BC Gagalkan Penyelundupan Sabtu 2,3 Kg Hendak Diterbangkan ke Lombok

Kurir sabu bersama barang bukti yang berhasil ditangkap Petugas BC Bandara Internasional Hang Nadim Batam. NOV IWANDRA/HALUAN KEPRI

BATAM (HK) – Petugas Anggar Bea dan Cukai (BC) Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2,2 kilo gram (kg) atau tepatnya 2.291 gram yang akan dibawa ke Lombok, NTB, Kamis (4/4), pekan lalu, melalui maskapai penerbangan.

Selain menyita barang bukti, petugas BC juga mengamankan 2 orang kurir barang haram tersebut, yakni Tarmizi (29) dengan BB sabu seberat 1,132 gram dan Munzirin (33) dengan BB sabu seberat 1,159 gram yang disembunyikan dalam tas bawaan.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) KPU BC Batam, Sumarna menerangkan, kedua pelaku adalah WNI asal Aceh, yang akan berangkat ke luar Batam dengan menggunakan maskapai Lion Air, hendak berangkat ke Lombok, NTB.

“Tarmizi diamankan sekitar pukul 08.00 WIB, dengan BB narkoba jenis sabu seberat 1,132 gram. Sedangkan Munzirin diamankan pukul 08.30 WIB, dengan BB narkoba sabu seberat 1,159 gram,” sebut Sumarna, Senin (8/4) pagi, di Kantor KPU BC Batam, Batuampar.

Dijelaskan Sumarna, tersangka Tarmizi diamankan saat melewati pemeriksan chek poin 1 jalur merah, kemudian petugas BC mencurigai isi dalam tas milik tersangka.

“Nah, ketika dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan benda asing yang mencurigakan. Setelah dites, ternyata benda asing tersebut ialah Methamphetamine alias narkoba sabu,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tersangka Munzirin, ungkap Sumarna, berhasil diamankan diruang tunggu keberangkatan Gate 8 Bandara Hang Nadim Batam.

“Ini hasil pengembangan usai ditangkapnya si Tarmizi. Ketika mengetahui si tersangka telah berada diruangan tunggu keberangkatan maka petugas bergerak cepat. Hasilnya, ditemukan lagi barang narkoba yang disimpan dalam tas Munsirin itu,” tutur Kabid BKLI KPU BC Batam.

Kasi Penindakan BC Batam Febian Cahyo Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua tersangka rencananya akan terbang dengan rute tujuan ahkir Lombok.

“Jadi kedua tersangka ini dari Medan tujuan Batam, dan akan melanjutkan penerbangan lagi dengan tujuan ke Lombok, dengan kode
boarding pass Lion Air JT 970 Medan-Batam-Lombok,” kata Febian.

Sementara, imbuhnya, untuk tersangka kedua yang diamankan dengan boarding pass Lion Air JT 0970 rute Batam Surabaya-Praya Lombok.

“Kuat dugaan kita mereka adalah satu jaringan yang sama. Karena mereka adalah warga dari Aceh, dan kemudian tujuan mereka juga sama walaupun jadwal penerbangan mereka sedikit berbeda,” tambah Febian.

Untuk modusnya sendiri, papar Febian, pelaku menyimpan barang haram di dalam tas milik mereka, yang dibungkus dengan rapi.

“Sabu ini di bungkus dengan menggunakan kertas karbon dan plastik. Lalu dimasukan ke tas ransel. Agar tidak terdeteksi oleh mesin x-ray,” kata Kabid P2 BC Batam.

Berdasarkan pengakuan tersangka, imbuhnya mereka mengaku diupah Rp10 sampai Rp20 juta, tetapi uang itu baru mereka pegang Rp2 juta, dan sisanya setelah barang sampai.

“Terhadap tersangka dan beserta barang bukti sabu kita serahkan ke BNNP Kepri untuk dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan UU narkoba di Indonesia,” pungkasnya. (vnr)

(Visited 9 times, 1 visits today)