PNS Jatim Jadi TKI di Malaysia

Danlanal Catur interogasi TKI ilegal.

Danlanal Catur interogasi TKI ilegal.

KARIMUN (HK) – Tim F1QR Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun mengamankan 14 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia di sekitar perairan Pulau Mantras, Kamis (4/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Ironisnya, dari 14 TKI itu, terdapat 1 orang PNS dari Bangkalan, Jawa Timur. Dia mengaku sudah 7 bulan di Malaysia.

TKI ilegal itu menuju Tanjung Judah, Batam. Mereka diangkut menggunakan 4 speed boat tanpa nama dengan mesin kapasitas 15 PK. Mereka nekat masuk ke Malaysia dan kembali ke Indonesia dengan cara ilegal karena tidak memiliki paspor. Walaupun sebagian punya paspor, namun sudah tidak berlaku lagi.

Komandan Lanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro saat ekposes kasus tersebut di Makolanal, Jumat (5/4) sore mengatakan, ke 14 TKI tersebut diangkut menggunakan 4 speed boat yang juga dinakhodai empat orang. Masing-masing speed boat mengangkut 3-4 orang.

“Awalnya kami mendapat informasi dari masyarakat kalau ada speed boat yang akan membawa TKI dari Malaysia. Setelah mendapatkan info tersebut, tim patroli langsung melakukan pengecekan, dan akhirnya berhasil mengamankan empat unit speed boat beserta nahkoda dan 14 TKI ilegal,” ungkap Catur Yogiantoro.

Kata Catur, informasi sementara 14 TKI yang diberangkatkan dari Malaysia itu berasal dari Pulau Jawa. Mereka untuk sementara dibawa dulu ke Tanjung Judah, Batam. Sementara, 4 orang nakhoda speed boat tersebut adalah, ALM, HL dan SB warga Moro serta KMN warga Belakang Padang, Batam.

“Nakhoda kapal ini berusaha mengelabui petugas dengan pura-pura sebagai nelayan. Mereka sengaja meletakan jaring diatas speed boat tersebut dan juga memakai mesin kapasitas kecil. Jika dilihat dari corak ke empat speed boat itu, diduga mereka ini dikoordinir oleh seseorang,” terangnya.

Salah seorang TKI, inisial MS (23) mengaku membayar kepada agen yang berasal dari Malaysia sebesar 1,300 Ringgit Malaysia atau sebesar Rp. 3,500,000. Uang sebesar itu termasuk untuk sewa speed boat dan tiket kapal. Menurut dia, awalnya dia pakai paspor, tapi karena paspornya sudah mati makanya dia menempuh dengan cara ilegal masuk ke Malaysia. (ham)

(Visited 17 times, 1 visits today)