Ibu Kota Natuna Krisis Air Bersih

NATUNA (HK) – Di Ibu Kota Kabupaten Natuna, Ranai keberadaan air bersih masih menjadi buah bibir warga. Mereka menyebut ketersediaan ari bersih masih krisis.

Kran air PDAM di rumah warga tampak tidak tampak mengalirkan sehingga warga Kota Ranai mengalami krisis air bersih.Foto:Fathurahman/Haluan Kepri

Keadaan ini berdampak kurang baik terhadap kehidupan warga setiap hari. Dengannya mereka susah membersihkan badan, pakaian dan perabotan rumah tangganya.

“Ini sudah tiga minggu lebih terjadi, kami sudah dua kali beli air bersih dari mobil pengangkut air bersih. Kalau tak dapat beli, tak tahu lah, karena air PDAM mati terus. Kita benar-benar masih krisis air,” kata Deri, warga Jalan Dewi Sartika Ranai, kemarin.

Keadaan ini bukan hanya membuat warga kekurangan air, tapi juga kekurangan tidur, di mana mereka harus bergadang menunggu kedatangan air untuk dapat ditampung meskipun sedikit.

“Memang betul, tidur kami pun jadi mentah lalu (sekali). Saya setiap malam nunggu air ngalir sebesar lidi, itu pun ngalirany pas dini hari dan tidak berlangsung lama. Tapi tak apa lah biar dapat cuci bekas buang air besar dan kencing. Kalau kami tidak begitu, kami tidak akan dapat air sama sekali,” timpal Piri, warga lainnya.

Mereka mengaku tidak mengetahui prihal sebab musabab terjadinya keadaan seperti ini, lantaran tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerntah dan PDAM kepada mereka.

“Air dari pipa PDAM yang terbuang sia-sia. Geram sekali melihatnya, ingin rasanya saya pikul bawa pulang,” ungkap Piri.

Keluhan demi keluhan pun terkait persoalan air bersih ini sudah disampaikan kepada PDAM dan instansi pemerintah terkait agar segera mendapatkan solusi.

“Tapi kita mengeluhpun juga tak ada manfaatnya karena pemerintah dan orang  PDAM lebih tahu kondisinya. Suka-suka mareka ajalah,” tandasnya.

Sebelumnya Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro menjelaskan, kondisi ini terjadi akibat debit air berkurang dan pipa induk milik PDAM banyak yang rusak dan menua.

“Keadaan ini juga dipicu oleh tindakan illegal tapping (pencurian air melalui pipa) oleh sebagian oknum pelanggan,” terang Hendro. (fat)

(Visited 4 times, 1 visits today)