang Tanjungpinang.

Dikarenakan nilai pembiayaan yang diajukan saksi A Sun melampaui limit kewenangan yang dapat disetujui oleh saksi Khoirur Rizal yaitu sebesar Rp 750.000.000, selanjutnya ia meneruskan pengajuan Pembiayaan tersebut ke kantor pusat BSM.

Pada saat yang sama, terdakwa Khorur Rijal memberi saran kembali kepada saksi A Sun untuk menyiapkan nama-nama calon nasabah yang akan digunakan sebagai pemohon Pembiayaan di BSM Cabang Tanjungpinang untuk memenuhi kebutuhan dana yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di kota Tanjungpinang.

Dari beberapa nama-nama calon nasabah tersebut kemudian dilakukan proses pengajuan Pembiayaan oleh BSM Cabang Tanjungpinang yang kemudian dilakukan pencairan terhadap pengajuan Pembiayaan tersebut atas persetujuan saksi Khoirur Rijal dan selanjutnya dana pencairan pembiayaan tersebut seluruhnya diberikan kepada para nasabah dan diteruskan kepada saksi A Sun dengan total dana sebesar Rp4,4 miliar.

Namun Desember 2011, kantor pusat menolak pengajuan pembiayaan saksi A Sun yang diteruskan oleh saksi Khoirur Rijal dikarenakan jaminan yang berupa tanah bukan merupakan milik saksi A Sun. Pada Januari 2012, saksi A Sun selaku nasabah, mengajukan pembiayaan kembali untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko (Developer) di kota Tanjungpinang kepada BSM Cabang Tanjungpinang.

Dikarenakan nilai pembiayaan yang diajukan saksi A Sun melampaui limit kewenangan yang dapat disetujui oleh saksi Khoirur Rijal yaitu sebesar Rp 750.000.000, selanjutnya ia memberi saran kepada saksi A Sun untuk menyiapkan nama-nama calon nasabah yang akan digunakan sebagai pemohon pembiayaan.

Dari beberapa nama-nama calon nasabah tersebut kemudian dilakukan proses pengajuan pembiayaan oleh BSM Cabang Tanjungpinang, kemudian dilakukan pencairan terhadap pengajuan pembiayaan tersebut atas persetujuan saksi Khoirur Rijal.
Selanjutnya dana itu seluruhnya diberikan kepada para nasabah dan diteruskan kepada saksi A Sun dengan total dana sebesar Rp1,950 miliar.

Hasil audit oleh Tim Audit yaitu saksi Amri Bustami dan saksi Yuniko Bastami ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa dan saksi Khoirur Rijal dalam tindak pidana perbankan Syariah, yakni pemberian pembiayaan kepada 13 nasabah yang digunakan untuk kepentingan seorang pengguna dana atas nama saudara A Sun untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko di kota Tanjungpinang atas usulan dan persetujuan terdakwa selaku kepala cabang BSM Cabang Tanjungpinang dengan cara pembiayaan topengan dan pembiayaan yang tidak sesuai prosedur di BSM yang dilakukan.

Pemberian pembiayaan kepada 13 nasabah itu sebenarnya tidak mengajukan pengajuan pembiayaan tetapi identitas 13 nasabah tersebut hanya dipinjam oleh saudara A Sun untuk digunakan pembiayaan pembangunan rumah dan ruko di kota Tanjungpinang.

Kemudian terdakwa Tubagus sebagai Marketing/Account Officer tidak melakukan investigasi terhadap dokumen pendukung berupa data-data nasabah yaitu jenis usaha, jenis profesi, jumlah penghasilan dan data laporan keuangan nasabah agar pembiayaan menjadi layak untuk disetujui oleh Komite Pembiayaan atas perintah dari saksi Khoirur Rijal selaku Kepala cabang.

Disamping itu, terdakwa Tubagus memanipulasi/membuatkan laporan keuangan nasabah yang harusnya ada didalam dokumen pendukung nasabah yang memiliki jenis usaha sendiri/bukan seorang karyawan pada saat pengajuan pembiayaan atas perintah dari terdakwa Khoirur Rijal.

Khoirur Rijal selaku Kepala Cabang yang memerintahkan kepada Marketing yaitu terdakwa Tubagus untuk membuat nota analisa pembiayaan dalam pengajuan pembiayaan (pembiayaan) 13 nasabah yang identitasnya dipinjam oleh saudara A Sun yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan rumah dan ruko di kota Tanjungpinang agar pembiayaan menjadi layak untuk disetujui oleh Komite Pembiayaan.

terdakwa Khoirur Rijal melakukan pelanggaran Code of Conduct dengan menanfatkan kedudukannya sebagai kepala Cabang Tanjungpinang dan Batam untuk memperoleh keuntungan pribadi dari nasabah pembiayaan atau pihak lain yang memiliki hubungan bisnis dengan BSM.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 63 Ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPi. Subsidair, Pasal 63 Ayat (2) huruf (a) dan (b) UU RI Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Lebih subsidair, Pasal 66 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1KUHP.(nel)

(Visited 26 times, 1 visits today)