TKN Sebut Prabowo Mengigau

Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf saat memberi keterangan, Sabtu (6/4/2019).

Target Menang 25 Persen

JAKARTA (HK) – Calon Presiden Prabowo Subianto bicara kemenangan selisih 25% dari pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf saat memberi keterangan, Sabtu (6/4/2019).Foto:okezone

Pernyataan Prabowo dianggap Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf seperti sedang mengigau.

“Seperti sedang mengigau. Darimana menjelaskan kemenangan dengan besar itu bisa didapatkan? Tidak ada satu pun lembaga survei kreadibel yang mengunggulkannya. Bahkan, lembaga-lembaga survei yang kreadibel itu semua memenangkan Jokowi-Ma’ruf dengan selisih di atas 20%,” ujar Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (6/4/2019).

Selain itu, rakyat juga sudah tahu mana yang selama ini telah bekerja untuk rakyat dan bisanya cuma ngomong doang. Menurutnya, kepuasan publik atas kinerja Jokowi semua rata-rata di angka 70%. Jadi, sepertinya mustahil kalau dikatakan Prabowo akan menang.

“Apalagi, jika Prabowo menuduh kami akan mencuri suara darinya. Ini seperti sedang berhalusinasi. Sedang mengarang cerita yang disesuaikan dengan skenario yang konsisten selama ini,” ujarnya.

Ace Hasan menambahkan, mengaitkan Pilpres dengan menganalogikan mengusir penjajah merupakan kekeliruan yang fatal. Pilpres itu bukan perang melawan penjajahan. Pilpres itu berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menawarkan program yang terbaik kepada rakyat. Bukan memanggul senjata berperang.

“Apa yang disampaikan Prabowo sesungguhnya ingin membangkitkan militansi pendukungnya sehingga mereka bisa dimobilisasi tanggal 17 April agar para pendukungnya militan. Militansi dukungan ini merupakan provokasi dan intimidasi kepada pemilih pendukung 01,” tuturnya.

Ia menilai, cara-cara intimidasi adalah karakter pendukung 02 yang terbukti saat peristiwa kekerasan pada warga yang memakai kaos Jokowi di Jawa Tengah. Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan paska 17 April.

“Paska 17 April juga kubu 02 telah berbicara tentang upaya menegasi peran MK dan mengangkat people power. Semua rakyat harus tahu skenario besar kubu 02 ini. Jangan kita dibodohi dengan konstruksi narasi tersebut,” katanya.(sumber:okezone.com)